The Piece Of Love At New Year Night Part 4

Genre : Sad Romance, Friendship, Tragedy

Cast :

. Kim Hyo Rin

. Kim Ki Bum (Key)

. Choi Minho

. Kim JongHyun

. Lee Jinki (Onew)

. Lee Taemin

 

Pagi itu Hyo Rin berjalan kaki seperti biasa menuju kelasnya. Sejak tadi ia tidak berhenti memikirkan kejadian semalam. Hyo Rin benar-benar merasa tidak enak pada minho. Namun ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan selain merebut benda yang minho bawa dan segera menutup pintu rumahnya rapat-rapat.

“Annyeong Hyo Rin!”

Itu suara Key yang membuat Hyo Rin melonjak kaget. Dibelakang Key mengekor Minho yang menatap Hyo Rin dalam.

Hyo Rin menggigit bibir bawahnya. Tatapan minho seakan memaksa Hyo Rin untuk menjawab pertanyaan Minho tadi malam.

Tanpa berfikir lebih lama lagi, langkah Hyo Rin membawanya pergi meninggalkan Key dan Minho yang berdiri mematung.

 

“Ada apa dengan dia ya?” tanya key melihat kepergian Hyo Rin.

***

Hari itu Key bertekat menunggu Hyo Rin di pintu masuk kampus. Membuat Hyo Rin tak mampu lagi menghindar.

“Kenapa waktu itu kau meninggalkan aku dan Minho begitu saja Hyo Rin? Akhir-akhir ini kau selalu menghindari kami berdua.” Tanya key sambil menatap Hyo Rin tajam. Lalu akhirnya ia merenggangkan pundaknya, “Apa kami berbuat salah padamu?”

Hyo Rin tidak tahu musti menjawab apa. Dia memang sengaja menghindari Minho dan Key. Karena sesuatu yang waktu itu Minho temukan menyadarkan Hyo Rin, bahwa ia tak pantas berteman dengan siapapun. Termasuk Minho dan juga seseorang yang ada dihadapannya sekarang.

“Tidak apa-apa jika kau tidak mau menjawabnya. Tapi maukah kau berjanji untuk tidak menghindari kami lagi?”

Lagi-lagi Hyo Rin membisu. Ternggorokan yeoja itu tercekat. Ia tidak tahu bisa memenuhi permintaan itu atau tidak.

Tanpa menunggu jawaban dari Hyo Rin, Key menggandeng tangannya kedalam kampus. Hyo Rin pun tidak berani menolak ajakan Key, dia tidak lagi sanggup mengecewakan namja itu.

Langkah Hyo Rin dan Key terhenti tepat di auditorium kampus. Disana sudah banyak sekali mahasiswa lain yang tampak bosan menunggu kedatangan Hyo Rin.

‘Astaga, apa yang telah Key lakukan sehingga semua mahasiswa bisa berkumpul di tempat ini?’ batin Hyo Rin.

Ditengah auditorium itu terdapat sebuah piano, dan minho tampak terduduk manis di baliknya. Minho tersenyum begitu melihat Hyo Rin tiba, namun Hyo Rin justru tertunduk dalam.

“Didepan semua orang disini, aku ingin menyanyikan sebuah lagu untukmu Hyo Rin.” Ucapan Key disambut meriah tepuk tangan semua mahasiswa yang hadir. Kemudian Key memberi tanda pada Minho untuk mulai memainkan music.

Iringan lagu “Life” menggema diudara, membuat seisi ruangan tersentuh mendengarnya.

Key menggenggam tangan Hyo Rin lebih erat dan perlahan mengucapkan bait demi bait lagu itu penuh penghayatan.

 

Oh, geochin salme shideureo galttae geudaega naege dagawa

Eoreo buteun geu maeume soneul daen sungan

naye salmeun shijak dwae sseumeul

Ruangan itu mendadak menjadi terasa sepi. Hanya ada Key, Hyo Rin dan alunan lagu yang terdengar tenang. Setenang nada dari bait yang Key nyanyikan.

 

Geudae jichigo himdeulttae budi geu yeopjariye nareul igehae

Bagiman han sarangeul dashi deurilsu ige isalmi kkeunagi jeone

Bait demi baik dinyanyikan Key dengan penuh penghayatan. Membuat Hyo Rin terpaku mendengarnya.

 

Sesange mureup kkulko nunmul heullil ttae,

pukpun sokbal meomchul ttae geudaeman seo itamyeon

Eotteon apeum nunmul jjeum chameulsu ineun geolyo

All I want is you, only one is you in my life

Key menatap lekat ke arah Hyo Rin. Tatapan itu sungguh dalam dan penuh arti. Inilah yang Hyo Rin hindari. Tatapan teduh milik Key selalu mampu menghipnotisnya dalam hitungan detik.

“Saranghaeyo, Hyo Rin.” Ucap Key akhirnya.

Hyo Rin tak mengeluarkan sepatah katapun. Jantungnya mendadak berdenyut diatas normal. Kemudian ia melihat ke arah Minho sepintas. Wajah Minho terlihat datar namun tersirat sebuah keraguan dibaliknya.

“Apakah kau mau menjadi yeojachinguku, Kim Hyo Rin?” tanya key dengan tegas.

Kata-kata dari Key yang Hyo Rin takutkan keluar juga pada akhirnya. Jantung Hyo Rin benar-benar sudah tidak selamat sekarang. Dadanya tiba-tiba terasa sesak.

Hyo Rin bisa merasakan matanya mulai memanas. ‘Hal ini tidak seharusnya terjadi.’ Ucap Hyo Rin dalam hati.

Sejak pertama kali mengenal Key, Hyo Rin tahu kalau ia harus pergi secepat mungkin karena Hyo Rin hanya akan mengecewakan Key pada akhirnya. Namun semakin Hyo Rin mencoba menjauh, ada bagian dari dirinya yang tidak ingin hal itu terjadi. Ia tak sanggup meninggalkan Key…dan juga Minho yang menerima ia apa adanya…

“Hyo Rin…” panggil Key lirih.

Hyo Rin menjadi semakin dilemma. Ia menatap Key ragu. Disekitarnya kini ada ratusan pasang mata yang menunggu jawaban darinya. Tapi sampai detik inipun ia belum menemukan jawaban yang mereka tunggu.

“Hemhh..” Hyo Rin menghela nafas. “Mianhe Key.” air mata Hyo Rin mulai menggenang. “Jeongmal mianhe, aku tidak bisa.”

Semua orang terkejut. Termasuk Key yang hampir saja tidak percaya kata-kata itu keluar dari bibir mungil Hyo Rin. Jantung Key seperti berhenti dalam beberapa saat.

