The Phantom Of The Opera Chapter 2 (EXO Version)

Author: Candy Girl a.k.a Febby Sabrina

Cast: Nam Mynra, Byun Baekhyun (EXO-K)

Support Cast: Xi Luhan (EXO-M), Kim JoonMyun (EXO-K), Oh Sehun (EXO-K), Wu Yi Fan (EXO-M), Kai (EXO-K) Lee Sunkyu a.k.a Sunny (SNSD), Choi AhYoung a.ka YOU (OC)

 

Genre: Mystery, Romance, Friendship

Rating: PG-13

Length: Sequel

Warning: Alur gaje, typo, AU

A.N: Annyeong readerdeul~ Jeongmal mianhaeyo udah lama gak post ff saya ini. Terakhir post itu, hmm.. 10 November 2012. Mianhaeyo. Soalnya aku itu tuh ikut program pertukaran pelajar Seoul-Indonesia dari tanggal 12 November-13 Juni kemarin. Terus aku juga baru selesai ukk kelas 8 .__. Nanti ada bonus clue nya akhir chapter ini, jadi gak terkesan gantung ^^. Ehmm.. buat Suami ku, Joonma *protes jejelin sooman* maaf aku nistakan kamu di ff ini, huhuw T^T~ Oh iya dibutuhkan RCL yoo 😀 Gomawo^o^

Summary: You must make the audience enjoy the show to finish

 

Therefore you must finish the

story..

 

The story that never ends..

 

Previous story..

KYAAAAA!

Mwo? ada apa ini? Aku dan Sehun secepat mungkin bergegas menuju ke belakang panggung.

Disana kulihat Baekhyun dan AhYoung memandangi lubang panggung itu dengan tatapan ngeri.

“A..Apa yang terjadi?”

Aku dan Sehun berlari menghampiri mereka berdua.

Kemudian kuarahkan pandanganku ke arah lubang panggung.

“Ya Tuhan! MISS SUNKYU!!!”

***

“Hei, ayo kita angkat Miss Sinkyu ke atas panggung!” teriak Baekhyun. Baekhyun dan Sehun berhasil mengangkat tubuh Miss Sunkyu dari lubang panggung. Diperkirakan ia pingsan setelah jatuh ke lubang panggung beberapa menit yang lalu.

“Kenapa lubang ini bisa terbuka? Membahayakan saja orang lain !” ucap AhYoung kesal. Baekhyun dan Sehun  membawa Miss Sunkyu ke klinik sekolah.

“Aku tidak tahu kenapa lubang panggung itu terbuka, mungkin Miss Sunkyu tidak sengaja membukanya dan malah membuat sendirinya terperosok jatuh ke lubang panggung itu”, ujar Baekhyun. Setelah membawa Miss Sunkyu ke klinik, kami bergegas kembali ke auditorium untuk membereskan barang-barang kami beserta murid-murid lainnya.

“Tapi bukannya lubang itu sudah lama tertutup rapat? Hampir 70 tahun tidak pernah dibuka kan? Ini aneh”, kata Sehun penasaran.

“Hei, bagaimana kau tahu?” celetuk Baekhyun. #demennya nyeletu mulu nih –”

“Itu Mynra yang menceritakannya kepadaku.” Aku mengangguk menyetujui perkataan Sehun barusan.

Tiba-tiba terlintas ide konyol dalam otakku. Ya, ide yang benar-benar sangat konyol. “Hei, kurasa kita perlu menyelidiki lubang panggung yang bermasalah itu”, ajakku pada mereka yang kemudian mereka sambut dengan tatapan tidak percaya.

***

“Itu tidak lucu Mynra-ya! Yang benar saja?!”

“Kenapa Byun Baekhyun? Kau tidak berani? Jangan-jangan kau takut hantu?” cibirku.

“Heh! Enak saja! Aku tidak takut tau! Aku hanya merasa itu tidak perlu.”

“Benar Mynra-ya, untuk apa kita menyelidiki segala. Lebih baik kita fokus pada latihan kita saja”, ucapan AhYoung barusan amat sangat berpihak pada Baekhyun.

Sial! Apa salahnya menyelidiki?

“Yah! Kau bagaimana?” tanyaku pada Sehun yang sedari tadi hanya bingung melihat kami berdebat.

“Ah.. Menurutku, itu tidak usah Mynra-ya..”

“Wae? Apa Kau juga takut pada hantu?”

“Aniyo, aku kan sudah bilang, aku tidak percaya pada hal-hal seperti itu. Hanya saja kau memang tidak perlu bertindak sejauh itu”, kata Sehun sambil tersenyum dipaksakan.

Hebat! Sekarang tak ada satupun yang memihakku!~

“Ya sudahlah kalau kalian memang takut, tapi tidakkah kalian penasaran ada apa di lubang itu?”

Mereka bertiga hanya saling pandang dan membisu bagai katak dalam tempurung(?).

“Tapi aku penasaran, maka dari itu untuk memuaskan rasa penasaranku harus ada yang menemaniku menyelidiki lubang panggung itu malam ini bersamaku”, ujarku penuh percaya diri.

***

“Aduh Mynra, ayo kita pulang saja! Buat apa sih kita disini?!”

“Sst! Sudah kau diam saja! Kau sudah bawa barang-barang yang kuminta kan?”

“Ne, senter, air minum, baterai, kamera, sudah ada didalam ranselku.”

“Bagus, persiapan beres!”

“Kau yakin Mynra?”

“Ada apa? Kau mau merengek minta pulang? Lagipula kita sudah di auditorium ini, tanggung kan?”

“Hhh terserah kau sajalah..”

“Ayo nyalakan sentermu! Sekarang saatnya kita masuk ke lubang panggung itu, Baekki-ah!”

