Songsang High School (Intro)

EXO Comedy Fanfiction

‘Songsang High School’ -Intro

Author : ღoღ Hunsoohan ღoღ & Maheswari Wannisha Sone

1. Kris : Orang kaya tapi cuek bebek terus SEDIKIT Sombong.

2. Luhan: Kayak anak Kecil *tapi udah tua* bandel,adik *pungutnya* kris,sedikit pinter tapi goblok -,-

3. Sehun: Kalem *kek,dora gitu lah*,Feminim *semacam SooMan*,Pinter tapi gak pinter pinter amat,anak baru dari panti jompo sebelah.

4. D.O: Ibu nya Kris sama Luhan yang emang kata author Kece.Mungkin jiwa Kece Ibu D.O nyalur kayak Truk tronton ke Luhan ama Kris 

5. Suho: Ayah dari Kris dan Luhan.Tapi author bingung? Siapa yang ngelahirin mereka -,-

6. Tao: Tukang kebun keluarga Bpk.Prof.Hj.Ir.Drs.Dr Suho,M.Ss,S.ss -,- dan Ibu.Hajah.Mrs.Prof.Drs.Dr D.O,M.Sj,S.Sj.Tiap hari kemana-mana pake Caping mulu.Kagak tidur,ke jamban,mandi,makan,bahkan kemarin kekondangannya Bada pun dia masih lengkap dengan baju petaninya.

7. Trio Somplak: Trio Somplak terdiri dari orang orang yang somplak dimana otaknya yang emang somplak kebawa somplak dari orang tuanya yang emang somplak,pokoknya mereka sering ngejahilin orang terutama Sehun.Biasanya malem Jum’at mereka ngepetin orang pacaran gitu deh.Trio Somplak terdiri dari Baekhyun,Chanyeol,Kai.
– Anggota pertama,Baekhyun: Dia ketua dari geng Trio Somplak.Setiap bulan Baekhyun gaji Chanyeol & Kai dengan Sekardus Eyeliner yang pastinya Limited Edition.Karna kerjanya tiap bulan malakin orang sesekolah.
– Anggota kedua,Chanyeol: Chanyeol itu anak buah *melon* kesayangan Baekhyun.Soalnya,kagak tau deh pokoknya gitu.Hobinya setiap hari itu dia selalu GoTix karna namanya chanYEOL dia selalu Geyol-geyol gitu deh.
– Anggota ketiga,Kai: Kai itu juga anak buah *jeruk* kesayangan Baekhyun *semuanya aja sekalian pe’a*.Dia punya banyak Video ‘Blue’ Nenek-nenek yang lagi mandi di Empang.Itulah penyebab Kai dimasukin ke geng Trio Somplak *apa hubungannya*.

8.Xiumin: Dia adik dari Baekhyun yang Unyu Ctar membahana badai terpampang jamban deh pkoknya.Dia pernah menang juara 1 Little Miss.Indonesia 2056.Dengan dandanan selayaknya Orang mau pergi Kondangan dengan Kebaya Pink-pink eksotis.Dia berhasil menarik perhatian penonton dengan Membakar Gedung Studio.

9.Lay: Dia pembantunya keluarga D.O dan Suho dan Kris dan Luhan juga ._. yang ganteng tapi walaupun ganteng bagi member F(X) tetep gak ngalahin Amber (?) .

10.Chen: Temen deketnya Luhan. Anak kalem tapi gak bisa diem.Hobinya nyegatin Bebek yang ada di Sawahnya Tao.Yang gedenya segede Upil dan tingginya semenara Eiffel (?).

11.SooMan dia maksa jadi Cast) : Dia siluman dari Goa yang sukanya godain Kris.Dia biasanya mangkal di Tamanlawang.Hobinya dia ngoleksi Lipstik & Deodoran.Dari Lipstik & Deodoran yang Kamseupay sampe Limited Edition.

Genre: Comedy | Horror

Rating: G

Itu Intronya JUST FOR FUN! NEXT? 45+ Like ! NEXT 

ღoღ Hunsoohan ღoღ

Cr: EXO For EXOtic INA

The Phantom Of The Opera Chapter 2 (EXO Version)

Author: Candy Girl a.k.a Febby Sabrina

Cast: Nam Mynra, Byun Baekhyun (EXO-K)

Support Cast: Xi Luhan (EXO-M), Kim JoonMyun (EXO-K), Oh Sehun (EXO-K), Wu Yi Fan (EXO-M), Kai (EXO-K) Lee Sunkyu a.k.a Sunny (SNSD), Choi AhYoung a.ka YOU (OC)

 

Genre: Mystery, Romance, Friendship

Rating: PG-13

Length: Sequel

Warning: Alur gaje, typo, AU

A.N: Annyeong readerdeul~ Jeongmal mianhaeyo udah lama gak post ff saya ini. Terakhir post itu, hmm.. 10 November 2012. Mianhaeyo. Soalnya aku itu tuh ikut program pertukaran pelajar Seoul-Indonesia dari tanggal 12 November-13 Juni kemarin. Terus aku juga baru selesai ukk kelas 8 .__. Nanti ada bonus clue nya akhir chapter ini, jadi gak terkesan gantung ^^. Ehmm.. buat Suami ku, Joonma *protes jejelin sooman* maaf aku nistakan kamu di ff ini, huhuw T^T~ Oh iya dibutuhkan RCL yoo 😀 Gomawo^o^

Summary: You must make the audience enjoy the show to finish

 

Therefore you must finish the

story..

 

The story that never ends..

 

Previous story..

KYAAAAA!

Mwo? ada apa ini? Aku dan Sehun secepat mungkin bergegas menuju ke belakang panggung.

Disana kulihat Baekhyun dan AhYoung memandangi lubang panggung itu dengan tatapan ngeri.

“A..Apa yang terjadi?”

Aku dan Sehun berlari menghampiri mereka berdua.

Kemudian kuarahkan pandanganku ke arah lubang panggung.

“Ya Tuhan! MISS SUNKYU!!!”

***

“Hei, ayo kita angkat Miss Sinkyu ke atas panggung!” teriak Baekhyun. Baekhyun dan Sehun berhasil mengangkat tubuh Miss Sunkyu dari lubang panggung. Diperkirakan ia pingsan setelah jatuh ke lubang panggung beberapa menit yang lalu.

“Kenapa lubang ini bisa terbuka? Membahayakan saja orang lain !” ucap AhYoung kesal. Baekhyun dan Sehun  membawa Miss Sunkyu ke klinik sekolah.

“Aku tidak tahu kenapa lubang panggung itu terbuka, mungkin Miss Sunkyu tidak sengaja membukanya dan malah membuat sendirinya terperosok jatuh ke lubang panggung itu”, ujar Baekhyun. Setelah membawa Miss Sunkyu ke klinik, kami bergegas kembali ke auditorium untuk membereskan barang-barang kami beserta murid-murid lainnya.

“Tapi bukannya lubang itu sudah lama tertutup rapat? Hampir 70 tahun tidak pernah dibuka kan? Ini aneh”, kata Sehun penasaran.

“Hei, bagaimana kau tahu?” celetuk Baekhyun. #demennya nyeletu mulu nih –”

“Itu Mynra yang menceritakannya kepadaku.” Aku mengangguk menyetujui perkataan Sehun barusan.

Tiba-tiba terlintas ide konyol dalam otakku. Ya, ide yang benar-benar sangat konyol. “Hei, kurasa kita perlu menyelidiki lubang panggung yang bermasalah itu”, ajakku pada mereka yang kemudian mereka sambut dengan tatapan tidak percaya.

***

“Itu tidak lucu Mynra-ya! Yang benar saja?!”

“Kenapa Byun Baekhyun? Kau tidak berani? Jangan-jangan kau takut hantu?” cibirku.

“Heh! Enak saja! Aku tidak takut tau! Aku hanya merasa itu tidak perlu.”

“Benar Mynra-ya, untuk apa kita menyelidiki segala. Lebih baik kita fokus pada latihan kita saja”, ucapan AhYoung barusan amat sangat berpihak pada Baekhyun.

Sial! Apa salahnya menyelidiki?

“Yah! Kau bagaimana?” tanyaku pada Sehun yang sedari tadi hanya bingung melihat kami berdebat.

“Ah.. Menurutku, itu tidak usah Mynra-ya..”

“Wae? Apa Kau juga takut pada hantu?”

“Aniyo, aku kan sudah bilang, aku tidak percaya pada hal-hal seperti itu. Hanya saja kau memang tidak perlu bertindak sejauh itu”, kata Sehun sambil tersenyum dipaksakan.

Hebat! Sekarang tak ada satupun yang memihakku!~

“Ya sudahlah kalau kalian memang takut, tapi tidakkah kalian penasaran ada apa di lubang itu?”

Mereka bertiga hanya saling pandang dan membisu bagai katak dalam tempurung(?).

“Tapi aku penasaran, maka dari itu untuk memuaskan rasa penasaranku harus ada yang menemaniku menyelidiki lubang panggung itu malam ini bersamaku”, ujarku penuh percaya diri.

***

“Aduh Mynra, ayo kita pulang saja! Buat apa sih kita disini?!”

“Sst! Sudah kau diam saja! Kau sudah bawa barang-barang yang kuminta kan?”

“Ne, senter, air minum, baterai, kamera, sudah ada didalam ranselku.”

“Bagus, persiapan beres!”

“Kau yakin Mynra?”

“Ada apa? Kau mau merengek minta pulang? Lagipula kita sudah di auditorium ini, tanggung kan?”

“Hhh terserah kau sajalah..”

“Ayo nyalakan sentermu! Sekarang saatnya kita masuk ke lubang panggung itu, Baekki-ah!”