“Gwenchana Hyo Rin. Jangan menangis.” Ucap Key sambil sekuat tenaga menahan kekecewaan yang menyerangnya saat ini.

Hyo Rin tidak tahan melihat tatapan Key yang seakan menghujam ke arahnya. Hatinya bergejolak hebat.

 

Akhirnya Hyo Rin pergi dari tempat itu tanpa suara, meninggalkan sebuah harapan besar yang kini telah pupus.

***

“Sedang apa kau malam-malam begini duduk sendirian ditempat ini Hyo Rin?”

Hyo Rin menoleh, “Minho?”

Minho tersenyum tipis lalu duduk didekat Hyo Rin – disebuah bangku taman.

“Bagaimana kabar Key?” tanya Hyo Rin ragu-ragu.

“Kurasa dia akan segera baik-baik saja.”

“Maksudmu? Berarti sekarang dia sedang tidak baik-baik saja?”

Minho menunduk sesaat, “Aku tidak bisa bilang kalau dia sedang baik-baik saja. Tapi dia sudah dewasa, aku yakin dia bisa menerima keputusanmu dengan lapang dada.”

Mendengar ungkapan Minho, Hyo Rin menjadi merasa bersalah. Dia menyesal telah mengecewakan Key yang sangat baik hati padanya. Tapi ia tidak punya pilihan.

Dada Hyo Rin terasa sakit jika harus mengingatnya.

“Bolehkah aku tahu alasannya Hyo Rin?” tanya Minho. “Kenapa kau menolak Key? Apa kau tidak mencintainya?”

Hyo Rin menggigit bibir bawahnya keras-keras. Ia tak sanggup menjawab pertanyaan Minho karena ia sendiri tidak tahu jawabannya.

“Maaf jika aku bertanya demikian. Tapi tidak pa-pa jika memang kau tidak mau menjawabnya.

Hening sejenak.

“Kau tahu Minho, aku tidak pernah menyangka bisa sejauh ini mengenal kalian. Aku bahkan tidak pernah bermimpi bisa mempunyai teman. Bisa melalui setiap detik saja sudah lebih dari cukup bagiku.”

Minho mengerutkan dahi.

“Sampai akhirnya kalian hadir. Kehadiran kalian membawa begitu banyak perubahan. Aku jadi mengerti arti sebuah persahabatan… pengorbanan…” tatapan Hyo Rin beralih kea rah minho. “Dan…cinta…”

Minho mencerna jawaban Hyo Rin sejenak. Tatapannya lekat tanpa mengalihkan pandangan. Tapi sesaat kemudia ia terkejut karena mendapati mata Hyo Rin mulai basah. Gadis itu menangis.

“Tapi setelah kau menemukan obat itu. Aku jadi sadar bahwa tidak seharusnya aku hadir dalam hidup kalian. Karena semuanya akan berakhir sia-sia.” Hyo Rin melanjutkan kata-katanya. “Kau pasti sudah tahu obat apa yang kau temukan. Bukan begitu Minho?”

Minho tak menjawab.

“Bahkan aku tidak tahu bisa melewati akhir tahun ini atau tidak. Hidupku tidak akan lama lagi.” Lanjutnya putus asa.

“Jangan bicara seperti itu Hyo Rin. Mianhe karena aku telah mengetahui hal yang selama ini kau simpan.”

Air menggenang di kelopak mata Hyo Rin. Lama kelamaan meluncur melewati pipinya yang basah.

“Tidak Minho. Sudah saatnya aku menjauh dari kalian, atau semua akan bertambah rumit nantinya.”

Minho menatap Hyo Rin iba. Kemudian ia merengkuh bahu Hyo Rin dan membenamkan didadanya.

Air mata Hyo Rin benar-benar tumpah dalam pelukan.

“Jadi apakah ini alasan kau menolakku Hyo Rin?”

Minho dan Hyo Rin terkejut bersamaan saat menyadari ada orang lain yang melihatnya.

“Key??”

[Freelance] Ayam Kadaluarsa [Comedy]

[Freelance] Ayam Kadaluarsa [Comedy]

AUTHOR : febby sabrina a.k.a byby

Judul : Ayam Kadaluarsa 0_0 (Oneshoot)

Genre : Comedy (maybe) , brothership , kekerasan dll

Cast : SHINee All Member

Disclamier : Seluruh ide cerita ini semua milik AUTHOR termasuk jonghyun juga milik sya ^o^ . Sillent Readers , saya doakan bertemu dengan saudara taemin si sodako eh sadako ._.v

Suatu pagi hari yang sunyi burung-burung berkicauan , namun ssemua pecah ketikaa …

“TIDAKKKKKKKKKKK ……..”

Onew berteriak sekeras mungkin .

“YA !!! Hyung … berisik”keluh jonghyun yang lagi asyik maen Blackberry yang baru ia beli di pasar sebelah .

“Diam kau Pendek !!!”

Ayam … ayam ku mana”lanjut onew .

“apanya yang gk ada”ujar taemin begitu keluar dari kamar mandi .

“ough … taemin kau sangat seksi”puji jonghyun lalu berdiri dan menggerakkan sedikit pinggulnya kekanan dan kekiri .

“DIAM KAU PENDEK !!!”pekik taemin dan …

Plukkk …

Sebuah sikat gigi berwarna kuning itu mendarat mulus dikepala jonghyun .

“Aku gk bisa terima ini semua , ayam-ayamku hilang”ujar onew mulai mendramatirstir cerita .

“halah … enggak mungkin”ucap enteng minho yang masih berkutik dengan psp barunya .

“aha … apa kau yang mengambilnya mr.choi”mata onew tiba-tiba menyipit .

“YA !!! tidak … itu tidak mungkin , kau tau kimchi jauh lebih enak”ujar minho sambil menirukan gaya upin dan ipin kartoon yang sering iia liat di tipi bersama taemin .

“Lalu … ayam – ayamku mana ???”Tanya onew .

“si emak-emak Key mungkin”pekik jonghyun .

“ah , jinjja … benar btw in the way busway , emak itu kemana”tanya onew LAGI .

“biasa nyalon”ujar santai taemin .

Namun …….

Kringg … Kringgg …

“Jjong ada telpon sono cepet angkat”teriak onew .

“ish … orang tua itu”cibir jonghyun

“ape , situ bilang ape ???”

“ani hyung …”

“hallo … dormnya 2cowok cakep 2cowok cantik dan 1orang tua disini ada yang saya bisa banting eh bantu”

“benarkah ini rumah dari saudara kunci eh salah key”ujar seseorang bersuara tegas dari dalam telpon .