***

Aku dan Baekhyun berangkat menyelidiki lubang panggung itu berharap menemukan suatu kebenaran atau hanya sekedar lelucon. Tentu saja ini rahasia kami berdua, bersama AhYoung dan Sehun juga tentunya. AhYoung menolak kuajak karena katanya lebih baik tidur daripada melakukan hal bodoh seperti yang kulakukan sedangkan Sehun tidak diperbolehkan orangtuanya keluar malam. Kau tahu? Sebenarnya aku dan Baekhyun juga dilarang keluar malam. Tapi kami berdua selalu kabur lewat jendela dan bermain. Lagipula ini masih jam 10 lewat, bagiku ini sih masih sore! #Mynra bandel weeehh

“Hhh, kita sudah berhasil masuk tapi kurasa tidak ada apa-apa Mynra. Kita sudahi saja ya? Aku lelah, lagipula udara disini pengap dan lembab.”

Aku mengarahkan senterku ke lorong yang terbentang di hadapan kami berdua. Lorong ini panjang sekali, seakan tak berujung. Aku baru tahu kalau isi lubang panggung ini ternyata lorong yang panjangnya sekitar 1 mil. Kalau begini bagaimana bisa mencapai ujung? Apalagi dari tadi kita tidak menemukan apa-apa.

“Baiklah kita kembali saja”, ujarku pasrah.

Setelah berjalan cukup lama rasanya ada yang aneh. Memangnya sejauh apa tadi kami berjalan? Kenapa tidak sampai-sampai ke pintu lubang panggung?

“Hei Baekki aku lelah, kita istirahat dulu”, aku berhenti berjalan kemudian mengambil ancang-ancang untuk duduk.

“Ya! Tapi kita harus cepat keluar dari sini! Ayo kau harus kuat!”

“Sudah berapa km kita berjalan? Kakiku pega taul!”

Karena paksaan Baekhyun akhirnya mau tidak mau aku berdiri dan melangkahkan kakiku. Namun beberapa saat kemudian aku mendengar suara langkah kaki yang mengikuti kami.

Siapa? Si hantu kah?

Semakin lama suara langkah kaki itu semakin jelas terdengar. Baekhyun pun merasakan hal yang sama.

“Mynra-ya, gawat!!!~ Ada orang selain kita disini!”

Aku menoleh ke belakang dan melihat sosok laki-laki yang agak tinggi, kurus dan bermata sipit, khas orang Korea.

Siapa dia?!

“Hei siapa kalian?! Mau apa kalian disini?!” teriak laki-laki itu.

Kakiku rasanya tidak bisa kugerakan karena takut.

“Kau sendiri siapa?” balas Baekhyun.

“Huh, namaku JoonMyun, aku pembersih sekolah malam. Memangnya kenapa?”

“Anda tinggal disini?” tanyaku.

“Iya, kuharap kalian segera pulang ke rumah masing-masing dan tidak berkeliaran di tempat ini lagi!”

“Bukankah auditorium dan lubang panggung ini sudah ditutup selama 70 tahun? Bagaimana kau bisa tinggal disini?” pekik Baekhyun.

“Pabo, auditorium dan lubang panggung ini tidak dikunci. Kalian saja yang tidak tahu kalau setiap malam aku berkeliaran di sekolah kalian.”

“Ta..tapi..”

“Cepat pulang!!! Dan jangan pernah kembali kesini!!!” teriak JoonMyun. Suara JoonMyun menggema di lorong. Aku dan Jinki seketika mengambil langkah seribu menuju pintu lubang panggung.

Beberapa lama kemudian kami melihat pintu lubang panggung yang bergerak ke atas. Baekhyun segera menarik pengaitnya dan lompat ke atas kemudian menarikku tubuhku..

Fiuhh, kami selamat. Baekhyun segera menutup lubang panggung itu dan kami bergegas meninggalkan sekolah.

***

Hari ini Baekhyun tidak masuk sekolah karena sakit demam, mungkin akibat dari kejadian nekat kami tadi malam. Keadaan Miss Sunkyu  juga sudah mulai membaik, ia kembali mengajar kami. Namun, karena Baekhyun tidak masuk sekolah, maka latihan drama kami ditunda.

“Hei, kau melamun?” ujar Sehun membuyarkan lamunanku.

“Ti..tidak.”

“Bagaimana petualanganmu dan Baekhyun kemarin, Mynra ?”

“Hufft… Tidak seru! Aku tidak menemukan apa-apa. Mungkin kalau kau ikut, bisa jadi lebih seru.”

“Wah, bagaimana ya? Sebenarnya aku ingin ikut tapi orangtuaku melarangku keluar malam.”

Percakapan kami terpotong karena Miss Sunkyu sudah memasuki ruang kelas kami untuk memulai pelajaran. Namun, beliau tidak sendiri, ada seorang namja yang mengikuti di belakangnya.

“Anak-anak, hari ini kita mendapatkan teman baru lagi. Ibu harap kalian dapat berteman akrab. Ayo perkenalkan dirimu, nak”, ujar Miss Sunkyu mempersilakan namja itu. Namun namja itu hanya diam saja dan menunduk sehingga wajahnya tidak terlihat dengan jelas.

“Na..namaku,Kim Jongin”, ujar namja-anak-baru itu lirih sambil terus menundukkan kepalanya.

Belum sempat kami menyambutnya. Ia langsung berlari ke arah bangku paling belakang dan duduk manis disana. Namja aneh! Mungkin dia malu. Lalu Miss Sunkyu melanjutkan materi pembelajaran kami.

Saat istirahat, aku mencoba untuk mendekati Jongin. Karena dialah satu-satunya murid yang tidak keluar kelas sama sekali saat jam istirahat. Bahkan ia tidak bicara sepatah katapun saat ditanya oleh murid-murid lainnya. Sebenarnya namja ini juga tampan, wajahnya tirus, matanya pun indah tetapi pandangannya kosong dan wajahnya pucat.

“Kau tidak apa-apa? Kau pucat sekali”, aku mencoba untuk menegurnya. Jongin tidak menjawab pertanyaanku, ia hanya memandangku sebentar lalu kembali berkutat pada kesibukannya mencorat-coret buku catatannya.