***

Aku dan Baekhyun berangkat menyelidiki lubang panggung itu berharap menemukan suatu kebenaran atau hanya sekedar lelucon. Tentu saja ini rahasia kami berdua, bersama AhYoung dan Sehun juga tentunya. AhYoung menolak kuajak karena katanya lebih baik tidur daripada melakukan hal bodoh seperti yang kulakukan sedangkan Sehun tidak diperbolehkan orangtuanya keluar malam. Kau tahu? Sebenarnya aku dan Baekhyun juga dilarang keluar malam. Tapi kami berdua selalu kabur lewat jendela dan bermain. Lagipula ini masih jam 10 lewat, bagiku ini sih masih sore! #Mynra bandel weeehh

“Hhh, kita sudah berhasil masuk tapi kurasa tidak ada apa-apa Mynra. Kita sudahi saja ya? Aku lelah, lagipula udara disini pengap dan lembab.”

Aku mengarahkan senterku ke lorong yang terbentang di hadapan kami berdua. Lorong ini panjang sekali, seakan tak berujung. Aku baru tahu kalau isi lubang panggung ini ternyata lorong yang panjangnya sekitar 1 mil. Kalau begini bagaimana bisa mencapai ujung? Apalagi dari tadi kita tidak menemukan apa-apa.

“Baiklah kita kembali saja”, ujarku pasrah.

Setelah berjalan cukup lama rasanya ada yang aneh. Memangnya sejauh apa tadi kami berjalan? Kenapa tidak sampai-sampai ke pintu lubang panggung?

“Hei Baekki aku lelah, kita istirahat dulu”, aku berhenti berjalan kemudian mengambil ancang-ancang untuk duduk.

“Ya! Tapi kita harus cepat keluar dari sini! Ayo kau harus kuat!”

“Sudah berapa km kita berjalan? Kakiku pega taul!”

Karena paksaan Baekhyun akhirnya mau tidak mau aku berdiri dan melangkahkan kakiku. Namun beberapa saat kemudian aku mendengar suara langkah kaki yang mengikuti kami.

Siapa? Si hantu kah?

Semakin lama suara langkah kaki itu semakin jelas terdengar. Baekhyun pun merasakan hal yang sama.

“Mynra-ya, gawat!!!~ Ada orang selain kita disini!”

Aku menoleh ke belakang dan melihat sosok laki-laki yang agak tinggi, kurus dan bermata sipit, khas orang Korea.

Siapa dia?!

“Hei siapa kalian?! Mau apa kalian disini?!” teriak laki-laki itu.

Kakiku rasanya tidak bisa kugerakan karena takut.

“Kau sendiri siapa?” balas Baekhyun.

“Huh, namaku JoonMyun, aku pembersih sekolah malam. Memangnya kenapa?”

“Anda tinggal disini?” tanyaku.

“Iya, kuharap kalian segera pulang ke rumah masing-masing dan tidak berkeliaran di tempat ini lagi!”

“Bukankah auditorium dan lubang panggung ini sudah ditutup selama 70 tahun? Bagaimana kau bisa tinggal disini?” pekik Baekhyun.

“Pabo, auditorium dan lubang panggung ini tidak dikunci. Kalian saja yang tidak tahu kalau setiap malam aku berkeliaran di sekolah kalian.”

“Ta..tapi..”

“Cepat pulang!!! Dan jangan pernah kembali kesini!!!” teriak JoonMyun. Suara JoonMyun menggema di lorong. Aku dan Jinki seketika mengambil langkah seribu menuju pintu lubang panggung.

Beberapa lama kemudian kami melihat pintu lubang panggung yang bergerak ke atas. Baekhyun segera menarik pengaitnya dan lompat ke atas kemudian menarikku tubuhku..

Fiuhh, kami selamat. Baekhyun segera menutup lubang panggung itu dan kami bergegas meninggalkan sekolah.

***

Hari ini Baekhyun tidak masuk sekolah karena sakit demam, mungkin akibat dari kejadian nekat kami tadi malam. Keadaan Miss Sunkyu  juga sudah mulai membaik, ia kembali mengajar kami. Namun, karena Baekhyun tidak masuk sekolah, maka latihan drama kami ditunda.

“Hei, kau melamun?” ujar Sehun membuyarkan lamunanku.

“Ti..tidak.”

“Bagaimana petualanganmu dan Baekhyun kemarin, Mynra ?”

“Hufft… Tidak seru! Aku tidak menemukan apa-apa. Mungkin kalau kau ikut, bisa jadi lebih seru.”

“Wah, bagaimana ya? Sebenarnya aku ingin ikut tapi orangtuaku melarangku keluar malam.”

Percakapan kami terpotong karena Miss Sunkyu sudah memasuki ruang kelas kami untuk memulai pelajaran. Namun, beliau tidak sendiri, ada seorang namja yang mengikuti di belakangnya.

“Anak-anak, hari ini kita mendapatkan teman baru lagi. Ibu harap kalian dapat berteman akrab. Ayo perkenalkan dirimu, nak”, ujar Miss Sunkyu mempersilakan namja itu. Namun namja itu hanya diam saja dan menunduk sehingga wajahnya tidak terlihat dengan jelas.

“Na..namaku,Kim Jongin”, ujar namja-anak-baru itu lirih sambil terus menundukkan kepalanya.

Belum sempat kami menyambutnya. Ia langsung berlari ke arah bangku paling belakang dan duduk manis disana. Namja aneh! Mungkin dia malu. Lalu Miss Sunkyu melanjutkan materi pembelajaran kami.

Saat istirahat, aku mencoba untuk mendekati Jongin. Karena dialah satu-satunya murid yang tidak keluar kelas sama sekali saat jam istirahat. Bahkan ia tidak bicara sepatah katapun saat ditanya oleh murid-murid lainnya. Sebenarnya namja ini juga tampan, wajahnya tirus, matanya pun indah tetapi pandangannya kosong dan wajahnya pucat.

“Kau tidak apa-apa? Kau pucat sekali”, aku mencoba untuk menegurnya. Jongin tidak menjawab pertanyaanku, ia hanya memandangku sebentar lalu kembali berkutat pada kesibukannya mencorat-coret buku catatannya.

Apakah dia ini anak autis? Dia sama sekali tidak meresponku. Aku menempelkan punggung tanganku di dahinya, namun segera ditepis olehnya. Dingin, dia tidak sakit, lalu kenapa wajahnya pucat sekali.

“Mynra-ya, ternyata kau di kelas. Kau kucari kemana-mana.”

Aku segera menarik Sehun keluar kelas, saat aku mencuri pandang ke arah Jongin. Ia sedang menatap kami berdua dengan tatapan tajam.

***

“Sehun-ah, namja yang bernama Jongin itu aneh sekali. Dia sama sekali tidak merespon kata-kataku. Namun sesaat sebelum kita keluar kelas, aku sempat melihatnya memandang kita dengan tatapan yang tajam.”

“Benarkah? Hm, tadi murid-murid yang lain juga sudah mengajaknya bicara namun ia sama sekali tidak merespon.”

Aku terus memandangi Sehun saat bicara. Hei, rasanya ada yang berubah pada Sehun.

“Yak!! Aku baru sadar kalau penampilanmu makin hari makin keren!!” pujiku.

“Hehehe, Aku hanya mengikuti saran teman-teman. Bagaimana menurutmu?”

“Daebak!!!~ Kau makin terlihat tampan. padahal kemarin-kemarin penampilanmu menggelikan sekali *pllak*. Aku jadi suka padamu.”

“Ne, gomawo”, balas Sehun sambil menunjukkan eyesmile nya kepadaku”.

Hei, cuma segitu saja responnya? Aku jadi agak menyesal sudah bilang kalau aku menyukainya.

***

Keesokan harinya aku menemukan sebuah surat yang bertuliskan ‘JAUHI RUMAHKU!!’ yang ditulis dengan cat lukis berwarna merah darah di dalam lokerku.

Hey, lelucon apalagi ini? Setelah surat cinta menjijikan Kris, ia mengirimiku surat cinta karena aku belum pernah punya pacar selama 17 tahun aku hidup di dunia ini, sekarang datang lagi surat ancaman yang sangat aneh entah dari siapa. Kalau tidak kerjaan Baekhyun, pasti ini kerjaan Kris, atau ada orang lain yang memang dendam padaku sehingga mengirimiku surat kaleng seperti ini, tapi siapa? Sebelumnya aku tidak pernah mendapatkan surat semacam ini. Aku juga bukan tipe orang yang suka mencari musuh. #ceilah

Aku memasuki kelas dengan muka masam. Aku menghampiri meja Baekhyun dan meletakkan surat ancaman itu di meja Baekhyun.

“Ya!! Apa ini ulahmu? Aku menemukan surat ini di lokerku.”

“Mwoya? Aniyo! Untuk apa aku melakukan itu”, elak Baekhyun.

“Kau kan tukang iseng, kalau bukan kau lalu siapa lagi?” tuduhku.

Baekhyun mengambil kertas itu kemudian berdiri di depan kelas.

“Teman-teman, aku butuh kejujuran kalian! Siapa yang melakukan ini?” ia mengangkat tinggi-tinggi kertas itu.

Semuanya hanya diam dan menggeleng. Namun, sekilas aku menangkap Jongin tengah tersenyum misterius padaku, senyum yang tidak dapat kujelaskan dengan kata-kata.

***

Kami, para pemeran dan kru panggung berkumpul di auditorium sepulang sekolah untuk latihan drama rutin untuk festival kebudayaan sekolah. Kurang 2 minggu lagi, mau tidak mau kami semua harus bekerja keras.

“Baiklah anak-anak kita tidak punya waktu banyak, maka latihanlah dengan sungguh-sungguh.”

Ya kami benar-benar berlatih dengan sungguh-sungguh sehingga NG yang kita buat tidak sebanyak latihan-latihan sebelumnya. Aku mencoba untuk fokus pada latihan ini dengan tidak memikirkan masalah yang akhir-akhir ini memenuhi kepalaku. Tapi walaupun aku mencoba untuk fokus hasilnya malah aku menjadi melamun.

“Kau melamun?”

