The Phantopm Of The Opera (EXO Version) Chapter 1

The Phantom Of The Opera (Chapter 1)

Author: Candy Girl a.k.a Febby Sabrina

Cast: Nam Mynra, Byun BaekHyun
Support Cast: Xi LuHan (EXO-M), Kim JoonMyun (EXO-K),Oh Sehun (EXO-K), Wu Yi Fan (EXO-M),  Lee Sunkyu a.ka Sunny ( SNSD), Choi AhYoung ( OC a.k.a You )
Genre: Mystery, Romance, Friendship
Rating: PG-13
Length: Sequel
Warning: AU, typo, alur gaje
A.N: Mohon RCL ya~ klo di RCL di doain bsa nikah sama bias masing- masing^^ #pray. Ini FF pertama ku… jadi mian klo gk bagus ._.
oKAI,,, Happy Reading Chingudeul
Summary:
You must make the audience enjoy the show to finish..
 
Therefore you must finish the story..
 
The story that never ends..
***
Mynra POV
“Anak-anak, apakah kalian sudah memikirkan apa yang akan kalian tampilkan pada festival kebudayaan SMU kita bulan depan?” ujar Miss Sunkyu , wali kelasku.
Aku segera mengangkat tanganku buru-buru seolah sudah mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh Miss Sunkyu.
“Ne, apa yang akan kau sampaikan Nam Mynra ?”
“Err..aku hanya ingin mengusulkan, bagaimana kalau drama saja. Festival kebudayaan berlangsung satu minggu lagi dan itu juga tidak akan lama lagi, kurasa tidak masalah kalau kita meminta waktu satu hari untuk menampilkan drama yang akan kita mainkan Miss”, ujarku panjang lebar.
“Wah, that’s a good idea!” ujar Miss Sunkyu bersemangat.
“Lagipula sudah banyakkan  tarian dan permainan musik yang akan ditampilkan oleh kelas lain, kecuali drama. Kurasa kelas lain takut untuk mengambil resiko bermain drama yang sulit dan membutuhkan biaya banyak untuk keperluan panggung. Apalagi kondisi panggung auditorium kita yang seperti itu. Baiklah anak-anak, kita tidak boleh kalah! Sekarang kita tentukan drama apa yang akan kita tampilkan?” tambahnya lagi .
Selagi Miss Sunkyu berpikir tentang drama apa yang akan kita tampilkan, aku berbisik pada AhYoung, sahabatku.
“Youngi-ah Tadi kau dengar tidak songsengnim bilang apa?” tanyaku pada AhYoung.
“Memangnya  tadi dia bilang apa?” sambil mengucek(?) matanya yang berair.
Belum sempat aku menjawab, seseorang telah menyela perkataanku.
“Maksudmu tentang auditorium sekolah  yang bermasalah itu?” kata BaekHyun.
“Ya, kau benar. Aku pikir tadi Miss Sunkyu  tidak akan setuju pada usulanku tentang  drama ini karena sudah hampir 70 tahun auditorium itu tidak pernah dipakai.” tambahku.
“Memangnya kenapa auditorium iyu  tidak dipakai? Apakah rusak?” tanya AhYoung penasaran  padaku dan BaekHyun. Sedangkan aku dan BaekHyun hanya saling memandang.
“Ya! Kau ini kemana saja sih Youngi-ah, memangnya kau tidak tahu cerita tentang auditorium itu?” ujar BaekHyun jengkel.
“Begini, menurut desas-desus dan pengakuan salah satu guru yang sudah pensiun  disini, dulu sekitar 70 tahun yang lalu, auditorium itu digunakan sebagai panggung pertunjukan drama  yang berjudul The Phantom of The Opera. Namun pada saat pertunjukkan akan dimulai, anak yang  akan memerankan Sang Hantu menghilang dan tidak pernah ditemukan sampai sekarang”, kataku panjang lebar.