Apakah dia ini anak autis? Dia sama sekali tidak meresponku. Aku menempelkan punggung tanganku di dahinya, namun segera ditepis olehnya. Dingin, dia tidak sakit, lalu kenapa wajahnya pucat sekali.

“Mynra-ya, ternyata kau di kelas. Kau kucari kemana-mana.”

Aku segera menarik Sehun keluar kelas, saat aku mencuri pandang ke arah Jongin. Ia sedang menatap kami berdua dengan tatapan tajam.

***

“Sehun-ah, namja yang bernama Jongin itu aneh sekali. Dia sama sekali tidak merespon kata-kataku. Namun sesaat sebelum kita keluar kelas, aku sempat melihatnya memandang kita dengan tatapan yang tajam.”

“Benarkah? Hm, tadi murid-murid yang lain juga sudah mengajaknya bicara namun ia sama sekali tidak merespon.”

Aku terus memandangi Sehun saat bicara. Hei, rasanya ada yang berubah pada Sehun.

“Yak!! Aku baru sadar kalau penampilanmu makin hari makin keren!!” pujiku.

“Hehehe, Aku hanya mengikuti saran teman-teman. Bagaimana menurutmu?”

“Daebak!!!~ Kau makin terlihat tampan. padahal kemarin-kemarin penampilanmu menggelikan sekali *pllak*. Aku jadi suka padamu.”

“Ne, gomawo”, balas Sehun sambil menunjukkan eyesmile nya kepadaku”.

Hei, cuma segitu saja responnya? Aku jadi agak menyesal sudah bilang kalau aku menyukainya.

***

Keesokan harinya aku menemukan sebuah surat yang bertuliskan ‘JAUHI RUMAHKU!!’ yang ditulis dengan cat lukis berwarna merah darah di dalam lokerku.

Hey, lelucon apalagi ini? Setelah surat cinta menjijikan Kris, ia mengirimiku surat cinta karena aku belum pernah punya pacar selama 17 tahun aku hidup di dunia ini, sekarang datang lagi surat ancaman yang sangat aneh entah dari siapa. Kalau tidak kerjaan Baekhyun, pasti ini kerjaan Kris, atau ada orang lain yang memang dendam padaku sehingga mengirimiku surat kaleng seperti ini, tapi siapa? Sebelumnya aku tidak pernah mendapatkan surat semacam ini. Aku juga bukan tipe orang yang suka mencari musuh. #ceilah

Aku memasuki kelas dengan muka masam. Aku menghampiri meja Baekhyun dan meletakkan surat ancaman itu di meja Baekhyun.

“Ya!! Apa ini ulahmu? Aku menemukan surat ini di lokerku.”

“Mwoya? Aniyo! Untuk apa aku melakukan itu”, elak Baekhyun.

“Kau kan tukang iseng, kalau bukan kau lalu siapa lagi?” tuduhku.

Baekhyun mengambil kertas itu kemudian berdiri di depan kelas.

“Teman-teman, aku butuh kejujuran kalian! Siapa yang melakukan ini?” ia mengangkat tinggi-tinggi kertas itu.

Semuanya hanya diam dan menggeleng. Namun, sekilas aku menangkap Jongin tengah tersenyum misterius padaku, senyum yang tidak dapat kujelaskan dengan kata-kata.

***

Kami, para pemeran dan kru panggung berkumpul di auditorium sepulang sekolah untuk latihan drama rutin untuk festival kebudayaan sekolah. Kurang 2 minggu lagi, mau tidak mau kami semua harus bekerja keras.

“Baiklah anak-anak kita tidak punya waktu banyak, maka latihanlah dengan sungguh-sungguh.”

Ya kami benar-benar berlatih dengan sungguh-sungguh sehingga NG yang kita buat tidak sebanyak latihan-latihan sebelumnya. Aku mencoba untuk fokus pada latihan ini dengan tidak memikirkan masalah yang akhir-akhir ini memenuhi kepalaku. Tapi walaupun aku mencoba untuk fokus hasilnya malah aku menjadi melamun.

“Kau melamun?”

Aku menoleh ke arah sumber suara. “Sehun! Kau mengagetkanku tau.”

“Salah sendiri kau melamun, apa kau punya masalah?”

“Tidak, entahlah. Sejak kapan aku menjadi seorang pemikir seperti ini ya hahaha” rutukku.

Tiba-tiba Sehun memelukku dan sontak jantungku rasanya hampir copot, “Sudahlah Mynra, tidak usah kau pikirkan. Kau masih punya banyak teman kan? Aku yakin teman-temanmu pasti membantumu. Arasseo?”

Sebelum aku membalas ucapan Sehun, Miss Sunkyu kembali memanggil kami untuk mengambil take ulang adegan.

Saat kami sudah sampai ditengah-tengah pertunjukkan, tiba-tiba lampu panggung mati, karena ini masih siang, walaupun lampu mati panggung tidak benar-benar gelap. Tibalah saatnya adegan Sang Hantu yang menari bersama si gadis untuk menghibur si gadis dari kesedihannya. Selesai dengan adegan tersebut, Sang Hantu kemudian menghilang. Maksudku ia benar-benar menghilang di belakang panggung!~. Ia berlari ke belakang panggung kemudian masuk ke dalam lubang panggung dan menghilang.

“Baekki, kau mau kemana?!” teriakku. Belum sempat aku mengejarnya ke lubang panggung, aku melihat sosok yang sedang berlari tergopoh-gopoh menuju panggung.

“Ah maaf aku terlambat, tadi aku dari toilet. Apa adeganku sudah lewat? Kuharap belum.”

Semuanya menatap Baekhyun tidak percaya. Termasuk aku.

“Baek…Baekhyun, ini tidak lucu!” bentakku.

“Hah? Apanya?” ujar Baekhyun bingung.

“Kau barusan memerankan Sang Hantu bersamaku disini!”

“Hah? Aku tadi ke toilet. Dan baru kembali sekarang. Memangnya apa yang telah terjadi?”