Aku menoleh ke arah sumber suara. “Sehun! Kau mengagetkanku tau.”

“Salah sendiri kau melamun, apa kau punya masalah?”

“Tidak, entahlah. Sejak kapan aku menjadi seorang pemikir seperti ini ya hahaha” rutukku.

Tiba-tiba Sehun memelukku dan sontak jantungku rasanya hampir copot, “Sudahlah Mynra, tidak usah kau pikirkan. Kau masih punya banyak teman kan? Aku yakin teman-temanmu pasti membantumu. Arasseo?”

Sebelum aku membalas ucapan Sehun, Miss Sunkyu kembali memanggil kami untuk mengambil take ulang adegan.

Saat kami sudah sampai ditengah-tengah pertunjukkan, tiba-tiba lampu panggung mati, karena ini masih siang, walaupun lampu mati panggung tidak benar-benar gelap. Tibalah saatnya adegan Sang Hantu yang menari bersama si gadis untuk menghibur si gadis dari kesedihannya. Selesai dengan adegan tersebut, Sang Hantu kemudian menghilang. Maksudku ia benar-benar menghilang di belakang panggung!~. Ia berlari ke belakang panggung kemudian masuk ke dalam lubang panggung dan menghilang.

“Baekki, kau mau kemana?!” teriakku. Belum sempat aku mengejarnya ke lubang panggung, aku melihat sosok yang sedang berlari tergopoh-gopoh menuju panggung.

“Ah maaf aku terlambat, tadi aku dari toilet. Apa adeganku sudah lewat? Kuharap belum.”

Semuanya menatap Baekhyun tidak percaya. Termasuk aku.

“Baek…Baekhyun, ini tidak lucu!” bentakku.

“Hah? Apanya?” ujar Baekhyun bingung.

“Kau barusan memerankan Sang Hantu bersamaku disini!”

“Hah? Aku tadi ke toilet. Dan baru kembali sekarang. Memangnya apa yang telah terjadi?”

Keadaan murid-murid mulai ricuh, mereka berasumsi bahwa yang berperan sebagai Sang Hantu barusan adalah si hantu betulan yang telah menghuni auditorium ini selama kurang lebih 70 tahun alias siswa yang hilang dan diperkirakan tewas dalam lubang panggung 70 tahun lalu.

Kami semua menyudahi latihan drama ini atas perintah Miss Sunkyu. Saat aku berdansa dengan si hantu kenapa aku tidak sadar? Malah aku kira dia adalah Baekhyun. Apakah ia memang hantu betulan atau ini kerjaan iseng seseorang yang mengatas namakan si hantu. Kurasa ini ulah seseorang yang memang ingin mengacaukan drama kami dengan berpura-berpura sebagai si hantu dan menakut-nakuti kami. Tapi siapa?

***

“Memangnya siapa anak yang ingin menghancurkan drama kita dengan cara menakut-nakuti kita?” kata AhYoung setelah aku menceritakan padanya apa yang mengganjal dipikiranku. Aku sengaja mengajak Baekhyu, AhYoung, Sehun dan Kris untuk mendiskusikan masalah ini di rumahku.

“Maka dari itu aku mengumpulkan kalian disini, kalian sudah kuanggap sebagai teman terdekatku. Aku ingin membuktikan apakah di lubang panggung itu memang bersemayam si hantu atau itu hanya akal-akalan murid yang ingin mengerjai kita.”

“Maksudmu?” ujar Kris bingung.

“Maksudku, aku ingin menyelidiki lubang panggung itu sekali lagi.”

“Ya! Waktu itukan kita tidak menemukan apa-apa? Kurasa percuma saja walaupun kita kembali lagi kesana”, kata Baekhyun.

“Tapi sekarang lain. Sudah jelas kemarin ada orang yang berpura-pura sebagai Sang Hantu kemudian menghilang di lubang panggung”, aku mencoba meyakinkan mereka.

“Mynra-ya mianhae, aku tidak bisa ikut menyelidiki. Kau tahu aku kan?” ucap AhYoung pasrah

Aku hanya menghela napas, “Lalu bagaimana denganmu Kris?”

“Honey, kau tahu aku kan?” ujarnya memelas.

“Ya, aku tahu kalau kau pengecut dan takut hantu”, sindirku.

“A..aku tidak pengecut dan tidak takut hantu!”

“Oh ya?!” cibirku.

“Sudah sudah, kalian ini seperti anak kecil saja”, omel AhYoung.

“Baiklah baiklah, sudah kuputuskan. Yang berangkat menyelidiki lubang panggung malam ini adalah aku, Baekhyun dan Sehun”, jelasku.

“Eh? Aku juga?” sahut Sehun.

“Iya, kau kan pernah bilang kalau kau sebenarnya ingin ikut menyelidiki. Kau lupa?”

“Tapi Sooyun, orangtuaku melarangku keluar malam.”

“Tenang saja. Pura-puralah tidur. Setelah orangtuamu tidur, kau bisa keluar lewat jendela kan?”

“I..iya sih.”

“Kalau begitu sudah tidak ada masalah”, ujarku sambil tersenyum lebar.

***

Kami bertiga sudah berkumpul di dalam auditorium. Sehun berhasil mengelabuhi orangtuanya.

“Baiklah ayo masuk!” pimpinku.

“Mynra-ya, aku takut”, ujar Sehun sambil menarik lenganku. Wajahnya imut sekali saat ketakutan seperti itu.

“Ya! Kau kan namja masa begini saja takut.”

Akhirnya kami bertiga memasuki lubang panggung dan menjelajahi lagi lorong gelap yang panjangnya sekitar 1 mil ini.

“Mynra-ya, memangnya kau mencurigai siapa?” tanya Baekhyun.

“Hm, sebenarnya aku curiga pada err Kim Jongin. Dia anak yang super pendiam dan tertutup. Bahkan saat kutawari apakah dia ingin bergabung dalam drama, dia malah mengacuhkanku. Namun tak jarang aku melihatnya menatapku denagn tatapannya yang tajam. Apa ia tidak suka padaku?”

“Mana aku tahu”, timpal Baekhyun.

“Oh, jadi Kim Jongin itu hantu?” tanya Sehun dengan wajah super polosnya.

“Ani, aku kan tadi tidak bilang kalau Jongin itu hantu. Aku hanya curiga kalau-kalau dia yang ingin menakut-nakuti kita sehingga drama kita gagal. Tapi kenapa? Motifnya apa berbuat seperti itu? Apa karena dia membenci kita?”

“Tapi kita kan baru saja mengenalnya”, sahut Baekhyun.

“Atau ini ulah Kris? Kau tau kan kalau selama ini kris sangat menginginkan peran utama. Pasti ini semua kerjaannya. Awas saja dia!”

Kami terus mengobrol selama menjelajah lorong. Tanpa sadar kami sudah berjalan sangat jauh. Dan sama seperti kemarin, aku tidak menemukan sesuatu yang aneh. Sudah kuduga hantu itu tidak ada. Masalah hantu yang tiba-tiba muncul saat latihan drama kemarin pasti cuma ulah iseng seseorang. Aku harus mencari tahu.

***

“Hey, cepat kemari, ruangan ini mencurigakan”, bisik Baekhyun. Aku dan Sehun segera berlari menghampirinya. Baekhyun mencoba membuka ruangan itu untuk memastikan ada apa di dalam ruangan itu. Akhirnya ruangan itupun terbuka. Ruangan ini terdiri dari perabotan kuno, kain-kain yang bertumpuk, ada banyak sampah makanan yang berserakan dan terdapat sisa makanan yang masih baru. Kemungkinan ada yang menghuni ruangan ini. JoonMyun kah?

“Apakah hantu itu tinggal disini?” tanya Baekhyun bergidik. Sudah kuduga dia takut hantu, lololol.

“Well, tempat ini memang menyeramkan untuk ditempati manusia”, sahut Sehun.

“Memang ada manusia yang tinggal disini. Tapi aku tidak tahu pasti dia benar-benar manusia atau memang hantu betulan”, terangku.

“Hey, jangan-jangan yang tinggal disini adalah manusia pemakan manusia alias manusia kanibal”, ujar Sehun penuh kecemasan kalau-kalau kata-katanya benar.

“Ya!! Jangan malah menakut-nakuti seperti itu! Kau membuatku merinding tau!” bentak Baekhyun.

“Sudah-sudah! Jangan berdebat. Lebih baik kita pergi dari sini. Besok kita laporkan hal ini pada Miss Sunkyu. Dan katakan padanya kalau ada orang yang tinggal di dalam lubang panggung. Oke?”

Kami bertiga memutuskan untuk keluar dari ruangan ini. Selain udaranya yang super pengap, kami juga sudah teramat lelah sehingga kami tidak sanggup menelusuri lorong lebih jauh lagi.

“Ups, ada masalah”, kata Baekhyun.

“Ada apa?” tanyaku dan Sehun hampir berbarengan.

“Kita terkunci. Pintunya tidak bisa dibuka”, ujar Baekhyun ngeri.

“Jangan bercanda, Baekhyun! Cepat buka pintunya!” pekikku.

“Aku serius! Kita benar-benar terkunci”, ujarnya

“Coba aku yang buka. Mungkin saja kau kurang kuat menarik gagang pintu”, tawar Sehun. Sehun segera meraih gagang pintu lalu menekan dan memutarnya kemudian menariknya dengan paksa.

Cklek

“Yes, berhasil!” serunya.

“Wow, kau hebat!! Kurasa kau bisa lebih diandalkan daripada Baekhyun, Sehun”, pujiku sekaligus menyindir Baekhyun. Baekhyun langsung mengerucutkan bibirnya.*kyya

“Haha, kau bisa saja”, ujar Sehun tersipu malu

“Ya! Kalian berdua! Berhenti mengejekku!” ujar Baekhyun bersungut-sungut.