“Kemungkinan anak itu sudah mati dan mayatnya masih berada di auditorium sekolah kita itu”, timpal BaekHyun.
“Maksud kalian auditorium itu berhantu?!” pekik AhYoung dengan ekspresi ketakutanny dan juga O_O
“Ssttt! Yak!! Jangan keras-keras kalau bicara Youngi-ah”, omelku.
“Ha..habis..nya”
“Dan begitulah, sejak peristiwa itu, auditorium  bermasalah itu tidak pernah dipakai. Tapi sepertinya tidak untuk tahun ini, karena sepertinya Miss Sun..kyu..ak..”, belum sempat Jinki menyelesaikan kalimatnya Miss Sunkyu kini sudah berdiri di depan kami bertiga sambil memasang wajah masamnya.
“Apa yang kalian ributkan dari tadi heh?! Bukannya ikut berpikir tentang drama apa, kalian malah asyik ngobrol sendiri!!” ujar wali kelasku itu sambil bersungut-sungut.
“Ayo jawab! Jangan diam saja, atau kalian ingin kuhukum membersihkan toilet sepulang  jam sekolah?”
“A..anu, kami juga sedang membahas masalah drama, Miss”, ucap BaekHyun ragu. Sedangkan aku dan AhYoung  hanya diam saja.
“Drama apa?”
“Err.. The Phantom of The Opera.. itu..itu..”
BaekHyun PABO!! Kenapa bilang? Bagaimana kalau Miss Sunkyu  marah..
“Wah itu kan drama yang disadur dari novel legendaris yang berjudul sama!” ujar Miss Sunkyu antusias, eekkhmm… bahkan sangat antusias
Eh?
Kemudian guru muda itupun bercerita. “Dulu aku sempat membaca novelnya sewaktu aku masih kuliah sastra inggris di Perancis. Novel yang sangat bagus dan mengguggah adrenalinku, though it’s a tragic story but it’s exciting!! Thing that thrill me most is the romance between The Lady and The Phantom.”
“Wah apakah anda tahu akhir dari cerita?”
“Ofcourse I know, but it’s only through the novel. Aku memang membaca sampai habis ceritanya, tapi aku tidak bisa menikmati ceritanya sampai habis di panggung.”
“Eh? Apakah maksud anda..”
“Ya, benar. Aku melihat langsung pertujukan drama musical ini di gedung opera Perancis.”
“Kenapa anda tidak melihatnya sampai selesai?” tanya BaekHyun
“Waktu itu ada kasus, pemeran The Lady tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri dalam waktu yang lama. Akhirnya tirai panggung di tutup. Mungkin pemeran The Lady itu pingsan karena lelah.”
Kami hanya ber-oh ria sambil mengangguk-angguk.
“Tapi, kurasa kita harus menyelesaikan ceritanya di panggung kita!! dan diakhiri dengan adegan yang sangat romantis!!” seru Miss Sunkyu  dengan semangat yang menggebu  sambil menepukan tanganya diudara.
E…uuhhh?? Jangan bilang kalau…
“Baiklah anak-anak drama yang akan kita tampilkan saat festival kebudayaan nanti sudah ditetapkan!! Kita akan menampilkan drama yang berjudul The Phantom of The Opera! Setuju??”
Semua murid bersorak setuju, sedangkan kami bertiga hanya menganga tidak percaya dan saling pandang satu sama lain. Melihat yang lainnya bersorak menyetujui usulan Miss Sunkyu, kami hanya bisa tersenyum pasrah. Walaupun sesungguhnya hati kami menjerit.
Kenapa mereka dengan mudahnya setuju??
Tidak kah mereka tahu kisah tragis drama itu 70 tahun lalu?
***
“Hei, Byun BaekHyun! Apa kau sudah membicarakan masalah ini?” tanyaku pada BaekHyun saat kami berjalan berdua menuju loker kami. Loker kami bersebelahan. Sebenarnya bersebelahan juga dengan AhYoung, namun AhYoung  tidak bersama kami sekarang. Ia sudah pulang duluan. Aku, BaekHyun, dan AhYoung sudah bersahabat sejak SD.