Keadaan murid-murid mulai ricuh, mereka berasumsi bahwa yang berperan sebagai Sang Hantu barusan adalah si hantu betulan yang telah menghuni auditorium ini selama kurang lebih 70 tahun alias siswa yang hilang dan diperkirakan tewas dalam lubang panggung 70 tahun lalu.

Kami semua menyudahi latihan drama ini atas perintah Miss Sunkyu. Saat aku berdansa dengan si hantu kenapa aku tidak sadar? Malah aku kira dia adalah Baekhyun. Apakah ia memang hantu betulan atau ini kerjaan iseng seseorang yang mengatas namakan si hantu. Kurasa ini ulah seseorang yang memang ingin mengacaukan drama kami dengan berpura-berpura sebagai si hantu dan menakut-nakuti kami. Tapi siapa?

***

“Memangnya siapa anak yang ingin menghancurkan drama kita dengan cara menakut-nakuti kita?” kata AhYoung setelah aku menceritakan padanya apa yang mengganjal dipikiranku. Aku sengaja mengajak Baekhyu, AhYoung, Sehun dan Kris untuk mendiskusikan masalah ini di rumahku.

“Maka dari itu aku mengumpulkan kalian disini, kalian sudah kuanggap sebagai teman terdekatku. Aku ingin membuktikan apakah di lubang panggung itu memang bersemayam si hantu atau itu hanya akal-akalan murid yang ingin mengerjai kita.”

“Maksudmu?” ujar Kris bingung.

“Maksudku, aku ingin menyelidiki lubang panggung itu sekali lagi.”

“Ya! Waktu itukan kita tidak menemukan apa-apa? Kurasa percuma saja walaupun kita kembali lagi kesana”, kata Baekhyun.

“Tapi sekarang lain. Sudah jelas kemarin ada orang yang berpura-pura sebagai Sang Hantu kemudian menghilang di lubang panggung”, aku mencoba meyakinkan mereka.

“Mynra-ya mianhae, aku tidak bisa ikut menyelidiki. Kau tahu aku kan?” ucap AhYoung pasrah

Aku hanya menghela napas, “Lalu bagaimana denganmu Kris?”

“Honey, kau tahu aku kan?” ujarnya memelas.

“Ya, aku tahu kalau kau pengecut dan takut hantu”, sindirku.

“A..aku tidak pengecut dan tidak takut hantu!”

“Oh ya?!” cibirku.

“Sudah sudah, kalian ini seperti anak kecil saja”, omel AhYoung.

“Baiklah baiklah, sudah kuputuskan. Yang berangkat menyelidiki lubang panggung malam ini adalah aku, Baekhyun dan Sehun”, jelasku.

“Eh? Aku juga?” sahut Sehun.

“Iya, kau kan pernah bilang kalau kau sebenarnya ingin ikut menyelidiki. Kau lupa?”

“Tapi Sooyun, orangtuaku melarangku keluar malam.”

“Tenang saja. Pura-puralah tidur. Setelah orangtuamu tidur, kau bisa keluar lewat jendela kan?”

“I..iya sih.”

“Kalau begitu sudah tidak ada masalah”, ujarku sambil tersenyum lebar.

***

Kami bertiga sudah berkumpul di dalam auditorium. Sehun berhasil mengelabuhi orangtuanya.

“Baiklah ayo masuk!” pimpinku.

“Mynra-ya, aku takut”, ujar Sehun sambil menarik lenganku. Wajahnya imut sekali saat ketakutan seperti itu.

“Ya! Kau kan namja masa begini saja takut.”

Akhirnya kami bertiga memasuki lubang panggung dan menjelajahi lagi lorong gelap yang panjangnya sekitar 1 mil ini.

“Mynra-ya, memangnya kau mencurigai siapa?” tanya Baekhyun.

“Hm, sebenarnya aku curiga pada err Kim Jongin. Dia anak yang super pendiam dan tertutup. Bahkan saat kutawari apakah dia ingin bergabung dalam drama, dia malah mengacuhkanku. Namun tak jarang aku melihatnya menatapku denagn tatapannya yang tajam. Apa ia tidak suka padaku?”

“Mana aku tahu”, timpal Baekhyun.

“Oh, jadi Kim Jongin itu hantu?” tanya Sehun dengan wajah super polosnya.

“Ani, aku kan tadi tidak bilang kalau Jongin itu hantu. Aku hanya curiga kalau-kalau dia yang ingin menakut-nakuti kita sehingga drama kita gagal. Tapi kenapa? Motifnya apa berbuat seperti itu? Apa karena dia membenci kita?”

“Tapi kita kan baru saja mengenalnya”, sahut Baekhyun.

“Atau ini ulah Kris? Kau tau kan kalau selama ini kris sangat menginginkan peran utama. Pasti ini semua kerjaannya. Awas saja dia!”

Kami terus mengobrol selama menjelajah lorong. Tanpa sadar kami sudah berjalan sangat jauh. Dan sama seperti kemarin, aku tidak menemukan sesuatu yang aneh. Sudah kuduga hantu itu tidak ada. Masalah hantu yang tiba-tiba muncul saat latihan drama kemarin pasti cuma ulah iseng seseorang. Aku harus mencari tahu.

***

“Hey, cepat kemari, ruangan ini mencurigakan”, bisik Baekhyun. Aku dan Sehun segera berlari menghampirinya. Baekhyun mencoba membuka ruangan itu untuk memastikan ada apa di dalam ruangan itu. Akhirnya ruangan itupun terbuka. Ruangan ini terdiri dari perabotan kuno, kain-kain yang bertumpuk, ada banyak sampah makanan yang berserakan dan terdapat sisa makanan yang masih baru. Kemungkinan ada yang menghuni ruangan ini. JoonMyun kah?

“Apakah hantu itu tinggal disini?” tanya Baekhyun bergidik. Sudah kuduga dia takut hantu, lololol.

“Well, tempat ini memang menyeramkan untuk ditempati manusia”, sahut Sehun.

“Memang ada manusia yang tinggal disini. Tapi aku tidak tahu pasti dia benar-benar manusia atau memang hantu betulan”, terangku.