“iye … ada yang saya bisa bantu”

“Key , mendadak mengalami sakit perut”

“oh , iya nanti kita akan kesana , bye”

“Sape jjong tanya minong yang baru saja menonton cartoon favoritenya Oscar Oasis ,

“Salon”jawab santai jonghyun “Si Kunci hamil”

“ape … kunci hamil”taemin histeris begitu sodara nyalonnya selama ini hamil

“hiyehhhh … kunci hamil”Onew pun gk kalah histeris .

“anak siapa … anak siapa ???”

Blammmm …

Sebuah sandal jepit berharga 5000 itu berhwsala mendarat dikepala minho .

:hyung itu sandal aku”taemin berusaha menyelamatkan sandal jepit kesayangannya itu sebelum onew makin menjadi jadi .

“di rumah sakit mana”tanya onew

@Rumah Sakit Pojokan Seoul

“Kunci kau enggak apa kan”tanya minho cemas

“gk papa tiang listrikku”ujar key .

“anak mu cewek apa cowok , nci”tanya jonghyun denga polosnya lalu diikuti dengan anggukan member yang lain .

“anak ??? sejak kapan gua hamil”elak key .

“loh katanya jjong situ hamil”ujar onew memastikan

“hamil … hamil bapak lu peang … gue sakit perut begoo”ucap key seakan tidak ingin disalahkan .

Blammmmm ….

Sebuah tanda merah dipipi kiri jonghyun berhasil terukir berkat tangan onew .

“situ sakit kenapa nci”tanya taemin .

:itu semua gara-gara onew”tuduh key .

“Hyehhhh … aku ???”

“begini ceritanya ….”

#Flasback

Ya Allah perut gua laper .

Tiba-tiba saja ada sebutir ayam nongol i meja makan . Saya comot dan saya habiskan , namun tiba-tiba pas gua mau nyalon , gua pingsan dan …”

#FlasbackEnd

“…dan gue pingsan gegara makan ayam kadaluarsanya orang tua ini”tuduh Key .

“ja … ja … jadi yang nyolong ayamku selama ini situ key”tuduh onew

“eh , kagak jonghyun juga pernah nyuri “tuduh key LAGI .

“Seriusan… kalian akan terima ini ….

__________________________________________________________

udah , finish …GJ emang . WAJIB RCL ^_^

Happy Birthday Kyrstal,I’ll Choose You

Author:Jung Ji Hee a.k.a febby sabrina

Title: {Oneshoot} Happy birthday krystal “i’ll choose you”

Cast:

  • Krystal f(x) 
  • Minho SHINee

Other cast:

  • SM member
  • Temukan sendiri

Genre: Romantic, and other

Rating: General

Desclaimer: All cast belong to their self and god. PLOT IS MINE FEBBY SABRINA!

Contact me on:

twitter: @febRyeoshibum

 

Sebenarnya,,, aku gak mau bikin nih ff,,, hati aku skit nulisnya… gk rela minppa jdi yeojachingunya krystal,maunya sma aku aja!!~#di mass flamers,… -,-

 udh gk ush basi2 ________________ CEKIDOT TT^TT

 

Suasana di penginapan yang menyenangkan dan hangat. Persaudaraan yang kental bagi semuanya. Persaudaraan yang terikat karena hubungan Sunbae-Hobae, Teman segroup ataupun rasa cinta yang tiba-tiba hadir diantara mereka semua.

New york yang indah dan berkerlipan dimalam hari, suasana yang berbeda. Seperti menjadikan semua ini awal. Tidak perduli dibalik itu ada banyak masalah, kepenatan dll. Hanya satu yang terfikir ‘Kepuasan fans’.

Dengan senyum yang selalu mengembang di bibir mereka masing-masing. Sampai mereka memilih menghabiskan waktu malam itu dengan beristirahat,berpesta atau bahkan berkeliling kota.

 

Seorang yeoja terduduk dalam diam. Wajahnya yang cantik terlihat kusut. Ia hanya memperhatikan jam di tangannya. Ia menatap cermin yang terpampang di depan tempat duduknya.

“Anak kecil…” ucapnya pelan. Kemudian ia bersandar lagi di tempat duduk itu, menelangkupkan kedua telapak tangannya.

“Hanya tersisa 50 menit lagi.. kau harus bersabar! 50 menit lagi…” kata yeoja itu pada dirinya sendiri, menyemangati dirinya sendiri. Perlahan linangan kecil terdapat di wajahnya. Entah karena bersedih, tidak sabar atau bahagia. Yang jelas yeoja itu menitikkan air mata.

Tidak lama, tidak mendalam… tidak meronta-ronta. Ia hanya menangis kecil. Bahkan ia yakin takkan ada yang menyadarinya, begitupun dirinya sendiri yang melihat pantulan dirinya di cermin. Sampai kemudian ia harus benar-benar menghapus butiran-butiran itu, ketika melihat seseorang mendekat.

Krystal pov

‘Tersenyumlah semanis mungkin soo jung!’ perintahku dalam hati. Aku menatap yeoja tinggi di depanku. Ia tersenyum sangat manis ah.. kyeopta >

“Apa kau punya permintaan padaku?” tanyanya padaku, lalu ikut duduk sebelahku dan mengalungkan lengannya di pundakku.

“Euhm? Apa maksudmu?” godaku. Ia hanya tersenyum lalu menggenggam tanganku, tingkahnya lucu sekali.

“Ya! Tak kusangka kau cantik tapi bodoh -__- ayolah.. hari ini aku akan memberimu apapun, apapun! Sebagai sesama ’94 line aku tau tahun ini begitu berharga kan? Soo jung-ah.. ini adalah fase dimana kita akan menjadi dewasa!” katanya bersemangat.

“I know.. tapi aku sudah bersikap dewasa semenjak dulu, sulli-ah.. kau saja yang belum, padahal kau lebih tua lo…” godaku lagi. Ya dia adalah sulli, hanya lebih tua beberapa bulan dariku, tapi ia lebih cocok jadi maknae. Karena senyumnya itu..

“Sudahlah jangan mengungkit itu, jangan menekuk wajahmu juga… cheer up! Dan cepat jawab kau ingin aku memberimu apa?” desak sulli lagi, aku jarang memanggilnya unnie.

“Benarkah boleh apapun sulli-ah?” tanyaku pelan, tentu saja aku sudah tau jawabannya. Keinginan manusia dan takdir Tuhan itu terkadang tak sejalan. Termasuk keinginanku..