“Sudah, dan kau tahu apa kata Miss Victoria setelah aku menceritakan desus-desus itu?” tanyanya dengan raut menyebalkannya.
“Apa katanya?”
“BaekHyun, hentikan cerita konyolmu itu. Cerita 70 tahun lalu itu tidak ada hubungannya dengan drama kita. Jangan kau pikir dengan mengarang cerita kalau auditorium itu berhantu dan menyeramkan , aku akan menggangtikan peranmu sebagai Sang Hantu. Cih! Menyebalkan sekali guru itu!” ucapnya bersungut-sungut
“Ne, aku benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa dia langsung menunjuk kita berdua sebagai pemeran utamanya? Ck!” ujarku lemas.
“Ahh..bagaimana ini, Mynra? Aku kan yang memerankan Sang Hantu. Bagaimana kalau a..aku juga..”, ucap BaekHyun gusar.
“Tidak BaekHyun, jangan negative thinking dulu. Bukankah ini drama biasa seperti drama-drama yang lain. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah berlatih dan menampilkannya dengan yang terbaik  pada festival budaya nanti. Bayangkan saja hadiah yang kita dapat nanti kalau kita menang!! Ayolah semangat!!”
“Ya, kau benar.” ujarynya lesu
Normal POV
Setelah mengambil barang-barangnya dari loker, BaekHyun dan Mynra bergegas meninggalkan tempati itu. Tanpa mereka sadari seseorang telah bersembunyi di balik dinding, mengawasi dan mencuri dengar pembicaraan mereka.
***
Mynra POV
Setelah sampai di kamarku, aku segera melempar tasku kemudian menghempaskan tubuhku di atas kasur.
Aku kembali mengingat-ingat kejadian tadi siang dimana Miss Sunkyu menunjukku dan BaekHyun untuk menjadi pemeran utama dalam drama musikal itu, sebagai Lady Christine dan Edward, Sang Hantu.
Huh, mentang-mentang aku dan BaekHyuni ikut club drama. Tapi baguslah toh hobiku dapat tersalurkan, dan kalau drama ini sukses aku bisa menjadi terkenal dikalangan murid-murid Hahaha…!!. Aku segera membongkar isi tasku mencari ponselku dan menghubungi BaekHyun. Kurasa dia masih syok akan perannya.
Ketika aku menggeledah aku menemukan secarik kertas berwarna pink pastel, warna kesukaanku  yang terselip dibuku tebal yang kuambil dari loker tadi. Wah apa ini..
Dear Princess..
 
Kau tahu aku sangat menyukaimu sejak lama. Bahkan aku benar-benar mencintaimu honey.
 
Kau tahu honey, kau bagai seorang dewi yang sangat cantik,baik hati  dan selalu menyinari lubuk hatiku yang beku dan mencairkan hatiku. Menghangatkan hatiku..
Aku ingin kau menjadi  yeojachinguku bla bla bla………….
Karena dirimu selalu ada  di hatiku  walau bla bla bla……….
Aku malas membacanya, tulisannya rapi juga  ditulis dengan tinta warna-warni. Huh, siapa yang usil  seperti ini? Cih menyatakan cinta  padaku menggunakan  surat, norak sekali!
Err..pengirimnya..
‘Your secret admirer a.k.a W.F’
Hah? Lelucon apalagi ini?
Keesokan harinya aku kembali menemukan surat cinta norak itu di lokerku, surat cinta berwarna pink pastel  dengan tulisan warna-warni. Isinya adalah puisi cinta yang dibuatnya semalaman sampai tidak tidur. Aku tidak menghiraukan surat tidak jelas itu dan segera bergegas ke kelas dengan raut wajah jelek.