“Hey, jangan-jangan yang tinggal disini adalah manusia pemakan manusia alias manusia kanibal”, ujar Sehun penuh kecemasan kalau-kalau kata-katanya benar.

“Ya!! Jangan malah menakut-nakuti seperti itu! Kau membuatku merinding tau!” bentak Baekhyun.

“Sudah-sudah! Jangan berdebat. Lebih baik kita pergi dari sini. Besok kita laporkan hal ini pada Miss Sunkyu. Dan katakan padanya kalau ada orang yang tinggal di dalam lubang panggung. Oke?”

Kami bertiga memutuskan untuk keluar dari ruangan ini. Selain udaranya yang super pengap, kami juga sudah teramat lelah sehingga kami tidak sanggup menelusuri lorong lebih jauh lagi.

“Ups, ada masalah”, kata Baekhyun.

“Ada apa?” tanyaku dan Sehun hampir berbarengan.

“Kita terkunci. Pintunya tidak bisa dibuka”, ujar Baekhyun ngeri.

“Jangan bercanda, Baekhyun! Cepat buka pintunya!” pekikku.

“Aku serius! Kita benar-benar terkunci”, ujarnya

“Coba aku yang buka. Mungkin saja kau kurang kuat menarik gagang pintu”, tawar Sehun. Sehun segera meraih gagang pintu lalu menekan dan memutarnya kemudian menariknya dengan paksa.

Cklek

“Yes, berhasil!” serunya.

“Wow, kau hebat!! Kurasa kau bisa lebih diandalkan daripada Baekhyun, Sehun”, pujiku sekaligus menyindir Baekhyun. Baekhyun langsung mengerucutkan bibirnya.*kyya

“Haha, kau bisa saja”, ujar Sehun tersipu malu

“Ya! Kalian berdua! Berhenti mengejekku!” ujar Baekhyun bersungut-sungut.

Kami berhasil membuka pintu. Namun tampaknya kami tidak benar-benar terlepas dari masalah. Karena di hadapan kami kini sudah berdiri sosok yang menyeramkan dengan seringaiannya yang mengerikan nampak tidak cocok dengan paras tampan, kulitnya yang putih dan double eyelids nya yang terlihat ramah

***

Kami bertiga terbelalak ngeri melihat sosok yang tengah berdiri di hadapan kami.

“Huh, kalian lagi. Sudah kubilang untuk pergi dari sini. Apakah peringatanku kurang??”

“Ja, jadi kau yang menulis surat peringatan di lokerku?” tanyaku dengan suara parau.

“Aku tidak tahu apa yang kau maksud, nona. Tapi yang jelas kalian sudah menggangguku. Mengganggu ketenanganku. Kalian harus merasakan akibatnya!!

JoonMyun mengangkat kayu yang dipegangnya tinggi-tinggi hendak mengarahkannya pada kami. Andwe!! Kami bertiga segera lari tunggang langgang. Naas, disaat seperti ini kakiku malah keseleo. Sial! Aku tetap memaksakan tubuhku untuk melangkah menjauhi JoonMyun yang tengah mengejar kami.

Baekhyun mengambil sesuatu dari ranselnya. Sekaleng coke yang belum diminumnya. Kemudian ia berbalik dan melemparkannya pada JoonMyun. Kaleng coke itu melayang tepat mengenai kepala JoonMyun. Hasilnya, JoonMyun tidak pingsan tapi malah semakin marah. Ya, Baekhyun memang bodoh! ck ck..

“Kau mau membuatnya pingsan dengan sekaleng coke? Yang benar saja?” protesku pada namja yang berlari disamping kiriku, byun Baekhyun.

“Aku tidak punya senjata lain hh hhh, kuharap dia suka dengan coke yang kuberikan hehe.”

“Pabo!”

“Sial, dia masih saja mengejar kita!” rutuk Sehun.

Aku terkesiap ketika melihat setitik cahaya terang. Itu pintu lubang panggung! Aku berlari lebih cepat. Beberapa saat kemudian kami bertiga sudah tiba di depan pintu lubang panggung. Sehun membantu menaikkan aku ke atas kemudian disusul olehnya. Baekhyun menjadi yang terakhir naik ke atas. Saat Baekhyun berusaha naik ke atas panggung, JoonMyun menarik kaki Baekhyun sehingga Baekhyun terjatuh. Terjadi pergulatan singkat antara Baekhyun dan JoonMyun. Baekhyun berhasil mendorong JoonMyun sampai jatuh, kemudian ia segera melompat ke atas panggung dan menutup rapat pintu lubang panggung itu. Kami terkulai lemas. Aku tidak menyangka sekaligus lega, beberapa menit yang lalu kami bertiga dalam bahaya tapi sekarang kami selamat.

***

Esok harinya aku masuk sekolah seperti biasa. Wajahku kusut denagn lingkaran hitam seperti panda menghiasi mataku karena kurang tidur.

“Bagaimana penyelidikanmu kemarin? Apa kau bertemu dengan hantu penyebab masalah itu?” tanya AhYoung lirih.

“Huh, bukannya bertemu si hantu aku malah bertemu orang gila!”

“Hah? Benarkah?”

“Benar, kemarin kami hampir dalam bahaya tapi kami dapat meloloskan diri.”

“Apakah orang gila yang kau temui itu si hantu?” tanya AhYoung penasaran.

“Entahlah. Tapi yang jelas, dia hantu atau bukan, dia sangat mengerikan.

Secara tidak sengaja aku menoleh ke arah Jongin. Lagi-lagi ia tersenyum padaku, senyuman yang dingin.

***

Sepulang sekolah tepat aku, Baekhyun dan Sehun pergi ke auditorium. Tapi kurasa yang lainnya masih belum datang termasuk Miss Sunkyu. Saat kami tiba di auditorium, mata kami bertiga langsung terfokus pada sesuatu yang terpampang jelas di background panggung. Kami menatapnya dengan ngeri, kain putih yang menempel di background panggung dan ditulisi dengan menggunakan suatu cairan berwarna merah pekat seperti darah, disitu tertulis,

MENJAUH DARI RUMAHKU!!