Kami berhasil membuka pintu. Namun tampaknya kami tidak benar-benar terlepas dari masalah. Karena di hadapan kami kini sudah berdiri sosok yang menyeramkan dengan seringaiannya yang mengerikan nampak tidak cocok dengan paras tampan, kulitnya yang putih dan double eyelids nya yang terlihat ramah

***

Kami bertiga terbelalak ngeri melihat sosok yang tengah berdiri di hadapan kami.

“Huh, kalian lagi. Sudah kubilang untuk pergi dari sini. Apakah peringatanku kurang??”

“Ja, jadi kau yang menulis surat peringatan di lokerku?” tanyaku dengan suara parau.

“Aku tidak tahu apa yang kau maksud, nona. Tapi yang jelas kalian sudah menggangguku. Mengganggu ketenanganku. Kalian harus merasakan akibatnya!!

JoonMyun mengangkat kayu yang dipegangnya tinggi-tinggi hendak mengarahkannya pada kami. Andwe!! Kami bertiga segera lari tunggang langgang. Naas, disaat seperti ini kakiku malah keseleo. Sial! Aku tetap memaksakan tubuhku untuk melangkah menjauhi JoonMyun yang tengah mengejar kami.

Baekhyun mengambil sesuatu dari ranselnya. Sekaleng coke yang belum diminumnya. Kemudian ia berbalik dan melemparkannya pada JoonMyun. Kaleng coke itu melayang tepat mengenai kepala JoonMyun. Hasilnya, JoonMyun tidak pingsan tapi malah semakin marah. Ya, Baekhyun memang bodoh! ck ck..

“Kau mau membuatnya pingsan dengan sekaleng coke? Yang benar saja?” protesku pada namja yang berlari disamping kiriku, byun Baekhyun.

“Aku tidak punya senjata lain hh hhh, kuharap dia suka dengan coke yang kuberikan hehe.”

“Pabo!”

“Sial, dia masih saja mengejar kita!” rutuk Sehun.

Aku terkesiap ketika melihat setitik cahaya terang. Itu pintu lubang panggung! Aku berlari lebih cepat. Beberapa saat kemudian kami bertiga sudah tiba di depan pintu lubang panggung. Sehun membantu menaikkan aku ke atas kemudian disusul olehnya. Baekhyun menjadi yang terakhir naik ke atas. Saat Baekhyun berusaha naik ke atas panggung, JoonMyun menarik kaki Baekhyun sehingga Baekhyun terjatuh. Terjadi pergulatan singkat antara Baekhyun dan JoonMyun. Baekhyun berhasil mendorong JoonMyun sampai jatuh, kemudian ia segera melompat ke atas panggung dan menutup rapat pintu lubang panggung itu. Kami terkulai lemas. Aku tidak menyangka sekaligus lega, beberapa menit yang lalu kami bertiga dalam bahaya tapi sekarang kami selamat.

***

Esok harinya aku masuk sekolah seperti biasa. Wajahku kusut denagn lingkaran hitam seperti panda menghiasi mataku karena kurang tidur.

“Bagaimana penyelidikanmu kemarin? Apa kau bertemu dengan hantu penyebab masalah itu?” tanya AhYoung lirih.

“Huh, bukannya bertemu si hantu aku malah bertemu orang gila!”

“Hah? Benarkah?”

“Benar, kemarin kami hampir dalam bahaya tapi kami dapat meloloskan diri.”

“Apakah orang gila yang kau temui itu si hantu?” tanya AhYoung penasaran.

“Entahlah. Tapi yang jelas, dia hantu atau bukan, dia sangat mengerikan.

Secara tidak sengaja aku menoleh ke arah Jongin. Lagi-lagi ia tersenyum padaku, senyuman yang dingin.

***

Sepulang sekolah tepat aku, Baekhyun dan Sehun pergi ke auditorium. Tapi kurasa yang lainnya masih belum datang termasuk Miss Sunkyu. Saat kami tiba di auditorium, mata kami bertiga langsung terfokus pada sesuatu yang terpampang jelas di background panggung. Kami menatapnya dengan ngeri, kain putih yang menempel di background panggung dan ditulisi dengan menggunakan suatu cairan berwarna merah pekat seperti darah, disitu tertulis,

MENJAUH DARI RUMAHKU!!

Clue Part 3 [END]

“… Sudah kubilang jangan mendekati rumahku!!~

“… Nam Mynra, apa kau punya bukti kalau dia tidak bersalah?”

“… Bruuk!!~ Yak!~ kau mau ap-mmpppffttt..

“…aku.. ti-mmpppfftt… tidak bisa-mmpppfttt.. berna-mmppptt..fas…hhh…”

“…mohon..hhh..lepaskan aku..mmfpptt…”

-To Be Continued-

hooyysshhh.. selesai juga part ini. mihihiy.. kurang panjangkah? mianhaeyo readerdeul. Tapi semoga puas ya. Oh iya, nanti di part selanjutnya ada unsur yadongnya dikit gak apa-apa ya?Hehehehe~~ ^^v

Yorubun… Annyeonghigaseyo… ❤

 

Gambar

Sampai sekarang, SM Entertainment belum menentukan nama fans resmi untuk EXO-K dan EXO-M. Namun, di kalangan para lovers boyband yang melejit lewat album MAMA ini, telah beredar nama fans sementara untuk EXO, yakni Exotics. Sementara, ada pula sumber yang mengatakan kalau nama fans untuk EXO-K adalah Longitude, sedangkan untuk EXO-M adalahLatitude. Yah, ini juga masih rumor-rumor belum jelas sih.

Oke, sementara kita nunggu nama official dari SMEnt, mending kita pakai dulu nama yang ada ini. Siapa tau, kalau Exotics udah banyak, terus dijadiin nama official deh sama SMEnt.

Nih admin share-in nama fansclub buat member-member EXO. Tapi inget, ini nama unofficial lho ya…

EXO: EXOtics

EXO-K: Longitude

EXO-M: Latitude

Xiumin: Snowflakes / XIUMINions

Luhan: Telekinetics / Rubies

Kris: Dragons / KRISmatic

Suho: Aquatics / Guardian Angels

Lay: Healers / Unicorns

Baekhyun: Shiners / BAEKoni

Chen: Sparks / CHENsations

Chanyeol: Pyromaniac / Creepers

D.O: Earthlings / D.Onuts

Tao: Cronics / FanTAOstic

Kai: Teleporters / KAI-otic

Sehun: Whirlwinds / Hunnie (Honey)

Sip, jadi itu tadi nama-nama fans (unofficial) dari member-member EXO. Mau dipakai, silakan. Ada nama lain yg lebih bagus, monggo. Kalau punya nama yg lebih bagus, jangan lupa di-share, fine? :-D

 

The Phantopm Of The Opera (EXO Version) Chapter 1

The Phantom Of The Opera (Chapter 1)

Author: Candy Girl a.k.a Febby Sabrina

Cast: Nam Mynra, Byun BaekHyun
Support Cast: Xi LuHan (EXO-M), Kim JoonMyun (EXO-K),Oh Sehun (EXO-K), Wu Yi Fan (EXO-M),  Lee Sunkyu a.ka Sunny ( SNSD), Choi AhYoung ( OC a.k.a You )
Genre: Mystery, Romance, Friendship
Rating: PG-13
Length: Sequel
Warning: AU, typo, alur gaje
A.N: Mohon RCL ya~ klo di RCL di doain bsa nikah sama bias masing- masing^^ #pray. Ini FF pertama ku… jadi mian klo gk bagus ._.
oKAI,,, Happy Reading Chingudeul
Summary:
You must make the audience enjoy the show to finish..
 
Therefore you must finish the story..
 