“Baiklah anak-anak, kemarin saya sudah menentukan siapa saja yang menjadi pemeran diatas panggung nanti. Dan siapa saja yang bertugas di belakang panggung. Semalaman itu ibu membuatkan naskah ini sampai tidak tidur, silahkan dibaca.”
Aku membolak-balikan naskah ini. Wah hebat! Naskah ini ditulis dan disusun serapi ini. pppfftt..namanya juga Miss Sunkyu. Aku mulai mengamati dialog dan adegannya satu per satu dengan teliti. Dialogku memang banyak tapi tidak sulit untuk dihafalkan. Tapi ada yang janggal, aku memicingkan mataku untuk memperjelas penglihatanku pada adegan akhir cerita. Kenapa ada adegan CIUMANNYA?!!~
Aku mengangkat kepalaku hendak protes, tapi kurasa tidak hanya aku yang ingin protes. BaekHyun pun sepertinya juga.
“Maaf, Miss. Kenapa di akhir cerita ada adegan seperti ini?” tanyaku gusar.
“Benar, ini kan hanya drama selevel anak SMA. Apa adegan seperti ini tidak terlalu vulgar?” timpal BaekHyun.
“Hufft!! Dimana-mana drama ini diakhiri dengan adegan ciuman sayang… Bagaimana bisa drama ini dibuat berbeda dari aslinya?”
“Tapi songsengnim..”, ujarku memelas, tapi sepertinya guru cerewt itu tetap tidak mau tahu.
“Sudahlah Mynra-ya, kita latihan saja yuk!” ajak BaekHyun, untung yang jadi lawan mainku ini sahabatku sendiri, tapi tetap saja uhh!
Kami latihan selama 3 jam sepulang sekolah. Ternyata drama ini tidak semudah yang aku duga. Ditambah lagi sutradaranya adalah Miss Sunkyu  yang perfeksionis. Aku harus benar-benar menghayati peranku ini.
Sudah pukul 5 sore, akhirnya kami semua pulang. Sebelum pulang aku kembali membuka loker untuk mengambil tas dan sepatuku. Lagi-lagi surat cinta!
Dear Princess..
 
Hatiku benar-benar hancur, kenapa kau menyakitiku..
Bla bla bla……..
Aku sangat senang apabila kau berperan menjadi seorang Lady Christine, cocok sekali denganmu.
Tapi kenapa yang menjadi lawan mainmu si BaekHyun PABO itu..
Kenapa bukan aku? Aku sangat tampan, baik hati, pintar..
Bla bla bla
Jadi lah Yeojachinguku honey…
I LOVE YOU
 
W.F
Mwo?? Apa-apaan ini? Siapa sih yang iseng begini?! Apa ini perbuatan BaekHyun ya?
Deg!
Aku merasa ada seseorang yang sedang mengawasiku.
“Yak!! Ayo keluar! Jangan sembunyi! NUGU?!”
Suaraku menggema. Sekolah sudah sepi ditambah langit sudah gelap. Tadi BaekHyun ijin pulang lebih awal karena kepalanya sakit.
Aku segera membereskan barang-barangku dan beranjak pergi. Aku merasa diikuti oleh seseorang namun ketika kutoleh ternyata tidak ada siapa-siapa.
Langkah namja yang mengikutiku semakin sangat jelas terdengar. Aku menoleh ke belakang dan menemukan sesosok yang tengah memandangku dengan tatapan sendunya.
“Kenapa kau belum pulang? Kau anak kelas sebelah kan?” tanyaku dengan nada ketus
“Aku menunggumu honey.”
“Eh? Jangan-jangan kau mau mencuri ide pertunjukan kami ya?” tuduhku masih dengan nada ketus
“Aniyo! Aku benar-benar menunggumu, oh ya, apa kau mau menjadi yeojachinguku?”
Aku berhenti melangkah kemudian berbalik,
“Yak!! Jadi kau yang mengirimiku surat cinta menjijikkan itu?”