“Anything soo jung-ah…” jawab sulli yakin, aku hanya tersenyum kemudian menunduk sedikit, merapatkan kedua tanganku.

“Bisakah kau memberikan perasaan minho oppa..” kataku sangat pelan, berharap sulli tak mendengarnya. Tapi ia tersentak dan menatapku, mungkin ini saatnya aku harus jujur tentang perasaanku sendiri.

“Soojung-ah… kau?” sulli tersentak, ia menatapku tajam dengan mata cokelatnya. Aku jadi ikut menatapnya.

“I’m okay, don’t worry sulli. Sudah ayo kita kembali ke kamar, besok akan melelahkan!” aku mencoba ceria lalu mengajak sulli ke kamar.

Biarkan saja aku melewati waktu terakhir di umur ke 16 ku ini dengan berada di kamar. Terasa sesak mengingat minho oppa. Kenapa aku harus jatuh cinta padanya? Stupid krystal! Kau bodoh.. namja setampan itu mungkin tidak akan pernah melirikku. Sudah ada yuri unnie yang tentu jauh lebih baik dariku.

Flashback

Normal pov

            Beberapa member SM tampak lalu lalang di bandara. Hari ini mereka menginjakkan kaki di New York. Member SHINee, Super Junior, SNSD, f(x), Boa, TVXQ dll.

            Beberapa member saling bercengkrama satu sama lain, suju dan shinee juga terlihat bersama. Mereka bercanda hingga lewatlah yeoja-yeoja gabungan dua GB di SM. SNSD dan f(x), yeoja yeoja itu cantik dan terlihat bersinar.

            “Yuri noona, kau cantik sekali hari ini… apa kau ada waktu malam ini?” tanya minho yang langsung nyeletuk di depan umum. Beberapa orang berdeham kecil.

            “Ah.. minho, baiklahkita lihat saja nanti apabila aku punya waktu ya.. sampai jumpa!” yuri tersenyum lalu mendahului minho. Krystal terdiam di tempatnya.

            Krystal memiliki perasaan untuk minho, sudah sejak lama semenjak mereka mulai dicouplekan. Tapi ia menyadari hati minho hanya untuk Yuri. Untuk yuri saja… bahkan minho pernah berkata..

            “kau tau krystal aku suka dicouplekan denganmu karena apa? Karena kau memiliki wajah yang mirip dengan yuri noona, sehingga aku bisa membayangkannya terus..” minho hanya menganggap krystal bayang-bayang yuri.

Normal pov end

Minho pov

            Bahagianya aku.. aku menepuk pipiku di hotel. Aku tidak mimpi kan? Aku ada ajakan kencan dengan yuri noona! Aku tersenyum mengingatnya.

            “Ya! Micheosseo? Kenapa kau? Tertawa sendiri?” tegur key. Aku hanya menatapnya dan menyadari perbuatanku.

            “Ah.. gwenchana..” balasku pendek. Kemudian key ikut duduk di sebelahku. Aku menunduk memperhatikan kakiku.

            “Apa kau ingat tanggal berapa ini?” tanya key, aku menatapnya sebentar.kemudian menatap jam tanganku.

            “24 oktober, wae?” key menggetok kepalaku.

            “Tentu aku tau.. apa kau tidak mengingat ada apa di hari ini?”

            “Smtown NY dan acara kencan MinYul >

            “It’s Krystal birthday..” kata key geram. aku tidak terlalu memperhatikannya, wajar saja lah.. yeoja yang kusukai menerima ajakan kencanku, jadi apa aku punya waktu memikirkan yeoja lain?

            “Kau egois.. kau tidak pernah memahami perasaan yeoja yang menyukaimu! Kau itu.. kapan bisa melihat krystal sebagai yeoja yang mencintaimu dengan tulus. Bukan hanya yuri.”

            “Dia kan masih kecil..” elakku.

            “Kau selera dengan yang tua! Pahamilah perasaannya bodoh..” olok key padaku, lalu meninggalkanku.

            Key salah.. aku memang menyukai yuri noona, dan menganggap krystal sebagai donsaengku sendiri. Tapi aku tidak pernah menganggap krystal bayang-bayang yuri. Meskipun kuakui mereka mirip.

            Aku memandang jam tanganku lagi, masih pukul 07:00p.m masih ada waktu untuk pergi bersama yuri noona. Dan aku juga harus menyiapkan sesuatu buat krystal.

Flashback off

Minho pov end

Normal pov

Tik..tik..tik.. *suara jam

5..4..3..2..1..

“SAENGIL CHUKKAE KRYSTAL!!!!!” teriak keempat member f(x) + 8 member SNSD. Mereka menarik selimut yang membungkus rapi tubuh krystal.

“Yak! Wake up! Kau mau melewatkan ultahmu yang ke 17(18 dalam umur korea) hah?” perintah jessica unnie krystal. Krystal pun mau tak mau akhirnya terduduk.

“HAPPY BIRTHDAY!” teriak mereka lagi.

“Thanks all…” jawab krystal tersenyum.

“Nah.. karena krystal sudah bangun, ayo kita rayakan ultahmu!” sulli menarik krystal ke sebuah tempat. Yang sudah ada semua member SM dan sebuah kue tart berukuran sedang.

“saengil chukkahamnida saengil chukkahamnida saranghaneun jung soo jung saengil chukkahamnida… saengil chukkae uri donsaeng^^” lagu happy birthday mengalun otomatis dari mulut mereka. Krystal tersenyum dan hampir menitikkan air matanya.

“Cepat potong kuenya!” perintah eunhyuk, donghae langsung menggetok kepala couplenya itu.

“Yang benar tiup lilin lalu make a wish hyuk!” kata donghae, eunhyuk hanya cengar cengir tidak jelas.

Krystal maju ke meja tempat diletakkannya kue tart, ia menggenggam tangannya, lalu memejamkan mata.

Normal pov end

Krystal pov

‘God.. i hope this year better than before, and please make me always around people who love me..’ doaku dalam hati. (sebenernya ini doa author tiap ultah hehehe ^^v)

Aku mendekatkan diriku dan menghembus nafas agar semua lilin itu bisa tertiup dan mati, karena menurut kepercayaan semua lilin yang langsung mati berarti impian kita terkabul, semoga saja. Dan syukutlah semua lilin itu langsung mati.

“Berikan kue itu pada orang yang paling kau sayang…” kata victoria unnie sambil menyerahkan sebuah pisau padaku.

Aku mengedarkan pandangan mencari seseorang. Benar dugaanku, dia tidak datang.. tentu saja! Ia sedang berkencan krystal, mana mau ia merelakan waktu berharganya hanya untuk acara ulang tahunku?