The story that never ends..
***
Mynra POV
“Anak-anak, apakah kalian sudah memikirkan apa yang akan kalian tampilkan pada festival kebudayaan SMU kita bulan depan?” ujar Miss Sunkyu , wali kelasku.
Aku segera mengangkat tanganku buru-buru seolah sudah mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh Miss Sunkyu.
“Ne, apa yang akan kau sampaikan Nam Mynra ?”
“Err..aku hanya ingin mengusulkan, bagaimana kalau drama saja. Festival kebudayaan berlangsung satu minggu lagi dan itu juga tidak akan lama lagi, kurasa tidak masalah kalau kita meminta waktu satu hari untuk menampilkan drama yang akan kita mainkan Miss”, ujarku panjang lebar.
“Wah, that’s a good idea!” ujar Miss Sunkyu bersemangat.
“Lagipula sudah banyakkan  tarian dan permainan musik yang akan ditampilkan oleh kelas lain, kecuali drama. Kurasa kelas lain takut untuk mengambil resiko bermain drama yang sulit dan membutuhkan biaya banyak untuk keperluan panggung. Apalagi kondisi panggung auditorium kita yang seperti itu. Baiklah anak-anak, kita tidak boleh kalah! Sekarang kita tentukan drama apa yang akan kita tampilkan?” tambahnya lagi .
Selagi Miss Sunkyu berpikir tentang drama apa yang akan kita tampilkan, aku berbisik pada AhYoung, sahabatku.
“Youngi-ah Tadi kau dengar tidak songsengnim bilang apa?” tanyaku pada AhYoung.
“Memangnya  tadi dia bilang apa?” sambil mengucek(?) matanya yang berair.
Belum sempat aku menjawab, seseorang telah menyela perkataanku.
“Maksudmu tentang auditorium sekolah  yang bermasalah itu?” kata BaekHyun.
“Ya, kau benar. Aku pikir tadi Miss Sunkyu  tidak akan setuju pada usulanku tentang  drama ini karena sudah hampir 70 tahun auditorium itu tidak pernah dipakai.” tambahku.
“Memangnya kenapa auditorium iyu  tidak dipakai? Apakah rusak?” tanya AhYoung penasaran  padaku dan BaekHyun. Sedangkan aku dan BaekHyun hanya saling memandang.
“Ya! Kau ini kemana saja sih Youngi-ah, memangnya kau tidak tahu cerita tentang auditorium itu?” ujar BaekHyun jengkel.
“Begini, menurut desas-desus dan pengakuan salah satu guru yang sudah pensiun  disini, dulu sekitar 70 tahun yang lalu, auditorium itu digunakan sebagai panggung pertunjukan drama  yang berjudul The Phantom of The Opera. Namun pada saat pertunjukkan akan dimulai, anak yang  akan memerankan Sang Hantu menghilang dan tidak pernah ditemukan sampai sekarang”, kataku panjang lebar.
“Kemungkinan anak itu sudah mati dan mayatnya masih berada di auditorium sekolah kita itu”, timpal BaekHyun.
“Maksud kalian auditorium itu berhantu?!” pekik AhYoung dengan ekspresi ketakutanny dan juga O_O
“Ssttt! Yak!! Jangan keras-keras kalau bicara Youngi-ah”, omelku.
“Ha..habis..nya”
“Dan begitulah, sejak peristiwa itu, auditorium  bermasalah itu tidak pernah dipakai. Tapi sepertinya tidak untuk tahun ini, karena sepertinya Miss Sun..kyu..ak..”, belum sempat Jinki menyelesaikan kalimatnya Miss Sunkyu kini sudah berdiri di depan kami bertiga sambil memasang wajah masamnya.
“Apa yang kalian ributkan dari tadi heh?! Bukannya ikut berpikir tentang drama apa, kalian malah asyik ngobrol sendiri!!” ujar wali kelasku itu sambil bersungut-sungut.
“Ayo jawab! Jangan diam saja, atau kalian ingin kuhukum membersihkan toilet sepulang  jam sekolah?”
“A..anu, kami juga sedang membahas masalah drama, Miss”, ucap BaekHyun ragu. Sedangkan aku dan AhYoung  hanya diam saja.
“Drama apa?”
“Err.. The Phantom of The Opera.. itu..itu..”
BaekHyun PABO!! Kenapa bilang? Bagaimana kalau Miss Sunkyu  marah..
“Wah itu kan drama yang disadur dari novel legendaris yang berjudul sama!” ujar Miss Sunkyu antusias, eekkhmm… bahkan sangat antusias
Eh?
Kemudian guru muda itupun bercerita. “Dulu aku sempat membaca novelnya sewaktu aku masih kuliah sastra inggris di Perancis. Novel yang sangat bagus dan mengguggah adrenalinku, though it’s a tragic story but it’s exciting!! Thing that thrill me most is the romance between The Lady and The Phantom.”
“Wah apakah anda tahu akhir dari cerita?”
“Ofcourse I know, but it’s only through the novel. Aku memang membaca sampai habis ceritanya, tapi aku tidak bisa menikmati ceritanya sampai habis di panggung.”
“Eh? Apakah maksud anda..”
“Ya, benar. Aku melihat langsung pertujukan drama musical ini di gedung opera Perancis.”
“Kenapa anda tidak melihatnya sampai selesai?” tanya BaekHyun
“Waktu itu ada kasus, pemeran The Lady tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri dalam waktu yang lama. Akhirnya tirai panggung di tutup. Mungkin pemeran The Lady itu pingsan karena lelah.”
Kami hanya ber-oh ria sambil mengangguk-angguk.
“Tapi, kurasa kita harus menyelesaikan ceritanya di panggung kita!! dan diakhiri dengan adegan yang sangat romantis!!” seru Miss Sunkyu  dengan semangat yang menggebu  sambil menepukan tanganya diudara.
E…uuhhh?? Jangan bilang kalau…
“Baiklah anak-anak drama yang akan kita tampilkan saat festival kebudayaan nanti sudah ditetapkan!! Kita akan menampilkan drama yang berjudul The Phantom of The Opera! Setuju??”
Semua murid bersorak setuju, sedangkan kami bertiga hanya menganga tidak percaya dan saling pandang satu sama lain. Melihat yang lainnya bersorak menyetujui usulan Miss Sunkyu, kami hanya bisa tersenyum pasrah. Walaupun sesungguhnya hati kami menjerit.
Kenapa mereka dengan mudahnya setuju??
Tidak kah mereka tahu kisah tragis drama itu 70 tahun lalu?
***
“Hei, Byun BaekHyun! Apa kau sudah membicarakan masalah ini?” tanyaku pada BaekHyun saat kami berjalan berdua menuju loker kami. Loker kami bersebelahan. Sebenarnya bersebelahan juga dengan AhYoung, namun AhYoung  tidak bersama kami sekarang. Ia sudah pulang duluan. Aku, BaekHyun, dan AhYoung sudah bersahabat sejak SD.
“Sudah, dan kau tahu apa kata Miss Victoria setelah aku menceritakan desus-desus itu?” tanyanya dengan raut menyebalkannya.
“Apa katanya?”
“BaekHyun, hentikan cerita konyolmu itu. Cerita 70 tahun lalu itu tidak ada hubungannya dengan drama kita. Jangan kau pikir dengan mengarang cerita kalau auditorium itu berhantu dan menyeramkan , aku akan menggangtikan peranmu sebagai Sang Hantu. Cih! Menyebalkan sekali guru itu!” ucapnya bersungut-sungut
“Ne, aku benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa dia langsung menunjuk kita berdua sebagai pemeran utamanya? Ck!” ujarku lemas.
“Ahh..bagaimana ini, Mynra? Aku kan yang memerankan Sang Hantu. Bagaimana kalau a..aku juga..”, ucap BaekHyun gusar.
“Tidak BaekHyun, jangan negative thinking dulu. Bukankah ini drama biasa seperti drama-drama yang lain. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah berlatih dan menampilkannya dengan yang terbaik  pada festival budaya nanti. Bayangkan saja hadiah yang kita dapat nanti kalau kita menang!! Ayolah semangat!!”
“Ya, kau benar.” ujarynya lesu
Normal POV
Setelah mengambil barang-barangnya dari loker, BaekHyun dan Mynra bergegas meninggalkan tempati itu. Tanpa mereka sadari seseorang telah bersembunyi di balik dinding, mengawasi dan mencuri dengar pembicaraan mereka.
***
Mynra POV
Setelah sampai di kamarku, aku segera melempar tasku kemudian menghempaskan tubuhku di atas kasur.
Aku kembali mengingat-ingat kejadian tadi siang dimana Miss Sunkyu menunjukku dan BaekHyun untuk menjadi pemeran utama dalam drama musikal itu, sebagai Lady Christine dan Edward, Sang Hantu.
Huh, mentang-mentang aku dan BaekHyuni ikut club drama. Tapi baguslah toh hobiku dapat tersalurkan, dan kalau drama ini sukses aku bisa menjadi terkenal dikalangan murid-murid Hahaha…!!. Aku segera membongkar isi tasku mencari ponselku dan menghubungi BaekHyun. Kurasa dia masih syok akan perannya.
Ketika aku menggeledah aku menemukan secarik kertas berwarna pink pastel, warna kesukaanku  yang terselip dibuku tebal yang kuambil dari loker tadi. Wah apa ini..
Dear Princess..
 
Kau tahu aku sangat menyukaimu sejak lama. Bahkan aku benar-benar mencintaimu honey.
 
Kau tahu honey, kau bagai seorang dewi yang sangat cantik,baik hati  dan selalu menyinari lubuk hatiku yang beku dan mencairkan hatiku. Menghangatkan hatiku..
Aku ingin kau menjadi  yeojachinguku bla bla bla………….
Karena dirimu selalu ada  di hatiku  walau bla bla bla……….
Aku malas membacanya, tulisannya rapi juga  ditulis dengan tinta warna-warni. Huh, siapa yang usil  seperti ini? Cih menyatakan cinta  padaku menggunakan  surat, norak sekali!
Err..pengirimnya..
‘Your secret admirer a.k.a W.F’
Hah? Lelucon apalagi ini?
Keesokan harinya aku kembali menemukan surat cinta norak itu di lokerku, surat cinta berwarna pink pastel  dengan tulisan warna-warni. Isinya adalah puisi cinta yang dibuatnya semalaman sampai tidak tidur. Aku tidak menghiraukan surat tidak jelas itu dan segera bergegas ke kelas dengan raut wajah jelek.
“Baiklah anak-anak, kemarin saya sudah menentukan siapa saja yang menjadi pemeran diatas panggung nanti. Dan siapa saja yang bertugas di belakang panggung. Semalaman itu ibu membuatkan naskah ini sampai tidak tidur, silahkan dibaca.”
Aku membolak-balikan naskah ini. Wah hebat! Naskah ini ditulis dan disusun serapi ini. pppfftt..namanya juga Miss Sunkyu. Aku mulai mengamati dialog dan adegannya satu per satu dengan teliti. Dialogku memang banyak tapi tidak sulit untuk dihafalkan. Tapi ada yang janggal, aku memicingkan mataku untuk memperjelas penglihatanku pada adegan akhir cerita. Kenapa ada adegan CIUMANNYA?!!~
Aku mengangkat kepalaku hendak protes, tapi kurasa tidak hanya aku yang ingin protes. BaekHyun pun sepertinya juga.
“Maaf, Miss. Kenapa di akhir cerita ada adegan seperti ini?” tanyaku gusar.
“Benar, ini kan hanya drama selevel anak SMA. Apa adegan seperti ini tidak terlalu vulgar?” timpal BaekHyun.
“Hufft!! Dimana-mana drama ini diakhiri dengan adegan ciuman sayang… Bagaimana bisa drama ini dibuat berbeda dari aslinya?”
“Tapi songsengnim..”, ujarku memelas, tapi sepertinya guru cerewt itu tetap tidak mau tahu.
“Sudahlah Mynra-ya, kita latihan saja yuk!” ajak BaekHyun, untung yang jadi lawan mainku ini sahabatku sendiri, tapi tetap saja uhh!
Kami latihan selama 3 jam sepulang sekolah. Ternyata drama ini tidak semudah yang aku duga. Ditambah lagi sutradaranya adalah Miss Sunkyu  yang perfeksionis. Aku harus benar-benar menghayati peranku ini.
Sudah pukul 5 sore, akhirnya kami semua pulang. Sebelum pulang aku kembali membuka loker untuk mengambil tas dan sepatuku. Lagi-lagi surat cinta!
Dear Princess..
 