“Yak!! Itu surat cinta yang kubuat dengan susah payah tau!!” >o<
“Kalau begitu, mau kau kemanakan pacar-pacarmu hah? Dasar playboy tengik!” omelku.
Sedangkan dia hanya tertawa seenak jidatnya.
“Tapi aku serius Mynra-ya?!”
“Hentikan omong kosongmu itu atau kutendang kau!”
“Hei, tapi aku benar-benar kecewa kenapa si BaekHyun bau kunyit(?) itu yang jadi lawan mainmu nanti?!”
“Miss Sunkyu yang menentukannya!.”
“Oh, guru pendek itu ya?” #Mian S♥ne
Aku hanya menjitaknya. Dia Wu Yi Fan teman baikku dan BaekHyun. Kami bertiga satu klub teater. Kris ini cukup populer dikalangan para wanita karena tampan. Dia juga jago olahraga. Kalau dia tahu aku bicara begini pasti dia besar kepala. Huufffttt…
***
“Selamat pagi anak-anak! Hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo perkenalkan dirimu, nak”, ujar Miss Sunkyu bersemangat.
“Halo namaku Oh Sehun, tapi kalian bisa memanggilku Sehun saja. Salam kenal ya”, ujarnya sambil tersenyum ramah.
Dan kau tahu? Dia sangat tampan! Dia terlihat seperti ulzzang! Tapi sepertinya aku harus tertawa seperti yang lainnya. Sehun memang tampan tapi lihat dandanannya, culun sekali. Rambut hitam agak panjang disisir rapi kesamping dengan tak-sehelai-pun-rambutnya-mencuat. Kemudian bajunya sangat rapi dengan ikat pinggang hitam yang dipakainya sampai setinggi perut. Dasinya tergantung rapi dikerah lehernya. Kemudian sepatu hitam dan tas ransel biru. Hahaha dia pikir ini sekolah dasar? Tapi kuakui aku memang sedikit terpesona oleh ketampanannya.
Kemudian songsengnim mempersilahkannya duduk. Tanpa sadar aku memperhatikannya sampai seseorang mengagetkanku.
“Ya! Kau suka padanya?” tanya AhYoung seenak jidatnya tanpa menghiraukan sekelilingku.
“Ya! Jangan keras-keras! Kau mau membuatku malu Youngi-ah?” ujarku tertahan.
“Hahaha, mian, habis kau lucu sih.”
Tapi kurasa AhYoung  benar, aku tertarik padanya.
Saat istirahat tiba aku mengajak Sehun keliling sekolah kemudian kami makan berdua di kantin. Ternyata Sehunadalah anak yang ramah dan menyenangkan, dia juga lebih tua beberapa bulang diatasku.
“Hei, andai saja penampilanmu diubah sedikit saja pasti kau akan terlihat sangat tampan”, ujarku. Ia hanya tersenyum. Kemudian aku mengacak rambutnya. Menarik dasinya dan mengeluarkan bajunya yang sebelumnya terbingkai rapi oleh ikat pinggang.-_- #Mynra mau apain nampyeon gw heh??
“A..apa yang kau lakukan?”
“Wah! Kau terlihat lebih keren!!”
“Tapi apa tidak apa-apa aku takut kalau aku nanti akan dihukum kalau tidak berpakaian rapi di area sekolah.”
“Hey lihat sekelilingmu! Hampir semua namja disini berpenampilan seperti itu! Sudahlah santai saja!”
Kemudian aku menggandeng tangan Sehun#minta di hajar# dan mengajaknya kembali ke kelas.
“Waah, kenapa penampilannya jadi seperti ini? Kau apakan dia eh..? Jangan-jangan dia kau nodai?” ujar AhYoung yang sukses membuat darahku mendidih.
“Sembarangan!!”, jawabku ketus.