Aku memotong kue lalu memberikannya pada jessica unnie. Unnie yang sedikit banyak telah membantuku selama ini.

“Unnie.. ini untukmu..” kataku.

“Gumawo donsaeng, long last..” jawabnya lalu memelukku. Lalu kuberikan berurutan pada member f(x) teman seperjuanganku, SNSD unniedeul yang membantuku, boa unnie, suju+shinee+dbsk+trax oppadeul dll.

Tidak ada minho oppa, tidak ada yuri unnie. Baiklah krystal bukan berarti ketika kau tau tidak ada kedua orang itu karena berkencan adalah akhir dari dunia. Tekanku dalam hati. Aku berjalan mau kembali ke kamar. Membiarkan hadiah-hadiah yang diberikan padaku, aku berniat mengambilnya besok. Tapi aku lihat ada seseorang menutup jalanku untuk kembali ke kamar.

“Saengil chukkae..” aku mendongak, seorang namja memberikan sekotak hadiah padaku.

“Minho oppa?”

“Saengil chukkae krystal, semoga kau dapat apa yang telah kau harapkan^^”

“Ne.. gumawo..”

Aku menatap hadiah itu, berwarna biru. Warna kesukaan minho oppa, sebenarnya jadi salah satu warna favotitku juga.

“Oppa bisa meletakkan hadiah itu disana, besok aku akan mengambilnya.” Kataku menunjuk tumpukan hadiah.

“Annio.. kau harus memakainya, apa boleh aku memakaikannya?” tanya minho oppa.

“Eh?” tanyaku.

Minho oppa membuka kotak hadiah itu dan mengeluarkan isinya. Sebuah kalung berwarna perak yang sangat indah, dengan bintang dan huruf ‘K’ ditengahnya. (anggep aja gitu, kan aku gatau minho ngasih apa heheheh ^^v)

Minho mengesampingkan rambutku yang tergerai dan memasangkan kalung itu disana. Cantik dan indah kalung itu.

“Aku sengaja memilihkanmu kalung itu, lambang bintang itu melambangkan kau harus bersinar terus sepanjang waktu, lambang K tentu saja krystal dan kenapa ‘K’ ada didalam bintang itu? Karena aku mau kau selalu berpijar seperti sebuah krystal.. dan bintang-bintang dilangit.” jelas minho oppa, entahlah apa itu benar atau tidak. Aku hanya tersenyum senang. Dia masih memperhatikanku..

“Gumawo oppa.. jeongmal gumawo..” kataku. Ia tersenyum kemudian mengacak rambutku. Aku menatapnya, mata beloknya benar-benar menyimpan charisma yang tinggi(?)

“Happy birthday jung krystal..” aku baru menyadari ada yuri unnie didekatku. Mwo.. mwoya? Yuri unnie? Kemudian ia memelukku mengucapkan selamat.

“Ini aku ada hadiah untukmu, terima ya..” yuri unnie juga memberiku hadiah.

“A..a.. ne unnie, ganzhamnida. Aku duluan ya, annyeong.” Aku berpamitan dan berlari ke kamarku. 

Krystal pov end

Normal pov

Setelah itu, minho menggandeng tangan yuri. Mau mengajak yuri mengambil minuman. Tapi yuri menarik tangannya.

“Noona?” minho heran dengan sikap yuri.

“Aku merasa jahat..” jawab yuri.

“Mwo? Apa maksud noona?”

“Aku jahat karena merebut kau untukku, sementara ada krystal yang menyukaimu sepenuh hati, aku jahat karena ternyata aku punya keinginan memisahkan kalian. Secara jujur aku cemburu pada kedekatan kalian.. tapi aku sadar, aku tidak bisa memisahkan kalian hanya untuk diriku saja.”

“Annio.. tidak seperti itu, noona.. kau.. kau tidak tau hatiku!” bentak minho.

“Ara.. jeongmal aratseoyo, kau mencintai krystal bukan aku, kau hanya terobsesi padaku.. itu tidak salah. Aku tau bagaimana jadi dirimu. Kau akan tersiksa menahan perasaanmu minho.. jujurlah pada dirimu sendiri.” Kata yuri bijak.

“Saranghae..” ucap minho. Yuri hanya tersenyum lalu mengusap pundak minho yang lebih tinggi darinya.

“Kau adalah namja pintar, kau pasti bisa membedakan batas antara rasa cinta dan kagum… katakan perasaanmu pada krystal.” kata yuri lalu meninggalkan minho.

Normal pov end

Minho pov

24 oktober 2011 Smtown NY live

Aku rasa yuri noona benar. Kenapa aku tidak menyadari perasaan ini? Kenapa? Kenapa aku selalu menganggap krystal anak kecil? Sementara hatiku tidak..

Perlahan aku bisa mengatasi kefanatikanku pada yuri noona. Hari ini aku berusaha mendekati krystal, aku akan menyampaikan perasaanku padanya.

Tapi kenapa, berulang kali aku mendekatinya saat ending dia malah menjauhiku? Kenapa? Bukankah dia suka padaku? Apa dia membenciku?

@backstage

“Syukurlah acara ini berakhir baik-baik saja..” kata beberapa member dengan senyum mengembang. Beberapa mengajakku untuk pergi merayakan. Tapi aku menolak.

Aku berlari mencari krystal, diamana yeoja itu? Dia tidak ada di lorong, toilet, ruang tunggu bahkan tempat rias sekalipun. Dimana dia?

Aku terus berlari sampai ke atas gedung ini. Benar.. aku menemukannya. Menemukan krystal yang akan selalu berpijar dimanapun ia berada.

“Krystal…” aku berlari mendekatinya, ia membenamkan wajhanya dan punggungnya

“Ya! Gwenchanayo?” tanyaku khawatir.

“Kenapa oppa kesini?”

“Karena aku mencintaimu..” jawabku yakin.

“Annio, kau mengasihaniku, kau mencintai yuri unnie.. kau tidak pernah mengerti perasaan yeoja. Kau hanya bebas mengatakan cinta!” teriaknya.

Aku meraih tubuhnya ke pelukanku, mengusap air matanya. Kenapa ia menangis? Semua ini kesalahanku…

“Uljima.. mianhae selama ini aku menyakiti kalian semua… uljima.. mianhae membuatmu menangis hari ini. Tapi jangan menghindariku, aku benar-benar jatuh cinta padamu.. saranghaeyo jung soojung. Jeongmal saranghaeyo..”