Hatiku benar-benar hancur, kenapa kau menyakitiku..
Bla bla bla……..
Aku sangat senang apabila kau berperan menjadi seorang Lady Christine, cocok sekali denganmu.
Tapi kenapa yang menjadi lawan mainmu si BaekHyun PABO itu..
Kenapa bukan aku? Aku sangat tampan, baik hati, pintar..
Bla bla bla
Jadi lah Yeojachinguku honey…
I LOVE YOU
 
W.F
Mwo?? Apa-apaan ini? Siapa sih yang iseng begini?! Apa ini perbuatan BaekHyun ya?
Deg!
Aku merasa ada seseorang yang sedang mengawasiku.
“Yak!! Ayo keluar! Jangan sembunyi! NUGU?!”
Suaraku menggema. Sekolah sudah sepi ditambah langit sudah gelap. Tadi BaekHyun ijin pulang lebih awal karena kepalanya sakit.
Aku segera membereskan barang-barangku dan beranjak pergi. Aku merasa diikuti oleh seseorang namun ketika kutoleh ternyata tidak ada siapa-siapa.
Langkah namja yang mengikutiku semakin sangat jelas terdengar. Aku menoleh ke belakang dan menemukan sesosok yang tengah memandangku dengan tatapan sendunya.
“Kenapa kau belum pulang? Kau anak kelas sebelah kan?” tanyaku dengan nada ketus
“Aku menunggumu honey.”
“Eh? Jangan-jangan kau mau mencuri ide pertunjukan kami ya?” tuduhku masih dengan nada ketus
“Aniyo! Aku benar-benar menunggumu, oh ya, apa kau mau menjadi yeojachinguku?”
Aku berhenti melangkah kemudian berbalik,
“Yak!! Jadi kau yang mengirimiku surat cinta menjijikkan itu?”
“Yak!! Itu surat cinta yang kubuat dengan susah payah tau!!” >o<
“Kalau begitu, mau kau kemanakan pacar-pacarmu hah? Dasar playboy tengik!” omelku.
Sedangkan dia hanya tertawa seenak jidatnya.
“Tapi aku serius Mynra-ya?!”
“Hentikan omong kosongmu itu atau kutendang kau!”
“Hei, tapi aku benar-benar kecewa kenapa si BaekHyun bau kunyit(?) itu yang jadi lawan mainmu nanti?!”
“Miss Sunkyu yang menentukannya!.”
“Oh, guru pendek itu ya?” #Mian S♥ne
Aku hanya menjitaknya. Dia Wu Yi Fan teman baikku dan BaekHyun. Kami bertiga satu klub teater. Kris ini cukup populer dikalangan para wanita karena tampan. Dia juga jago olahraga. Kalau dia tahu aku bicara begini pasti dia besar kepala. Huufffttt…
***
“Selamat pagi anak-anak! Hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo perkenalkan dirimu, nak”, ujar Miss Sunkyu bersemangat.
“Halo namaku Oh Sehun, tapi kalian bisa memanggilku Sehun saja. Salam kenal ya”, ujarnya sambil tersenyum ramah.
Dan kau tahu? Dia sangat tampan! Dia terlihat seperti ulzzang! Tapi sepertinya aku harus tertawa seperti yang lainnya. Sehun memang tampan tapi lihat dandanannya, culun sekali. Rambut hitam agak panjang disisir rapi kesamping dengan tak-sehelai-pun-rambutnya-mencuat. Kemudian bajunya sangat rapi dengan ikat pinggang hitam yang dipakainya sampai setinggi perut. Dasinya tergantung rapi dikerah lehernya. Kemudian sepatu hitam dan tas ransel biru. Hahaha dia pikir ini sekolah dasar? Tapi kuakui aku memang sedikit terpesona oleh ketampanannya.
Kemudian songsengnim mempersilahkannya duduk. Tanpa sadar aku memperhatikannya sampai seseorang mengagetkanku.
“Ya! Kau suka padanya?” tanya AhYoung seenak jidatnya tanpa menghiraukan sekelilingku.
“Ya! Jangan keras-keras! Kau mau membuatku malu Youngi-ah?” ujarku tertahan.
“Hahaha, mian, habis kau lucu sih.”
Tapi kurasa AhYoung  benar, aku tertarik padanya.
Saat istirahat tiba aku mengajak Sehun keliling sekolah kemudian kami makan berdua di kantin. Ternyata Sehunadalah anak yang ramah dan menyenangkan, dia juga lebih tua beberapa bulang diatasku.
“Hei, andai saja penampilanmu diubah sedikit saja pasti kau akan terlihat sangat tampan”, ujarku. Ia hanya tersenyum. Kemudian aku mengacak rambutnya. Menarik dasinya dan mengeluarkan bajunya yang sebelumnya terbingkai rapi oleh ikat pinggang.-_- #Mynra mau apain nampyeon gw heh??
“A..apa yang kau lakukan?”
“Wah! Kau terlihat lebih keren!!”
“Tapi apa tidak apa-apa aku takut kalau aku nanti akan dihukum kalau tidak berpakaian rapi di area sekolah.”
“Hey lihat sekelilingmu! Hampir semua namja disini berpenampilan seperti itu! Sudahlah santai saja!”
Kemudian aku menggandeng tangan Sehun#minta di hajar# dan mengajaknya kembali ke kelas.
“Waah, kenapa penampilannya jadi seperti ini? Kau apakan dia eh..? Jangan-jangan dia kau nodai?” ujar AhYoung yang sukses membuat darahku mendidih.
“Sembarangan!!”, jawabku ketus.
“Mnyra-ya, kau dan aku dipanggil ke ruangan Miss Sunkyusekarang”, kata BaekHyun.
“Jeongmal? Baiklah ayo!”
Aku dan BaekHyun memasuki ruang Miss Sunkyu.
“Ada apa Miss?”
“I have a good news to you. Tadi aku sudah meminta izin pada kepala sekolah untuk meminjam auditorium demi kepentingan drama kita. Ternyata diizinkan! Kupikir tidak diizinkan karena kasus 70 tahun lalu itu. Tapi syukurlah, jadi mulai nanti kita latihan di auditorium. Aku sudah mendapatkan kuncinya.” Ujar Miss Sunkyu sambil memamerkan eye-smilenya.
Yah padahal akan lebih baik kalau tidak diizinkan.Batinku
“Dengar ya, yang harus kalian lakukan nanti adalah totalitas! Oh iya sepertinya kita akan membutuhkan pemeran tambahan untuk si penggubah lagu. Aku sudah meminta  bantuan pada Kim JoonMyun dari klub musik.  Dan dia menyetujuinya.”
“Bukankah Kim JoonMyun itu murid kelas lain, ya Miss?
“Yeah you’re right, but there’s one time you must play the piano. Ada adegan Sang Hantu harus memainkan piano”, ujar Miss Sunkyu.
“Ah, benar juga~” ucapku lesu
“Baiklah nanti kita bertemu di auditorium jam 2 siang. Ingat! On Time!”
“Err.. Miss, bukankah semua murid kelas kita harus ikut berpartisipasi dalam drama ini? Maksudku Sehun, dia juga berperan kan?” tanyaku ragu.
“Hmm, kurasa dia akan berperan di belakang panggung.” jawabnya lagi.
***
“Setelah ini, kau mau kemana?” tanya Sehun, sambil menggandeng tanganku.
“Kami semua akan ke auditorium untuk latihan drama festival kebudayaan. Miss Sunkyu bilang, kau juga dapat peran walaupun kau anak baru. Jadi jangan khawatir.”
“Wah benarkah!! Aku senang sekali!” ucapnya Sumringah.
“Ne, ayo kita ke auditorium sekarang. Hei,Sehun. Kau tau tidak? Sebenarnya auditorium sekolah ini sempat bermasalah.”
“Eh? Bermasalah kenapa?”
“Katanya, 70 tahun lalu ada murid-murid sekolah ini mementaskan sebuah drama. Tapi si anak lelaki pemeran utama itu menghilang sebelum drama berhasi atau selesai dipentaskan. Ada yang bilang anak lelaki itu jatuh ke lubang panggung dan tidak diketemukan hingga sekarang! Jangan-jangan anak itu menjadi hantu gentayangan”, ceritaku panjang lebar.
“Wah jangan-jangan kau takut cerita hantu ya?” ujar Sehun meremehkan.
“Anii, malah aku penasaran seperti apa lubang panggungnya. Kau sendiri?”
“Kalau aku agak kurang percaya oleh hal-hal seperti itu haha.”
***
Kami semua sudah berkumpul di auditorium ini. Auditorium ini memang terlihat kuno sekali namun bersih dan terawat. Karena setiap bulan pasti kepala sekolah menyuruh petugas untuk membersihkan auditorium ini, jadi walaupun nyaris 70 tahun tak terpakai auditorium ini tetap terawat.
Selagi aku memerankan Lady Christine, aku selalu dapat menangkap Sehunyang tengah menyemangatiku sehingga aku yang semula gugup menjadi tidak gugup lagi.
Adegan saat ini adalah pada waktu Christine bertemu seorang penggubah partitur kuno, Albert, yang diperankan oleh JoonMyun
Christine meminta Albert untuk mengajarinya menyanyikan lagu itu.
Setelah satu jam berlatih akhirnya kami pun beristirahat.
“Wah kau hebat sekali Mynra! Aktikngmu benar-benar keren!” ujar Sehun dan anak-anak lainnya. Aku yang mendengarnya menjadi tersipu malu.
Tapi ada yang aneh, kenapa manusia satu ini ada disini?
“Ya! ,Kris kenapa kau ada disini? Kau mau jadi mata-mata dan mengkopi drama kami ya?” tuduhku tak berperasaan pada namja yang bernama Kris ini.
“Enak saja! Aku kesini untuk melihat akting bidadariku. Lagipula disini ada JoonMyun teman sekelasku”, ujarnya.
“Oh andai saja aku dan bidadariku dapat bersatu di atas panggung”, tambahnya kemudian.
Aku hanya mengerucutkan bibirku dan berlalu dari hadapannya. Aku duduk di sebelah Sehun dan ngobrol banyak dengannya.
Setelah 30 menit istirahat, kami melanjutkan adegan tarian yang telah diajarkan Miss Sunkyu pada latihan sebelumnya. Anak-anak yang terpilih, termasuk aku, menarikan tarian klasik ini sambil bernyanyi. Ehem! Suaraku memang tidak begitu bagus tapi juga tidak terlalu jelek!.
Setelah tarian usai dilanjutkan dengan adegan munculnya Sang Hantu yang mengaku bernama Edward, ia menghampiri Christine kemudian bersyair. Syair yang menghibur hati Christine karena tak kunjung menguasai nada-nada dalam partitur kuno itu padahal pentas sudah dekat.
Oh, dramatis sekali..
Pentas pun tiba, Christine sangat gugup. Namun, berkat dukungan dari Sang Hantu di belakang panggung, ia kembali tegar dan bersemangat.
Perlahan-lahan, Christine mencintai Sang Hantu. Sang Hantu pun mencintai Christine. Ia hadir karena ingin membantu Christine menjadi seorang bintang melalu pentas seni ini. Sang Hantu yang bernama Edward menyamar sebagai Albert kemudian mengajari Christine menyanyi. Pentas seni itupun akhirnya sukses, Christine mendapat banyak pujian dan menjadi terkenal dalam sekejap. Pada akhir cerita Christine dan Edward berciuman. Ciuman perpisahan karena Edward akan kembali ke alam sana setelah menunaikan tugasnya di dunia yaitu membahagiakan gadis yang dicintainya. Namun kepergian Edward membuat Christine sangat terpuruk, walau kini ia telah berada dipuncak ketenaran.+
The end.
Well, it’s a tragic story right? Kisah romansa antara Christine dan Edward ini tidak happy ending.
Tapi tentu saja aku dan Jinki tidak berciuman seperti dalam naskah itu. Huh, tidak akan pernah! Lagipula ini kan cuma latihan.
Ngomong-ngomong sudah 20 menit berlalu sejak istirahat, aku tidak melihat sosok Miss.Sunkyu.
Biasanya beliau selalu me-review tiap-tiap adegan yang kami lakukan. Kemana dia?
Karena kami merasa ada yang tidak beres akhirnya kami semua berpencar untuk mencari Miss Victoria ke seluruh sudut sekolah.
Kebetulan, aku, Baekhyun, Sehun dan Ahyoung mencari dalam auditorium. Saat aku dan Sehun mencari Miss Sunkyu di gudang penyimpanan perkakas panggung. Aku mendengar teriakan Ahyoung dari arah panggung.
KYAAAAA!
Hah? Ada apa? Aku dan Sehun segera bergegas menuju belakang panggung. Disana kulihat Baekhyun  dan Ahyoung memandangi lubang panggung itu dengan tatapan ngeri.
“A..ada apa?”
Aku dan Sehun berlari menghampiri Baekhyun dan Ahyong. Kemudian kuarahkan pandanganku ke arah lubang panggung.
“Ya Tuhan! MISS SUNKYU!!!”
To be Continued