Clue Part 3 [END]

“… Sudah kubilang jangan mendekati rumahku!!~

“… Nam Mynra, apa kau punya bukti kalau dia tidak bersalah?”

“… Bruuk!!~ Yak!~ kau mau ap-mmpppffttt..

“…aku.. ti-mmpppfftt… tidak bisa-mmpppfttt.. berna-mmppptt..fas…hhh…”

“…mohon..hhh..lepaskan aku..mmfpptt…”

-To Be Continued-

hooyysshhh.. selesai juga part ini. mihihiy.. kurang panjangkah? mianhaeyo readerdeul. Tapi semoga puas ya. Oh iya, nanti di part selanjutnya ada unsur yadongnya dikit gak apa-apa ya?Hehehehe~~ ^^v

Yorubun… Annyeonghigaseyo… ❤

 

Welcome To EXO Showcase Part 1

Kembali dengan Fanfiction gaje yang masih berhubungan dengan EXO.
SELAMAT MEMBACA XD

Title           : Welcome to EXO Showcase [ part 1]

Author     :  Choi Ji Neul

Rating      :  General

Genre       :  Comedy,Friendship.

Cast           :  Song Jae Hyun , Choi Ah Young, Kim Min Ji

Length     :  Chaptered

Suara teriakan itu masih terdengar di ruangan berukuran 3×4 meter. Kamar yang cukup luas untuk 2 wanita ini. Mereka berdua berada di depan komputer jinjing milik salah satu dari wanita tersebut. Mereka tak hentinya berteriak melihat Music Video dari boyband pendatang baru, EXO. Yang terbagi menjadi dua bagian. EXO-K untuk korea dan EXO-M untuk Mandarin. Mereka tak henti mengagumi dari salah satu member itu.

“Lihat,Jae ! Chan Yeol tampannya di MAMA itu.” Dia berseru wanita yang bernama Ah Young  itu.

“Ani, lebih tampan Suho daripada dia.” Bela Jaehyun.

“Aigo, kau ini. Yeol yang lebih tampan. Dia pangeranku. Aaaah, chanyeol.”

“Mimpi sekali kau sempatnya memanggil Yeol pangeran.” Jaehyun bangun dari duduknya. Menuju meja mengambil ponselnya.

“Aish ! Jae kau begitu sekali dengan sahabatmu ini.” Ah Young melanjutkan tontonannya.

“Yeobeoseyo.” Jawab Jaehyun ke ponselnya.

Suara wanita terdengar “Jae,ini aku.”  Jae mengernyit heran.

“Ini aku Minji, aku pakai ponsel temanku. Oh iya, ini besok kamu mau datang ke acara EXO Showcase tidak? Aku punya dua tiket untukmu dan Yong Seo.” Jaehyun langsung tersenyum. Matanya melihat ke arah Ah Young yang masih berkutat pada laptopnya.

Dia pun kembali tersadar dari lamunannya tadi membayangkan wajah Ah Young yang kaget mendengar ucapannya nanti.

“Ah, boleh boleh, kok bisa dapet tiketnya?”

“Bisa dong. Min Ji gitu. Aku kan juga ikut dan baru inget kau dan Ah Young juga suka sama EXO kan. Jadi aku ajak saja.”

“Oh, oke deeeh makasi yah. Mau jam berapa kesana? Bareng yah?” Ajaknya pada Min Ji.

“O, iya bareng. Kita ketemu di depan Olympic Hall yah?”

“Baiklah, aaah jeongmal gomawoyeoooo, Ji !” ujar Jaehyun senang.

“Oke, sama-sama. Aku tutup yah. Bye.”

“Byeee.” Pembicaraan pun selesai. Jae Hyun berteriak nyaring. “AAAAAAAH~” sudut ruangan terdengar gema dari suara Jae Hyun. Apalagi berada di ruangan itu, yaitu Ah Young. Dia menutup telinganya mendengar teriakan Jae Hyun. Wanita itu menghampiri Jae Hyun. Sampai di samping Jae Hyun langsung saja menjitak kepala Jae Hyun.

PLETAK. “Aduuuh, Yong. Kok mukul sih?”  Jae Hyung meringis kesakitan. Ah Young mendecakkan lidah. Merasa kalau temannya ini sudah gila.

“Micheosseooo ~ kau berteriak malam-malam begini. Kalau ada yang mendengar mu teriak. Bisa-bisa kita dimarahin.” Ah Young kembali ke tempatnya. Merasa tak bersalah atas perlakuannya tadipada Jae Hyun.

“Tapi kan sakit tau.” Jae Hyung menghampiri Ah Young yang masih sibuk berkutat dengan laptop. Dia mengamati kegiatan Ah Young yang masih saja melihat Music Video EXO.

“Kamu itu tadi kenapa teriak sih? Bikin kaget tau.” Tanya Ah Young. Matanya masih terpaku pada layar laptop didepannya.

“Kau tau kita besok ke Olympic Hall. Mau tidak?” Jae Hyun menyembunyikan senyumnya ingin melihat reaksi temannya ini.   Ah Young menatap tajam ke Jae Hyun yang barusan bicara tentang Olympic Hall. Seperti penasaran dengan apa yang diucapkan si JaeHyun. Dia mendekat ke arah Jae Hyun. “Maksudmu kita akan nonton Showcase EXO? Beneran?”

Jaehyun mengangguk menyetujui pertanyaan Ah Young tersebut. Sontak Ah Young memeluk Jae Hyun erat. Menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan. Membuat Jae Hyun merasa mual. Lantas dia mendorong pelan bahu Ah Young.

“Young-모, kau membuatku pusing.” Ah Young memeluk Jae Hyun lagi.

