A Piece Of Love At New Year Night Part 1

A Piece of Love at New Year Night

—————————————–

Tittle : A Piece of Love at New Year Night (PART I)

Author :byby a.k.a febby

Genre : Sad Romance, Friendship, Tragedy

Cast :

. Kim Hyo Rin

. Kim Ki Bum (Key)

. Choi Minho

. Kim JongHyun

. Lee Jinki (Onew)

. Lee Taemin

Hyo Rin mempercepat langkah kakinya saat ia menyadari ia sudah terlambat. Pagi itu ia ada kuliah musik dan sepertinya dia memang terlambat karena terlalu lama menunggu bus yang tidak kunjung datang.

“Permisi pak. Maaf saya terlambat.” Ucapnya pelan sambil menunduk.

Dosen itu mengalihkan pandangan dari laptopnya ke arah Hyo Rin. Dengan seksama beliau memandang sweater abu-abu dan rok dibawah lutut yang Hyo Rin kenakan lalu akhirnya mengangguk. “Silakan duduk.”

Hyo Rin berjalan menuju kursi paling belakang dengan malu-malu. Demi Tuhan, dia tidak pernah menjadi pusat perhatian seperti ini. Dia selalu bersembunyi dibalik swater lusuhnya dan berjalan menunduk. Bahkan banyak mahasiswa yang tidak menyadari kalau Hyo Rin adalah bagian dari kelas mereka.

Sambil mengeluarkan beberapa alat tulis, sepintas Hyo Rin melihat ada dua orang namja yang melintas di koridor. Mereka berdua terlihat asik dengan obrolan yang mereka debatkan. Tanpa harus berfikir lebih keras, Hyo Rin bisa mengingat nama mereka berdua diluar kepala.

Siapa lagi kalau bukan Minho dan Key.

***

Hari ini hujan, kebetulan Hyo Rin tidak membawa payung. Dia hanya bisa duduk merenung disebuah halte bus sambil sesekali memainkan air yang menetes dari atap halte.

“Kenapa hujannya tidak kunjung reda ya?” Hyo Rin menengadah ke atas langit. Mendung masih pekat, pertanda hujan akan bertahan lama.

“Ash! Bajuku basah!” teriak seorang namja yang tiba-tiba datang dan ikut berteduh di halte yang sama. Seorang namja lain mengekornya dari belakang.

Kini mereka duduk berjarak 1 meter dari Hyo Rin. Membuat Hyo Rin canggung dan tertunduk lebih dalam.

Mereka berdua adalah Minho dan Key – dua namja paling populer dikampus karena bakat mereka yang luar biasa dan (pastinya) juga karena wajah mereka yang tampan . Kedua handsome-namja itu kini ada didekat Hyo Rin.

“Kenapa hujannya turun tiba-tiba begini? Perasaan, tadi pagi langit masih cerah.” Ujar key sambil melepas jaketnya yang basah.

“Ini kan musim hujan Key. wajar lah kalau turun hujan.”

Bibir Key manyun, “ Tapi kalau tiba-tiba hujan seperti ini, bisa mengganggu jadwal latihanku.” Jawabnya. “ Eh, ngomong-ngomong apa kau punya handuk?”

Minho menggeleng, “Untuk apa aku membawa handuk ke kampus?”

“Kupikir kau sering numpang mandi dikampus. Kekeke~”

“Tidak lucu.” Jawab minho datar ==”

Tengkuk Hyo Rin semakin kaku mendengar mereka berdua bercanda. Entah kenapa saat ini ia benar-benar ingin pergi meninggalkan mereka berdua. Tapi hujan memenjarakannya dihalte itu.

“Hey, kau noona. Apa kau punya handuk? Atau paling tidak tisu?”

Hyo Rin menelan ludah yang terasa sangat pahit. ‘Apa benar namja itu sedang bertanya padaku?’ batinnya.

“Hello… noona. Aku sedang bertanya padamu.”

Hyo Rin tak bergeming. Masih saja dia menunduk sambil menggenggam tangannya dengan cemas.

Minho yang ada disamping Key jadi ikut penasaran. Dari tadi Key memanggil Hyo Rin tapi Hyo Rin masih saja terdiam. “Mungkin dia tidak mendengarmu karena suara hujan yang terlalu keras Key.”

Key menoleh kea rah minho sebentar lalu akhirnya beranjak dan berjalan mendekati Hyo Rin.

“Hey noona, aku bertanya padamu. Apa kamu punya sesuatu yang bisa membersihkan wajahku dari air hujan?”

Hyo Rin mendongak ragu. Ia terkejut saat mendapati key sudah berdiri membungkuk didepannya. Bahkan wajah key hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya.

Hyo Rin mendadak panik lalu akhirnya berlari menerjang hujan untuk menjauhi Key. Dia tidak terbiasa atau justru takut jika didekati seorang namja paling popular dikampus.

“Eh key, kotak makan noona itu tertinggal.” Ucap minho pada key.

Saat key ingin mengejar noona itu, bayangan noona itu sudah menghilang dibalik derasnya hujan.

***

Tidak seperti hari kemarin, kebetulan hari ini sangat cerah. Benar-benar cuaca yang sangat cocok untuk jalan-jalan.

Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Key dan Minho. Mereka mengajak ke3 teman lainnya sekaligus untuk mengelilingi kota.

“Kenapa kita hanya berjalan-jalan seperti ini terus? Bagaimana kalau kita makan? Aku sudah lapar.” Keluh jjong.

“Setuju! Kita makan di restoran itu saja. Disana berbagai menu ayamnya sangat enak.” Usul (siapa lagi kalau bukan) Onew.

“Iya Hyung. Aku juga sudah lapar.” Kata Taemin sambil menatap kea rah key.

“Sebentar. Aku belum menemukannya.”

“Sebenarnya apa yang kau cari Key? kulihat daritadi kau mengamati setiap toko yang kita lewati.” Tanya jjong curiga.

“Ha? Key menghentikan langkahnya karena ke4 temannya menyadari apa yang ia lakukan. “aku.. aku mencari toko yang menjual kue coklat.”

Jjong, Taemin, dan Onew saling berpandangan lalu menatap Key dengan aneh. Minho masih diam.

“Lebih enak ayam Key, daripada kue coklat.”

Tawa yang lain meledak, termasuk Key. ucapan Onew terdengar sangat polos.

“Haha, tidak hyung. Bukan begitu maksudku.” Terang Key. “Aku mencari kue coklat bukan untuk dimakan tapi untuk dibawa pulang karena kemarin aku memakan sebuah kue coklat milik seorang noona. Aku bermaksud untuk menggantinya.”

Minho akhirnya tertarik dengan apa yang Key ucapkan, “Jadi kue coklat milik noona yang kemarin itu kau makan Key?”

“Kekeke, mian minho. Kemarin aku sangat lapar. Lagipula kotak makan itu transparan. Jadi terlihat sangat menggoda.”

Taemin, Onew dan Jjong bengong. Mereka tidak mengerti apa yang sedang Minho dan Key bicarakan.

“Sebenarnya apa sih yang sedang kalian bicarakan?”

“Kami…’’

Bruk! Tiba-tiba ada seorang yeoja yang menabrak Key dari belakang. Yeoja itu terlihat sedang terburu-buru.

“Noona?” mata Key membola. Noona yang sedang ia bicarakan mendadak hadir didepannya.

Hyo Rin pun tak kalah terkejut. Disaat seperti ini, bisa-bisanya dia bertemu dengan Key, diatambah dengan 4 namja tampan lain yang menatapnya heran.

Astaga! Hyo Rin benar-benar diantara terkepung diantara mereka berlima sekarang!