Welcome To EXO Showcase Part 1

Kembali dengan Fanfiction gaje yang masih berhubungan dengan EXO.
SELAMAT MEMBACA XD

Title           : Welcome to EXO Showcase [ part 1]

Author     :  Choi Ji Neul

Rating      :  General

Genre       :  Comedy,Friendship.

Cast           :  Song Jae Hyun , Choi Ah Young, Kim Min Ji

Length     :  Chaptered

Suara teriakan itu masih terdengar di ruangan berukuran 3×4 meter. Kamar yang cukup luas untuk 2 wanita ini. Mereka berdua berada di depan komputer jinjing milik salah satu dari wanita tersebut. Mereka tak hentinya berteriak melihat Music Video dari boyband pendatang baru, EXO. Yang terbagi menjadi dua bagian. EXO-K untuk korea dan EXO-M untuk Mandarin. Mereka tak henti mengagumi dari salah satu member itu.

“Lihat,Jae ! Chan Yeol tampannya di MAMA itu.” Dia berseru wanita yang bernama Ah Young  itu.

“Ani, lebih tampan Suho daripada dia.” Bela Jaehyun.

“Aigo, kau ini. Yeol yang lebih tampan. Dia pangeranku. Aaaah, chanyeol.”

“Mimpi sekali kau sempatnya memanggil Yeol pangeran.” Jaehyun bangun dari duduknya. Menuju meja mengambil ponselnya.

“Aish ! Jae kau begitu sekali dengan sahabatmu ini.” Ah Young melanjutkan tontonannya.

“Yeobeoseyo.” Jawab Jaehyun ke ponselnya.

Suara wanita terdengar “Jae,ini aku.”  Jae mengernyit heran.

“Ini aku Minji, aku pakai ponsel temanku. Oh iya, ini besok kamu mau datang ke acara EXO Showcase tidak? Aku punya dua tiket untukmu dan Yong Seo.” Jaehyun langsung tersenyum. Matanya melihat ke arah Ah Young yang masih berkutat pada laptopnya.

Dia pun kembali tersadar dari lamunannya tadi membayangkan wajah Ah Young yang kaget mendengar ucapannya nanti.

“Ah, boleh boleh, kok bisa dapet tiketnya?”

“Bisa dong. Min Ji gitu. Aku kan juga ikut dan baru inget kau dan Ah Young juga suka sama EXO kan. Jadi aku ajak saja.”

“Oh, oke deeeh makasi yah. Mau jam berapa kesana? Bareng yah?” Ajaknya pada Min Ji.

“O, iya bareng. Kita ketemu di depan Olympic Hall yah?”

“Baiklah, aaah jeongmal gomawoyeoooo, Ji !” ujar Jaehyun senang.

“Oke, sama-sama. Aku tutup yah. Bye.”

“Byeee.” Pembicaraan pun selesai. Jae Hyun berteriak nyaring. “AAAAAAAH~” sudut ruangan terdengar gema dari suara Jae Hyun. Apalagi berada di ruangan itu, yaitu Ah Young. Dia menutup telinganya mendengar teriakan Jae Hyun. Wanita itu menghampiri Jae Hyun. Sampai di samping Jae Hyun langsung saja menjitak kepala Jae Hyun.

PLETAK. “Aduuuh, Yong. Kok mukul sih?”  Jae Hyung meringis kesakitan. Ah Young mendecakkan lidah. Merasa kalau temannya ini sudah gila.

“Micheosseooo ~ kau berteriak malam-malam begini. Kalau ada yang mendengar mu teriak. Bisa-bisa kita dimarahin.” Ah Young kembali ke tempatnya. Merasa tak bersalah atas perlakuannya tadipada Jae Hyun.

“Tapi kan sakit tau.” Jae Hyung menghampiri Ah Young yang masih sibuk berkutat dengan laptop. Dia mengamati kegiatan Ah Young yang masih saja melihat Music Video EXO.

“Kamu itu tadi kenapa teriak sih? Bikin kaget tau.” Tanya Ah Young. Matanya masih terpaku pada layar laptop didepannya.

“Kau tau kita besok ke Olympic Hall. Mau tidak?” Jae Hyun menyembunyikan senyumnya ingin melihat reaksi temannya ini.   Ah Young menatap tajam ke Jae Hyun yang barusan bicara tentang Olympic Hall. Seperti penasaran dengan apa yang diucapkan si JaeHyun. Dia mendekat ke arah Jae Hyun. “Maksudmu kita akan nonton Showcase EXO? Beneran?”

Jaehyun mengangguk menyetujui pertanyaan Ah Young tersebut. Sontak Ah Young memeluk Jae Hyun erat. Menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan. Membuat Jae Hyun merasa mual. Lantas dia mendorong pelan bahu Ah Young.

“Young-모, kau membuatku pusing.” Ah Young memeluk Jae Hyun lagi.

“AIGO ! Hyun, aku senang sekali malam ini. Ternyata ada keajaiban yah. Kita tak bisa nonton karena tak punya uang. Dan akhirnya kita bisa nonton. Aaaaah, Thanks God.” Ah young berdiri dan berputar saking senangnya. Jae Hyun yang melihat tingkah temannya hanya menggeleng. Merasa kalau temannya ini memang penggemar berat EXO. Lalu diapun berdiri.

“Ja, sekarang ayo kita tidur. Besok kau ada kelas tidak?” Ah Young yang tersenyum menatap Jae Hyung berbinar.

“Animnida, aku libur besok. Senangnyaaaaa.”

“Aish, kau ini. Enak sekali. Aku malah masuk.” Ah Young menepuk bahu Jae Hyun. “Sabar, yah aku mau tidur cepat buat sore besok.”

“Ya ! padahal kan besok libur. Kamu beres beres rumah besok yah? Awas kalau tidak.” Jae Hyun menunjuk ke arah Ah young. Yang ditunjuk terkekeh pelan.

“Tenang saja. Aku pasti laksanakan. Demi kamu apa sih yah engga.” Jae Hyun mehrong ke temannya. Dia lantas ke tempat tidur membaringkan diri. Ah Young menghampiri Jae Hyun yang sudah telentang. Lalu berlutut di samping tempat tidur Jae Hyun.

“Kau tenang saja, tuan putri. Jaljjayo.” Ucapnya. Kemudian mencium pipi JaeHyun. Jae Hyun bangun.

“Ya ! Young jangan begitu. Udah aku mau tidur. Sana sana.” Jae Hyun mengibaskan tangannya ke arah Ah Young.