“AIGO ! Hyun, aku senang sekali malam ini. Ternyata ada keajaiban yah. Kita tak bisa nonton karena tak punya uang. Dan akhirnya kita bisa nonton. Aaaaah, Thanks God.” Ah young berdiri dan berputar saking senangnya. Jae Hyun yang melihat tingkah temannya hanya menggeleng. Merasa kalau temannya ini memang penggemar berat EXO. Lalu diapun berdiri.

“Ja, sekarang ayo kita tidur. Besok kau ada kelas tidak?” Ah Young yang tersenyum menatap Jae Hyung berbinar.

“Animnida, aku libur besok. Senangnyaaaaa.”

“Aish, kau ini. Enak sekali. Aku malah masuk.” Ah Young menepuk bahu Jae Hyun. “Sabar, yah aku mau tidur cepat buat sore besok.”

“Ya ! padahal kan besok libur. Kamu beres beres rumah besok yah? Awas kalau tidak.” Jae Hyun menunjuk ke arah Ah young. Yang ditunjuk terkekeh pelan.

“Tenang saja. Aku pasti laksanakan. Demi kamu apa sih yah engga.” Jae Hyun mehrong ke temannya. Dia lantas ke tempat tidur membaringkan diri. Ah Young menghampiri Jae Hyun yang sudah telentang. Lalu berlutut di samping tempat tidur Jae Hyun.

“Kau tenang saja, tuan putri. Jaljjayo.” Ucapnya. Kemudian mencium pipi JaeHyun. Jae Hyun bangun.

“Ya ! Young jangan begitu. Udah aku mau tidur. Sana sana.” Jae Hyun mengibaskan tangannya ke arah Ah Young.

“Arraseo. Sudah tidur. Aku mau nonton EXO lagi.” Ah young pun kembali ke meja. Memainkan laptop kembali dengan hati senang.

Kai, Mengaku pernah ke Indonesia?

539281_327472174000955_388774943_n

Kai, sudah tidak asing lagi nama itu di telinga kita dan kini telah memasuki hari ke 36 pembuatan Teaser baru dari EXO.

Kai saudara dari Choi Siwon ini mengaku pernah ke Indonesia hanya untuk mengunjungi temannya yang sudah tidak sehat waktu lalu. Karena keseringan berinteraksi dengan teman itu Kai nekat pergi Ke Indonesia hanya untuk menjenguk temannya yang mata kirinya katarak.

Aku pernah mengunjungi Indonesia saat aku masih belum debut dengan EXO-K. Temanku yang bernama Kwang ill woo atau akrab dipanggil wang itu mata kirinya kena katarak, tidak tahu kena apa tapi aku nekat kesana hanya untuk mengunjungi temanku yang lagi sakit tersebut. Penduduk di Indonesia sangat senang dengan kedatangan saya dan dihormati dengan tentram saat disana, dan ada juga yang bilang kalo saya adalah orang Indonesia asli.

Pengakuan itu mengejutkan netizen EXO di seluruh dunia!

3 In 1 Love (Chapter 2: My Selca?!)

Chapter 2: My Selca?! - arrangedmarriage romcom you exo kai baekhyun - main story image

 

The next day came, and it was too early to go to school since her class will still start at 10:30am and it was like 6:45am. Yoon Hee decided to go to her laptop and signed in on her twitter account and to check some EXO updates, more or less, Kai’s updates. She then tweeted.

 


 

@lovingmykai Good Morning Beautiful World!^^;; Just woke up early today, for me to update myself some Kai facts. Kekeke~ XD Kai<3

 


 

@fangirlingkai @lovingmykai Good morning too unnie~! Haha~!^^ Unnie, can you upload a selca of you?~! Jebal~! I bet Kai oppa will like you more than me!

 


 

@lovingmykai @fangirlingkai What do you mean dongsaeng-ah? :\ haha^^* Arasso~ I’ll put my selca nae?~! Then you can criticize me if who is more better than you and me for Kai ;P I’ll just DM it. 🙂

 


 

@fangirlingkai @lovingmykai YAY! 😀 I love you unnie!~ <333 ^o^~ *excited*

 


 

@lovingmykai @fangirlingkai I love you more dongsaeng~! 😉 I need to go now! 🙂 Talk to ya later! ^o^~ ❤

 


 

@fangirlingkai @lovingmykai HAHA! 😀 Nae~ Talk to you later then unnie! ^^* ❤

 


 

@fangirlingkai’s DM

@lovingmykai@fangirlingkai Aiiyo dongsaeng-ah~ This is unnie nae?! ^^; Jebal~ don’t spread it nae? (:

 

                                                        

 


 

Kai smirked as he stared at the photo which his unnie send him. He can’t deny that the girl on the photo is so pretty, cute, and with those admirable eyes.

The girl is just like an innocent angel fallen from heaven perhaps, his heart can’t deny that it was beating abnormally.

He just stared at the photo knowing how does his unnie look like and so his unnie caught his attention and hopefully thought,*Unnie-ah~ Hope you’ll understand me someway why I lied to you… so now, knowing that you are currently studying in my school, maybe perhaps it’s good to see you from behind.*

 

 

“Appa! I need to go now, BYE!” Yoon Hee huffed in on her personal black car.

*Hoping I did a good decision for you… Yoon Hee-ah.* her father said while looking at the front door.

Yoon Hee called Lee Hae that they’ll just be meeting in front of the school building. She then visited her twitter account and checked her DM’s:

 

 


 

 

@fangirlingkai@lovingmykai Arasso! I won’t spread this pretty picture of my dearest unnie ^o^~ *pinky swear*

 

 


 

 

She smiled reading the reply message of her dongsaeng. She doesn’t know why but everytime talking with @fangirlingkai relieves her problem, feeling being protected, warmth, and of course the feeling being happy talking with her; sharing their life stories, experiences and the bigtime: fangirling.

 

Yoon Hee arrived at the building at approximately 10:20am. She saw her best friend Lee Hae waving at her. She warmly smiled back and waved back at her. “Unnie! Does our future husbands are already here?” Yoon Hee asked while giggling. Lee Hae snickered, “Anniyo~ the other girls said that they always arrive at approximately 5 minutes before time.”