“Mnyra-ya, kau dan aku dipanggil ke ruangan Miss Sunkyusekarang”, kata BaekHyun.
“Jeongmal? Baiklah ayo!”
Aku dan BaekHyun memasuki ruang Miss Sunkyu.
“Ada apa Miss?”
“I have a good news to you. Tadi aku sudah meminta izin pada kepala sekolah untuk meminjam auditorium demi kepentingan drama kita. Ternyata diizinkan! Kupikir tidak diizinkan karena kasus 70 tahun lalu itu. Tapi syukurlah, jadi mulai nanti kita latihan di auditorium. Aku sudah mendapatkan kuncinya.” Ujar Miss Sunkyu sambil memamerkan eye-smilenya.
Yah padahal akan lebih baik kalau tidak diizinkan.Batinku
“Dengar ya, yang harus kalian lakukan nanti adalah totalitas! Oh iya sepertinya kita akan membutuhkan pemeran tambahan untuk si penggubah lagu. Aku sudah meminta  bantuan pada Kim JoonMyun dari klub musik.  Dan dia menyetujuinya.”
“Bukankah Kim JoonMyun itu murid kelas lain, ya Miss?
“Yeah you’re right, but there’s one time you must play the piano. Ada adegan Sang Hantu harus memainkan piano”, ujar Miss Sunkyu.
“Ah, benar juga~” ucapku lesu
“Baiklah nanti kita bertemu di auditorium jam 2 siang. Ingat! On Time!”
“Err.. Miss, bukankah semua murid kelas kita harus ikut berpartisipasi dalam drama ini? Maksudku Sehun, dia juga berperan kan?” tanyaku ragu.
“Hmm, kurasa dia akan berperan di belakang panggung.” jawabnya lagi.
***
“Setelah ini, kau mau kemana?” tanya Sehun, sambil menggandeng tanganku.
“Kami semua akan ke auditorium untuk latihan drama festival kebudayaan. Miss Sunkyu bilang, kau juga dapat peran walaupun kau anak baru. Jadi jangan khawatir.”
“Wah benarkah!! Aku senang sekali!” ucapnya Sumringah.
“Ne, ayo kita ke auditorium sekarang. Hei,Sehun. Kau tau tidak? Sebenarnya auditorium sekolah ini sempat bermasalah.”
“Eh? Bermasalah kenapa?”
“Katanya, 70 tahun lalu ada murid-murid sekolah ini mementaskan sebuah drama. Tapi si anak lelaki pemeran utama itu menghilang sebelum drama berhasi atau selesai dipentaskan. Ada yang bilang anak lelaki itu jatuh ke lubang panggung dan tidak diketemukan hingga sekarang! Jangan-jangan anak itu menjadi hantu gentayangan”, ceritaku panjang lebar.
“Wah jangan-jangan kau takut cerita hantu ya?” ujar Sehun meremehkan.
“Anii, malah aku penasaran seperti apa lubang panggungnya. Kau sendiri?”
“Kalau aku agak kurang percaya oleh hal-hal seperti itu haha.”
***
Kami semua sudah berkumpul di auditorium ini. Auditorium ini memang terlihat kuno sekali namun bersih dan terawat. Karena setiap bulan pasti kepala sekolah menyuruh petugas untuk membersihkan auditorium ini, jadi walaupun nyaris 70 tahun tak terpakai auditorium ini tetap terawat.
Selagi aku memerankan Lady Christine, aku selalu dapat menangkap Sehunyang tengah menyemangatiku sehingga aku yang semula gugup menjadi tidak gugup lagi.
Adegan saat ini adalah pada waktu Christine bertemu seorang penggubah partitur kuno, Albert, yang diperankan oleh JoonMyun
Christine meminta Albert untuk mengajarinya menyanyikan lagu itu.
Setelah satu jam berlatih akhirnya kami pun beristirahat.
“Wah kau hebat sekali Mynra! Aktikngmu benar-benar keren!” ujar Sehun dan anak-anak lainnya. Aku yang mendengarnya menjadi tersipu malu.