“Arraseo. Sudah tidur. Aku mau nonton EXO lagi.” Ah young pun kembali ke meja. Memainkan laptop kembali dengan hati senang.

Yoona dan Kris diisukan berpacaran

Lagi – lagi Chingu berulah, dan kali ini Yoona dan Kris menjadi sasaran isu berpacaran setelah KAI dan Sunny Kris dan Yoona adalah anggota SM, Kris dari EXO – M dan Yoona dari Girl’s Generation pernah dekat saat Konser SMTOWN di L.A. Namun itu belum tentu benar dan kita juga belum tau apakah dia berpacaran atau tidak, Yoona juga pernah mengatakan jika dia ingin berpacaran dia harus menjadi salah satu member dan anggota SM, Tinggi, putih dll. Dan mungkin ini belum benar atas gossip yg sudah diungkap dari

3 In 1 Love (Chapter 2: My Selca?!)

Chapter 2: My Selca?! - arrangedmarriage romcom you exo kai baekhyun - main story image

 

The next day came, and it was too early to go to school since her class will still start at 10:30am and it was like 6:45am. Yoon Hee decided to go to her laptop and signed in on her twitter account and to check some EXO updates, more or less, Kai’s updates. She then tweeted.

 


 

@lovingmykai Good Morning Beautiful World!^^;; Just woke up early today, for me to update myself some Kai facts. Kekeke~ XD Kai<3

 


 

@fangirlingkai @lovingmykai Good morning too unnie~! Haha~!^^ Unnie, can you upload a selca of you?~! Jebal~! I bet Kai oppa will like you more than me!

 


 

@lovingmykai @fangirlingkai What do you mean dongsaeng-ah? :\ haha^^* Arasso~ I’ll put my selca nae?~! Then you can criticize me if who is more better than you and me for Kai ;P I’ll just DM it. 🙂

 


 

@fangirlingkai @lovingmykai YAY! 😀 I love you unnie!~ <333 ^o^~ *excited*

 


 

@lovingmykai @fangirlingkai I love you more dongsaeng~! 😉 I need to go now! 🙂 Talk to ya later! ^o^~ ❤

 


 

@fangirlingkai @lovingmykai HAHA! 😀 Nae~ Talk to you later then unnie! ^^* ❤

 


 

@fangirlingkai’s DM

@lovingmykai@fangirlingkai Aiiyo dongsaeng-ah~ This is unnie nae?! ^^; Jebal~ don’t spread it nae? (:

 

                                                        

 


 

Kai smirked as he stared at the photo which his unnie send him. He can’t deny that the girl on the photo is so pretty, cute, and with those admirable eyes.

The girl is just like an innocent angel fallen from heaven perhaps, his heart can’t deny that it was beating abnormally.

He just stared at the photo knowing how does his unnie look like and so his unnie caught his attention and hopefully thought,*Unnie-ah~ Hope you’ll understand me someway why I lied to you… so now, knowing that you are currently studying in my school, maybe perhaps it’s good to see you from behind.*

 

 

“Appa! I need to go now, BYE!” Yoon Hee huffed in on her personal black car.

*Hoping I did a good decision for you… Yoon Hee-ah.* her father said while looking at the front door.

Yoon Hee called Lee Hae that they’ll just be meeting in front of the school building. She then visited her twitter account and checked her DM’s:

 

 


 

 

@fangirlingkai@lovingmykai Arasso! I won’t spread this pretty picture of my dearest unnie ^o^~ *pinky swear*

 

 


 

 

She smiled reading the reply message of her dongsaeng. She doesn’t know why but everytime talking with @fangirlingkai relieves her problem, feeling being protected, warmth, and of course the feeling being happy talking with her; sharing their life stories, experiences and the bigtime: fangirling.

 

Yoon Hee arrived at the building at approximately 10:20am. She saw her best friend Lee Hae waving at her. She warmly smiled back and waved back at her. “Unnie! Does our future husbands are already here?” Yoon Hee asked while giggling. Lee Hae snickered, “Anniyo~ the other girls said that they always arrive at approximately 5 minutes before time.”

“So are you planning to wait for them here?” Lee Hae asked teasingly.

Yoon Hee blushed and nodded.

Yoon Hee grabbed her phone and tweeted:

 

 


 

 

@lovingmykai The other girls said that EXO usually arrives at approximately 5 minutes before time… so I guess I’ll just be waiting here!~ Fighting! Kai ❤

 

 


 

 

After few minutes, a white limousine strolled down at the school road, Yoon Hee being a klutz; she was tripped off, badly. At that time, the car had already been stopped and the 12 gorgeous starts to walk in, in the school lobby when one of them looked back and reached-out his hands to help Yoon Hee to stand up straight.

The remaining 11 boys just stared in disbelief and scowled as they saw the ‘drama’ that is happening.

Yoon Hee on the other hand, wearing her ancient-like glasses, with her bird-nest hair, and perhaps with her loosen over-sized uniform, was laughed out by the crowd. Her best friend helped her dust her uniform as well.

 “YAH! Yoon Hee-ah, why are you always like this?” Lee Hae put her hands on her waists pretending to be mad at her best friend.

“Mianhe unnie~” Yoon Hee pleaded and paused, “OMO! Jeongmal kamsahamnida-ermm…mmm…”

 

3 In 1 Love (Chapter 1: 1st Day of School)

Chapter 1: 1st Day of School - arrangedmarriage romcom you exo kai baekhyun - main story image

 

It was the first day of school in SMEnt Elite High School. Just a normal first day of class. As the female and male students went off to their respective cars, a long white limousine went in from the school gates.

“Omo! The Kingkas!”

“EXO, we missed you!”

“Kai I love you!”

“EXO Hwaiting!”

The white limousine stopped revealing 12 gorgeous men in black tee-shirts.

The first guy who went out from the limousine was Kai, then followed by Baekhyun, Tao, Chen,D.O., Chen,Suho,Chanyeol,Kris,Lay and lastly the popular HunHan. (Sehun and Luhan)

Kai smirked seeing the girls squealing like they saw an angel from heaven.

Admirable, gorgeous, witty but being true, talented, so-rich-guys and of course, one of the biggest profits of SMEnt to make the business as possible.

Kai strolled first and followed by the others to the Campus’ red carpet which is exactly prepared just for them.

 

On the other hand.

“Omo! Unnie, mianheyo. I overslept that’s why.” Yoon Hee announced as she dusted her school uniform, tired from running.

Flashbacks

“Appa! I’m going now!” She announced as she took a piece of toast on the table, without a second, “BYE!” she yelled as she started running.

“She must’ve used the car that I provided her.” Her father uttered as he took a sip of his plain dark coffee.

End of Flashbacks

“Aigoo~ you must have used your car.” Lee Hae suggested as she gets the fake glasses from her bag pack. “Here… let’s make our days as awesome as possible here Yoon Hee.” She told her as she tries messing Yoon Hee’s hair for covering-up their little secrets.

“Nae~” Yoon Hee answered, happily.

The school gates starts to close and both Yoon Hee and Lee Hae run as fast as they could and luckily, they both arrived in their respective classroom safely.

 

The next thing they knew, they have already met the 12-oh-so-called-perfect-gorgeous-living-angel-on-Earth. They both gulped as they had an eye to eye contact with their own biases.

A/N: Yoon Hee’s Bias is Kai, while Lee Hae’s Bias is Kris.

*My precious Kai!* Yoon Hee squalled on her thoughts.

*My Canadian Kris!* Lee Hae on the other hand was mentally passed out.

Kai smirked as he went in, in the Dance studio for their 3rd morning class of the day. The 12 guys positioned themselves for the performance.

Many students, especially girls flooded the Dance studio just to catch a glimpse of the live-practice of EXO’s History.

The performance ended with girls squealing, eyes gawking for the smooth performance and forsakenly, girls throbbing hearts for the 12, for the applauded performance by them. Yoon Hee grabbed her phone and tweeted.

 


 

@lovingmykai Luckily, I was transferred where EXO is studying^^ Great practice Kai oppa<3^~^

 


 

After 29 minutes, she saw a replied tweet from her ever dearest dongsaeng.

 


 

@fangirlingkai @lovingmykai Jinjja?~ ToT lucky you then unnie~.~ *jealous* T^T

 


 

@lovingmykai @fangirlingkai Aiigoo~ don’t worry dongsaeng-ah~ unnie won’t keep Kai by herself.^^; *winks*

 


 

@fangirlingkai @lovingmykai Jinjja?! Yay! 😀 Unnie will share Kai with you then :* ^o^~!

 


 

Ever since SMEnt uploaded the 1st Teaser of EXO which was featured by Kai, Yoon Hee started to make a twitter account @lovingmykai for her to be updated about her ever dearest Kai. On the other hand, Kai created a twitter account named as @fangirlingkai as a form for him to know his fangirls’ reactions and also to monitor if what netizen’s thinks about them.

 

Yoon Hee giggled as she looked unto her phone’s screen. *Aigoo~ she really thinks that I’ll keep Kai oppa just for me? I’m not that selfish…yet.* Lee Hae noticed it and nudged her, “Yah! What are you laughing at?”  She eyed her like she was in a great lunatic mode: fan-girling. “You know what, you better not be fangirling here in school or else,” she paused as she eyed Kai with a girl playfully gripping into his arms. Yoon Hee noticed it, and the smiling eyes turns into the sad one. *Am I regretting it now? That I transferred here just for me seeing you?!*

 

Kai let go if the girl’s grip, annoyingly.

The girl walked off with a hmp-tone. Kai just rolled his eyes in annoyance, seeing the girl’s attitude.

He then moved his attention on his phone when Sehun started the conversation.

“Kai, what where you laughing at?” Sehun smirked as he opened the canned orange juice.

“Oh, nothing. Just doing some research.” Kai mumbled, hesitatingly as he pursed his lips into a smile. *I wander if you’re telling the truth? I really wanna meet you.*

“Yeah, right.” Sehun just rolled his eyes, smirking.