Krystal tidak menjawab, hanya air mata yang membasahi pipi indahnya. Aku mengusap air mata itu dengan jemariku. Mendekatkan wajahku hingga berjarak 2cm. Sampai akhirnya aku menghapus jarak antara wajahku dan wajahnya. Aku mencium krystal…

Minho pov end

Krystal pov

Minho oppa menciumku.. baru kali ini aku mendapat ciuman dari namja yang kusukai secara mendalam.

“Na do saranghaeyo~”

“Kau mau kan menjadi yeojachinguku?”

“Ne.. gumawo oppa karena telah membalas perasaanku, jeongmal gumawo…”

“Happy birthday my krystal, kau krystal paling berharga di hidupku, mulai sekarang sampai nanti.. i will protect my krystal, karena krystal akan mudah pecah dan rapuh..”

“Thanks my flaming charisma, terimakasih telah menghangatkanku dengan charismamu oppa.. aku berjanji akan menjadi kuat karenamu..”

THE END

 

A Piece Of Love At New Year Night Part 2

Genre : Sad Romance, Friendship, Tragedy

Cast :

. Kim Hyo Rin

. Kim Ki Bum (Key)

. Choi Minho

. Kim JongHyun

. Lee Jinki (Onew)

. Lee Taemin

Jam menunjukkan hampir pukul 9 malam. Koridor kampus sudah mulai sepi. Sebagian besar mahasiswa sudah memilih pulang, sedang sebagian lagi masih menetap di kampus karena masih ada kegiatan.

Sama seperti Minho. Dia baru saja menyelesaikan rekaman sebuah lagu untuk tugas kuliah musik besok. Sambil membereskan alat musik dan peralatan rekaman, Minho memikirkan kejadian yang ia alami beberapa waktu lalu.

-flash back-

Hyo Rin yang pernah ditemui Key dan Minho sebelumnya kini tengah berdiri diantara Jong, Taemin, Key, Onew dan juga Minho. Hyo Rin tampak sangat kebingungan. Wajahnya terlihat panik dan juga pucat.

“Kau noona yang kemarin kutemui kan?” tanya Key pada Hyo Rin.

Tapi Hyo Rin tidak menjawab, jutru tertunduk dalam.

“Hey noona.” Key mencengkram pundak Hyo Rin. “Aku sedang bertanya padamu. Kenapa kau tidak menjawab?”

Hyo Rin menengadah memandang Key yang sedikit lebih tinggi darinya. Wajah Hyo Rin benar-benar ketakutan. Dia memandang kea rah JJong, Onew, Taemin, lalu Minho sepintas. Sampai akhirnya pergi dengan terburu-buru tanpa kata-kata.

-end of flashback-

Klek! Minho memastikan ruang rekaman terkunci dengan baik. Setelah itu barulah ia berjalan perlahan melintasi koridor.

“Kampus sudah benar-benar sepi.” Batinnya.

Disaat yang bersamaan, Minho mendengar dentingan piano dari ruangan sebelah. Bulu kuduk Minho sempat berdiri. Ia menoleh kesegala arah tapi tidak menemukan siapapun disana.

Minho sempat ingin lari, tapi sesuatu melegakannya.

“Noona, kau belum pulang?”

Noona yang sedang bermain piano itu menghentiukan permainannya dan menoleh kea rah Minho.

“Mian aku mengganggumu. Kebetulan tadi aku mendengar permainanmu dan aku memutuskan untuk mampir saat aku tahu itu kau.”

Hyo Rin meremas tangannya dan tak berani menatap Minho.

“Kau belum menjawab pertanyaanku noona. Sedang apa kau disini?” Minho mendekat. Hyo rin bereaksi menjauh.

“Sekali lagi maaf, aku tidak ingin menyakitimu. Aku hanya ingin berteman denganmu. Itu saja.”

 

Hyo Rin terkejut mendengar pernyataan Minho. Selama ini tidak ada yang mau berteman dengannya. Jangankan berteman, berbicara padanya pun jarang. Minho tidak menyadari keterkejutan Hyo Rin, ia justru tersenyum lalu duduk disamping Hyo Rin dan mulai memainkan piano.

Dentingan lagu Reason (OST Endless Love) mengalun indah. Sambil menekan tuts demi tuts piano, Minho memejamkan matanya dan menghayati dentingan itu lebih dalam. Sedangkan Hyo Rin terpaku menatap Minho, dalam dadanya seperti ada desir yang hinggap. Tapi ia belum memiliki cukup waktu untuk mengetahuinya.

“Permainanmu sangat bagus.”

Minho tersenyum, “Akhirnya aku mendengar kau berbicara juga.”

 

Kata-kata itu membuat Hyo Rin tercekat. Ia benar-benar malu karena Minho menyadarinya.

Tepat setelah itu PET! Tiba-tiba lampu studio musik mendadak mati. Hyo Rin dan Minho sempat terkejut menyadarinya. Mereka berdua berlari menuju pintu keluar, namun naasnya pintu itu terkunci!

“Apa ada orang diluar? Tolong! Kami terperangkap disini.” Teriak Minho sekencang mungkin sambil menggedor-nggedor pintu itu. Namun tak ada tanda-tanda orang mendengar teriakannya.

Minho merogoh saku kanannya dan mulai memencet tombol di hapenya. “Astaga, ini sudah jam 9. Pantas saja semua pintu dikunci.”

“Lalu bagaimana sekarang?” tanya Hyo Rin panik.

Minho mencoba menelfon Key, tapi hape Key tidak aktif. Dia beralih menelfon Onew, tapi tidak diangkat. Saat ia ingin menelfon Jjong, mendadak hapenya mati.

“Sial! Batrai hpku habis!” minho mendengus kesal.

Hyo Rin yang ada disampingnya hanya mampu terduduk lemas bersandar pada pintu. “Sepertinya kita terperangkap disini.”

Minho tidak mau menyerah. Dia mencoba mencari jendela atau apapun yang bisa membawanya keluar. Tapi hasilnya nihil. Dia benar-benar terkurung ditempat itu.

“Kau benar. Sepertinya malam ini kita harus menginap ditempat ini.” Ucap minho menyerah.

Hyo Rin memeluk lututnya dan membenamkan wajahnya lebih dalam. Dan berjarak setengah meter dari Hyo Rin, ada Minho yang duduk dengan satu kaki lurus kedepan dan satunya lagi ditekuk. Tangannya bersangga pada kaki yang ia tekuk.

“Oh iya, kenalkan. Aku minho. Choi minho. Noona?” tanya minho dalam gelap.

Hyo Rin tidak langsung menjawab. “Jangan panggil aku noona. Panggil aku Hyo Rin saja. Kita satu angkatan.”