Tapi ada yang aneh, kenapa manusia satu ini ada disini?
“Ya! ,Kris kenapa kau ada disini? Kau mau jadi mata-mata dan mengkopi drama kami ya?” tuduhku tak berperasaan pada namja yang bernama Kris ini.
“Enak saja! Aku kesini untuk melihat akting bidadariku. Lagipula disini ada JoonMyun teman sekelasku”, ujarnya.
“Oh andai saja aku dan bidadariku dapat bersatu di atas panggung”, tambahnya kemudian.
Aku hanya mengerucutkan bibirku dan berlalu dari hadapannya. Aku duduk di sebelah Sehun dan ngobrol banyak dengannya.
Setelah 30 menit istirahat, kami melanjutkan adegan tarian yang telah diajarkan Miss Sunkyu pada latihan sebelumnya. Anak-anak yang terpilih, termasuk aku, menarikan tarian klasik ini sambil bernyanyi. Ehem! Suaraku memang tidak begitu bagus tapi juga tidak terlalu jelek!.
Setelah tarian usai dilanjutkan dengan adegan munculnya Sang Hantu yang mengaku bernama Edward, ia menghampiri Christine kemudian bersyair. Syair yang menghibur hati Christine karena tak kunjung menguasai nada-nada dalam partitur kuno itu padahal pentas sudah dekat.
Oh, dramatis sekali..
Pentas pun tiba, Christine sangat gugup. Namun, berkat dukungan dari Sang Hantu di belakang panggung, ia kembali tegar dan bersemangat.
Perlahan-lahan, Christine mencintai Sang Hantu. Sang Hantu pun mencintai Christine. Ia hadir karena ingin membantu Christine menjadi seorang bintang melalu pentas seni ini. Sang Hantu yang bernama Edward menyamar sebagai Albert kemudian mengajari Christine menyanyi. Pentas seni itupun akhirnya sukses, Christine mendapat banyak pujian dan menjadi terkenal dalam sekejap. Pada akhir cerita Christine dan Edward berciuman. Ciuman perpisahan karena Edward akan kembali ke alam sana setelah menunaikan tugasnya di dunia yaitu membahagiakan gadis yang dicintainya. Namun kepergian Edward membuat Christine sangat terpuruk, walau kini ia telah berada dipuncak ketenaran.+
The end.
Well, it’s a tragic story right? Kisah romansa antara Christine dan Edward ini tidak happy ending.
Tapi tentu saja aku dan Jinki tidak berciuman seperti dalam naskah itu. Huh, tidak akan pernah! Lagipula ini kan cuma latihan.
Ngomong-ngomong sudah 20 menit berlalu sejak istirahat, aku tidak melihat sosok Miss.Sunkyu.
Biasanya beliau selalu me-review tiap-tiap adegan yang kami lakukan. Kemana dia?
Karena kami merasa ada yang tidak beres akhirnya kami semua berpencar untuk mencari Miss Victoria ke seluruh sudut sekolah.
Kebetulan, aku, Baekhyun, Sehun dan Ahyoung mencari dalam auditorium. Saat aku dan Sehun mencari Miss Sunkyu di gudang penyimpanan perkakas panggung. Aku mendengar teriakan Ahyoung dari arah panggung.
KYAAAAA!
Hah? Ada apa? Aku dan Sehun segera bergegas menuju belakang panggung. Disana kulihat Baekhyun  dan Ahyoung memandangi lubang panggung itu dengan tatapan ngeri.
“A..ada apa?”
Aku dan Sehun berlari menghampiri Baekhyun dan Ahyong. Kemudian kuarahkan pandanganku ke arah lubang panggung.
“Ya Tuhan! MISS SUNKYU!!!”
To be Continued

2 respons untuk ‘The Phantopm Of The Opera (EXO Version) Chapter 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s