“So are you planning to wait for them here?” Lee Hae asked teasingly.

Yoon Hee blushed and nodded.

Yoon Hee grabbed her phone and tweeted:

 

 


 

 

@lovingmykai The other girls said that EXO usually arrives at approximately 5 minutes before time… so I guess I’ll just be waiting here!~ Fighting! Kai ❤

 

 


 

 

After few minutes, a white limousine strolled down at the school road, Yoon Hee being a klutz; she was tripped off, badly. At that time, the car had already been stopped and the 12 gorgeous starts to walk in, in the school lobby when one of them looked back and reached-out his hands to help Yoon Hee to stand up straight.

The remaining 11 boys just stared in disbelief and scowled as they saw the ‘drama’ that is happening.

Yoon Hee on the other hand, wearing her ancient-like glasses, with her bird-nest hair, and perhaps with her loosen over-sized uniform, was laughed out by the crowd. Her best friend helped her dust her uniform as well.

 “YAH! Yoon Hee-ah, why are you always like this?” Lee Hae put her hands on her waists pretending to be mad at her best friend.

“Mianhe unnie~” Yoon Hee pleaded and paused, “OMO! Jeongmal kamsahamnida-ermm…mmm…”

 

3 In 1 Love (Chapter 1: 1st Day of School)

Chapter 1: 1st Day of School - arrangedmarriage romcom you exo kai baekhyun - main story image

 

It was the first day of school in SMEnt Elite High School. Just a normal first day of class. As the female and male students went off to their respective cars, a long white limousine went in from the school gates.

“Omo! The Kingkas!”

“EXO, we missed you!”

“Kai I love you!”

“EXO Hwaiting!”

The white limousine stopped revealing 12 gorgeous men in black tee-shirts.

The first guy who went out from the limousine was Kai, then followed by Baekhyun, Tao, Chen,D.O., Chen,Suho,Chanyeol,Kris,Lay and lastly the popular HunHan. (Sehun and Luhan)

Kai smirked seeing the girls squealing like they saw an angel from heaven.

Admirable, gorgeous, witty but being true, talented, so-rich-guys and of course, one of the biggest profits of SMEnt to make the business as possible.

Kai strolled first and followed by the others to the Campus’ red carpet which is exactly prepared just for them.

 

On the other hand.

“Omo! Unnie, mianheyo. I overslept that’s why.” Yoon Hee announced as she dusted her school uniform, tired from running.

Flashbacks

“Appa! I’m going now!” She announced as she took a piece of toast on the table, without a second, “BYE!” she yelled as she started running.

“She must’ve used the car that I provided her.” Her father uttered as he took a sip of his plain dark coffee.

End of Flashbacks

“Aigoo~ you must have used your car.” Lee Hae suggested as she gets the fake glasses from her bag pack. “Here… let’s make our days as awesome as possible here Yoon Hee.” She told her as she tries messing Yoon Hee’s hair for covering-up their little secrets.

“Nae~” Yoon Hee answered, happily.

The school gates starts to close and both Yoon Hee and Lee Hae run as fast as they could and luckily, they both arrived in their respective classroom safely.

 

The next thing they knew, they have already met the 12-oh-so-called-perfect-gorgeous-living-angel-on-Earth. They both gulped as they had an eye to eye contact with their own biases.

A/N: Yoon Hee’s Bias is Kai, while Lee Hae’s Bias is Kris.

*My precious Kai!* Yoon Hee squalled on her thoughts.

*My Canadian Kris!* Lee Hae on the other hand was mentally passed out.

Kai smirked as he went in, in the Dance studio for their 3rd morning class of the day. The 12 guys positioned themselves for the performance.

Many students, especially girls flooded the Dance studio just to catch a glimpse of the live-practice of EXO’s History.

The performance ended with girls squealing, eyes gawking for the smooth performance and forsakenly, girls throbbing hearts for the 12, for the applauded performance by them. Yoon Hee grabbed her phone and tweeted.

 


 

@lovingmykai Luckily, I was transferred where EXO is studying^^ Great practice Kai oppa<3^~^

 


 

After 29 minutes, she saw a replied tweet from her ever dearest dongsaeng.

 


 

@fangirlingkai @lovingmykai Jinjja?~ ToT lucky you then unnie~.~ *jealous* T^T

 


 

@lovingmykai @fangirlingkai Aiigoo~ don’t worry dongsaeng-ah~ unnie won’t keep Kai by herself.^^; *winks*

 


 

@fangirlingkai @lovingmykai Jinjja?! Yay! 😀 Unnie will share Kai with you then :* ^o^~!

 


 

Ever since SMEnt uploaded the 1st Teaser of EXO which was featured by Kai, Yoon Hee started to make a twitter account @lovingmykai for her to be updated about her ever dearest Kai. On the other hand, Kai created a twitter account named as @fangirlingkai as a form for him to know his fangirls’ reactions and also to monitor if what netizen’s thinks about them.

 

Yoon Hee giggled as she looked unto her phone’s screen. *Aigoo~ she really thinks that I’ll keep Kai oppa just for me? I’m not that selfish…yet.* Lee Hae noticed it and nudged her, “Yah! What are you laughing at?”  She eyed her like she was in a great lunatic mode: fan-girling. “You know what, you better not be fangirling here in school or else,” she paused as she eyed Kai with a girl playfully gripping into his arms. Yoon Hee noticed it, and the smiling eyes turns into the sad one. *Am I regretting it now? That I transferred here just for me seeing you?!*

 

Kai let go if the girl’s grip, annoyingly.

The girl walked off with a hmp-tone. Kai just rolled his eyes in annoyance, seeing the girl’s attitude.

He then moved his attention on his phone when Sehun started the conversation.

“Kai, what where you laughing at?” Sehun smirked as he opened the canned orange juice.

“Oh, nothing. Just doing some research.” Kai mumbled, hesitatingly as he pursed his lips into a smile. *I wander if you’re telling the truth? I really wanna meet you.*

“Yeah, right.” Sehun just rolled his eyes, smirking.