“Benarkah? Tapi aku pernah melihatmu mengikuti sebuah ‘kelas’ yang seharusnya diikuti oleh kakak angkatan.”

Hyo Rin terkejut. Jika lampu tidak padam, Minho pasti bisa melihat Hyo Rin sedang shock sekarang. Dia sama sekali tidak pernah mengira bahwa namja sepopuler Minho ternyata memperhatikan hal sekecil itu.

“Hyo Rin? Kau melamun?”

“Eh, tidak. Aku . . . aku memang mengikuti beberapa kelas yang seharusnya diambil kakak angkatan.”

“Itu pasti karena IPK mu tinggi bukan? Suatu saat nanti saat kau sudah lulus dari kampus ini, pasti kau akan jadi pemusik yang terkenal.”

Hyo Rin tidak menjawab. Minho pun tidak kembali bertanya. Mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing.

“Minho, jika kuperhatikan, kau sering berjalan dengan seorang namja. Siapa dia?” tanya Hyo Rin pelan.

Tak ada jawaban.

 

Hyo Rin menoleh kea rah Minho, tapi yang ia temukan hanya bayangan kegelapan. Hyorin mengulurkan tangannya meraih Minho, tapi ia tidak menyentuh apapun. Mungkin Minho sudah tertidur sekarang.

***

“Hyo Rin… bangun…”

Ruangan itu tak lagi gelap, cahaya matahari mulai memasuki ventilasi ruangan dan membias ke benda-benda yang ada diruangan itu. Minho melirik jam dinding, pukul 05.30.

“Hyo Rin, bangun. Ini sudah pagi.” Ucap minho lagi.

Jika saja yang tertidur dihadapannya ini adalah Onew, sudah pasti Minho akan mengguncang-guncangkan tubuh Onew hingga terbangun. Tapi ini Hyo Rin, jangankan mengguncangkan tubuhnya, menyentuhpun Minho tidak berani.

“Hyo Rin-ah…” panggilnya lagi.

Tidak bergeming.

Akhirnya Minho memutuskan untuk menyentuh Hyo Rin dengan satu telunjuk jarinya. Namun saat telunjuk Minho menyentuh tubuh Hyo Rin dengan lembut, tiba-tiba Hyo Rin dengan lemah terjatuh kesamping. Wajah Hyo Rin terlihat pucat.

 

“Hyo Rin? Apa kau tidak apa-apa?” pekik Minho.

***

Hyo Rin membuka matanya pelan-pelan. Cahaya bersinar begitu terang dan menyilaukan pandangannya sesaat. Tiba-tiba kepalanya berdenyut dan terasa pusing.

“Hyo Rin, kau sudah sadar?” tanya Key pada Hyo Rin. Wajah Key begitu dekat dan terlihat sangat besar dimata Hyo Rin. Membuat Hyo Rin melonjak kaget.

“Key, kau membuatnya terkejut saja.” Ucap Jjong.

Hyo Rin mencari sumber suara itu. Jjong tersenyum saat menyadari Hyo Rin menatap ke arahnya.

“Ini noona, minumlah selagi masih hangat.” Tawar Taemin sambil menyodorkan sebuah gelas.

Hyo Rin masih bingung kenapa dia bisa ada ditempat ini. Tempat ini terasa begitu asing. Dan ke-3 namja itu. Hyo Rin merasa belum pernah melihatnya.

“Mian,aku yang membawamu kesini Hyo Rin. Tadi pagi aku panic melihatmu pingsan. Badanmu panas sekali.” Ucap Minho yang baru datang. “Awalnya aku ingin membawamu ke RS, tapi aku takut kalau mereka bertanya yang bukan-bukan. Jadi aku membawamu ke apartemen kami.”

“Ne, selamat datang di ‘dunia kami’” ucap Onew sambil tersenyum lebar. (krik krik krik)

Ke -4 namja lain menoleh heran kea rah Onew. ‘dunia kami (?)’

“Sudahlah, Onew Hyung tidak usah dipedulikan.” Ucap Key. “Sepertinya panas tubuhmu sudah turun. Sebaiknya sekarang kau sarapan.”

Hyo Rin merasa canggung karena harus duduk semeja dengan mereka berlima – orang yang baru saja ia kenal. Ketakutannya sudah tidak berguna sekarang.

“Oh iya Hyo Rin, aku belum memperkenalkan mereka.” Ucap Minho seusai makan. “Ini Onew Hyung, itu JongHyun Hyung, Key dan ini Taemin.” Yang terakhir disebutkan namanya langsung tersenyum. Hyo Rin pun membalas senyuman namja itu.*blush*

“Apartemen ini sebenarnya milik Onew hyung.” tambah Key. “Tapi dia berbaik hati membiarkan kami semua menumpang disini untuk menemaninya. Kekeke~”

“Iya, tapi dengan satu syarat. Seharusnya kau memasakkan sarapan setiap pagi untuk kami Key.” protes Onew.

“Aku selalu membuatkan sarapan.”

“Ne, itu kalau kau sempat. Tapi setiap pagi kau tidak pernah sempat.” -___-

“Siapa bilang? Aku… bla…bla…bla..”

Hyo Rin menunduk. Ia tidak biasa mendengar keributan seperti ini.

“Apa kau ingin pulang sekarang Hyo Rin? Biar kuantar.”

Hyo Rin ingin menjawab pertanyaan Minho, tapi Key lebih dulu memotongnya, “Kau yang mengantar, tapi biarkan aku yang menyetir.

 

A Piece Of Love At New Year Night Part 1

A Piece of Love at New Year Night

—————————————–

Tittle : A Piece of Love at New Year Night (PART I)

Author :byby a.k.a febby

Genre : Sad Romance, Friendship, Tragedy

Cast :

. Kim Hyo Rin

. Kim Ki Bum (Key)

. Choi Minho

. Kim JongHyun

. Lee Jinki (Onew)

. Lee Taemin

Hyo Rin mempercepat langkah kakinya saat ia menyadari ia sudah terlambat. Pagi itu ia ada kuliah musik dan sepertinya dia memang terlambat karena terlalu lama menunggu bus yang tidak kunjung datang.

“Permisi pak. Maaf saya terlambat.” Ucapnya pelan sambil menunduk.

Dosen itu mengalihkan pandangan dari laptopnya ke arah Hyo Rin. Dengan seksama beliau memandang sweater abu-abu dan rok dibawah lutut yang Hyo Rin kenakan lalu akhirnya mengangguk. “Silakan duduk.”

Hyo Rin berjalan menuju kursi paling belakang dengan malu-malu. Demi Tuhan, dia tidak pernah menjadi pusat perhatian seperti ini. Dia selalu bersembunyi dibalik swater lusuhnya dan berjalan menunduk. Bahkan banyak mahasiswa yang tidak menyadari kalau Hyo Rin adalah bagian dari kelas mereka.

Sambil mengeluarkan beberapa alat tulis, sepintas Hyo Rin melihat ada dua orang namja yang melintas di koridor. Mereka berdua terlihat asik dengan obrolan yang mereka debatkan. Tanpa harus berfikir lebih keras, Hyo Rin bisa mengingat nama mereka berdua diluar kepala.

Siapa lagi kalau bukan Minho dan Key.

***

Hari ini hujan, kebetulan Hyo Rin tidak membawa payung. Dia hanya bisa duduk merenung disebuah halte bus sambil sesekali memainkan air yang menetes dari atap halte.

“Kenapa hujannya tidak kunjung reda ya?” Hyo Rin menengadah ke atas langit. Mendung masih pekat, pertanda hujan akan bertahan lama.

“Ash! Bajuku basah!” teriak seorang namja yang tiba-tiba datang dan ikut berteduh di halte yang sama. Seorang namja lain mengekornya dari belakang.

Kini mereka duduk berjarak 1 meter dari Hyo Rin. Membuat Hyo Rin canggung dan tertunduk lebih dalam.

Mereka berdua adalah Minho dan Key – dua namja paling populer dikampus karena bakat mereka yang luar biasa dan (pastinya) juga karena wajah mereka yang tampan . Kedua handsome-namja itu kini ada didekat Hyo Rin.

“Kenapa hujannya turun tiba-tiba begini? Perasaan, tadi pagi langit masih cerah.” Ujar key sambil melepas jaketnya yang basah.

“Ini kan musim hujan Key. wajar lah kalau turun hujan.”

Bibir Key manyun, “ Tapi kalau tiba-tiba hujan seperti ini, bisa mengganggu jadwal latihanku.” Jawabnya. “ Eh, ngomong-ngomong apa kau punya handuk?”

Minho menggeleng, “Untuk apa aku membawa handuk ke kampus?”

“Kupikir kau sering numpang mandi dikampus. Kekeke~”

“Tidak lucu.” Jawab minho datar ==”

Tengkuk Hyo Rin semakin kaku mendengar mereka berdua bercanda. Entah kenapa saat ini ia benar-benar ingin pergi meninggalkan mereka berdua. Tapi hujan memenjarakannya dihalte itu.

“Hey, kau noona. Apa kau punya handuk? Atau paling tidak tisu?”

Hyo Rin menelan ludah yang terasa sangat pahit. ‘Apa benar namja itu sedang bertanya padaku?’ batinnya.

“Hello… noona. Aku sedang bertanya padamu.”

Hyo Rin tak bergeming. Masih saja dia menunduk sambil menggenggam tangannya dengan cemas.

Minho yang ada disamping Key jadi ikut penasaran. Dari tadi Key memanggil Hyo Rin tapi Hyo Rin masih saja terdiam. “Mungkin dia tidak mendengarmu karena suara hujan yang terlalu keras Key.”

Key menoleh kea rah minho sebentar lalu akhirnya beranjak dan berjalan mendekati Hyo Rin.

“Hey noona, aku bertanya padamu. Apa kamu punya sesuatu yang bisa membersihkan wajahku dari air hujan?”

Hyo Rin mendongak ragu. Ia terkejut saat mendapati key sudah berdiri membungkuk didepannya. Bahkan wajah key hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya.

Hyo Rin mendadak panik lalu akhirnya berlari menerjang hujan untuk menjauhi Key. Dia tidak terbiasa atau justru takut jika didekati seorang namja paling popular dikampus.

“Eh key, kotak makan noona itu tertinggal.” Ucap minho pada key.

Saat key ingin mengejar noona itu, bayangan noona itu sudah menghilang dibalik derasnya hujan.

***

Tidak seperti hari kemarin, kebetulan hari ini sangat cerah. Benar-benar cuaca yang sangat cocok untuk jalan-jalan.

Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Key dan Minho. Mereka mengajak ke3 teman lainnya sekaligus untuk mengelilingi kota.

“Kenapa kita hanya berjalan-jalan seperti ini terus? Bagaimana kalau kita makan? Aku sudah lapar.” Keluh jjong.

“Setuju! Kita makan di restoran itu saja. Disana berbagai menu ayamnya sangat enak.” Usul (siapa lagi kalau bukan) Onew.

“Iya Hyung. Aku juga sudah lapar.” Kata Taemin sambil menatap kea rah key.

“Sebentar. Aku belum menemukannya.”

“Sebenarnya apa yang kau cari Key? kulihat daritadi kau mengamati setiap toko yang kita lewati.” Tanya jjong curiga.

“Ha? Key menghentikan langkahnya karena ke4 temannya menyadari apa yang ia lakukan. “aku.. aku mencari toko yang menjual kue coklat.”

Jjong, Taemin, dan Onew saling berpandangan lalu menatap Key dengan aneh. Minho masih diam.

“Lebih enak ayam Key, daripada kue coklat.”

Tawa yang lain meledak, termasuk Key. ucapan Onew terdengar sangat polos.

“Haha, tidak hyung. Bukan begitu maksudku.” Terang Key. “Aku mencari kue coklat bukan untuk dimakan tapi untuk dibawa pulang karena kemarin aku memakan sebuah kue coklat milik seorang noona. Aku bermaksud untuk menggantinya.”

Minho akhirnya tertarik dengan apa yang Key ucapkan, “Jadi kue coklat milik noona yang kemarin itu kau makan Key?”

“Kekeke, mian minho. Kemarin aku sangat lapar. Lagipula kotak makan itu transparan. Jadi terlihat sangat menggoda.”

Taemin, Onew dan Jjong bengong. Mereka tidak mengerti apa yang sedang Minho dan Key bicarakan.

“Sebenarnya apa sih yang sedang kalian bicarakan?”

“Kami…’’

Bruk! Tiba-tiba ada seorang yeoja yang menabrak Key dari belakang. Yeoja itu terlihat sedang terburu-buru.

“Noona?” mata Key membola. Noona yang sedang ia bicarakan mendadak hadir didepannya.

Hyo Rin pun tak kalah terkejut. Disaat seperti ini, bisa-bisanya dia bertemu dengan Key, diatambah dengan 4 namja tampan lain yang menatapnya heran.

Astaga! Hyo Rin benar-benar diantara terkepung diantara mereka berlima sekarang!