[ONESHOOT] Color Ring

image

Author: nunakookies ft imy0urnunna

Title: Color Ring

Starring by: WINNER’s Lee Seunghoon, Kang Seorin

Support cast: WINNER’s Kang Seungyeon, Bae Junhee

Genre: Angst, Sad Romance.

Rating: G

A/N: Haloooooo nunakookies comeback kedunia perff-an/? Selama 2 tahun lamanya. Ohiya
ini songfict pertama nunakookies hwhwhw. Inspired by Color Ring nya Winner hehehe. Disclaimer by nunakookies, maaf jika ada kesamaan alur dan penokohan. Do not copy paste my story!~ Thanks^^

“Andai aku menggenggam tanganmu saat itu…”

.

.

.

Gangnam, July 24th 2015

Author POV

Hujan masih mengguyur dengan derasnya di wilayah Gangnam. Kota Gangnam kini diisi dengan payung berwarna-warni yang dipegang oleh sang pemilik untuk melindungi mereka dari hujan yang deras. Tidak sedikit juga penduduknya lebih memilih untuk menetap dirumah atau bermalas-malasan diatas kasur mereka ditemani selimut yang hangat ataupun minuman hangat. Udara yang sangat dingin ini juga dirasakan oleh pria berumur 23 tahun ini, Lee Seunghoon nama lelaki tersebut. Seunghoon sesekali menekan tombol dial di ponselnya untuk menghubungi sosok yang ia rindukan, namun entah sudah keberapa kalinya tidak ada jawaban dari panggilannya, hanya ada suara operator yang terdengar, bukan sosok yang ia ingin dengar suaranya. Sekali lagi Seunghoon menghela nafas kecewanya, lagi dan lagi dia mencoba menghubungi nomor ponsel yang ia tuju, tetapi hasilnya sama saja- tidak ada jawaban. Seunghoon pun menyerah dan memilih untuk membuat kopi, sekedar menenangkan dirinya.

Seunghoon POV
Huh Seorin tidak tahu kah kau bahwa aku sangat merindukanmu. Teramat sangat Seorin-ah, kenapa kau tidak mengangkat panggilan dariku?. Kumohon, angkatlah panggilan teleponmu yang terus berdering. Apa kau tidak lelah mendengar ponselmu berdering terus-menerus? Tolong jangan membuatku diselimuti perasaan menyesal yang semakin besar.
Apa kau masih marah padaku?. Aku mencoba menghubunginya lagi. Kali ini aku menggunakan speaker. Nada menyebalkan yang seakan-akan mengejekku itu kembali terdengar. Nada itu kembali mengejek perasaanku yang sedang hancur karena merindukan seseorang. Aku merindukan suaramu, aku merindukan senyummu, aku rindu ketika tubuh mungilmu berada dalam dekapanku, sungguh aku merindukan itu semua. Kini kuberjalan menuju dapur untuk membuat kopi, sekedar untuk menenangkan pikiran ini. Hey bahkan aroma kopi ini membuatku semakin merindukanmun, aku ingat sekali kopi ini adalah minuman favorit kita, kau sering membuatkannya jika kau sedang bermain ke apartement ku. Hujan yang turun sangat deras ini seakan membuat ku merasa kecewa, sedih, dan menyesal secara bersamaan. Jika ku ingat kembali sungguh aku merasa menjadi lelaki yang paling bodoh didunia ini, karena masalah yang lalu itu aku tidak bisa bersama dan memilikimu lagi Seorin-ah. Sungguh aku adalah lelaki bodoh Seorin-ah maafkan lelaki bodoh ini.

Flashback On

Gangnam July 12th 2014

Junhee POV
“Hey kudengar Seunghoon sunbae berpacaran dengan Junhee sunbae ya?” Aku sedikit menguping perbincangan gadis yang berada didalam toilet. “Oh benarkah? Bukankah dia sudah berpacaran dengan Seorin? Si anak kelas sastra?. ” kini aku mendengar suara gadis lain yang ikut berbicara dengan gadis sebelumnya. Entah kini dadaku terasa sesak dan aku merasa mataku memanas. Langsung saja aku mengangkat kaki dari tempat tadi, karena terlalu cepat berlari aku tidaj sadar siapa yang aku tabrak tadi.

*bruk*
Ouch bokongku mendarat dengan mulusnya dilantai dingin ini.

“Seorin gwenchana?” Tanya pria yang berdiri dengan tegap didepanku ini sembari mengulurkan tangannya. Aku merasa hatiku kembali berdegup dengan kencang.

“Nan gwenchana Seungyoon-ssi” jawab ku dan membalas uluran tangannya. Oh aku merasakan pipiku yang memanas, GOD HE’S BRIGHT SMILE!. Jarang sekali aku melihatnya tersenyum seperti itu.

“Kau menggemaskan sekali Seorin. Hey jangan bersikap formal seperti itu hahaha” ucapnya. Ugh dia mencubit pipiku, dan aku benci ketika dia mengacak-ngacak rambutku.

“Bagaimana kalau ke kantin bersama? Biar aku yang traktir sebagai permintaan maafku” lagi, dia bertindak seenaknya saja, merangkul pundakku. Huh baiklah untuk terakhir kalinya dia bisa seenaknya seperti ini. Bisa-bisa aku dimarahi Seunghoon oppa.

Ketika kami sedang asyik berbincang, aku melihat Seunghoon oppa bersama gadis yang tadi dibicarakan oleh dua yeoja di toilet tadi. Itu dia yang bernama Junhee, gadis populer dikampus. Dia seringkali dipasangkan oleh, ya katanya sih mereka sangat cocok menjadi pasangan kekasih ketimbang dengan diriku. Memang menyedihkan dan sakit, tapi itulah resiko menjadi kekasih lelaki populer. Aku mendengar suaranya dari kejauhan, memanggilku dengan suaranya yang sedikit cempreng, bermaksud mengajakku makan bersama. Hey tunggu, bersama? Maksudmu dengan Junhee sunbae dan Seungyeon?!, Oppa are you kidding on me?. Lalu segera saja aku menarik tangan Seungyoon untuk meninggalkan kantin, aku benci melihat Oppa dan Junhee sunbae bersamaan seperti itu. Aku masih dapat mendegar suara oppa yang terus memanggil namaku, tidakkah dia mau berdiri dan mengejarku? huh menyebalkan.

Flashback Off

Seunghoon POV
Aku tidak menyangka hari itu adalah hari terakhir aku bisa melihat wajahmu dan memanggil namamu. Bukankah aku sangat bodoh? Harusnya aku mengejarmu saat itu dan menggengam tanganmu erat dan menahan kepergianmu. Aku memang lelaki bodoh, aku seharusnya sudah tahu dariawal bahwa pada kenyataannya kau tidak menyukai kedekatanku dengan Junhee. Tepat dua minggu setelah kejadian itu kau menghilang dari hadapanku, namun Tuhan menemukan kita. Tetapi takdir menyakitkan harus aku terima sayang.

Flashback On

Namsan Tower, July 24 2014

Seorin POV
Entah aku harus merasa senang atau sedih. Seunghoon oppa tadi sore menelepon ku dan mengajak kencan di Namsan tower. Ya jujur aku merindukannya, sekarang masih jam 4 sore. Lebih baik aku memasakan makanan kesukaannya, setelah itu aku bersiap-siap. Setelah selesai semuanya aku mencoba meneleponnya, namun tidak diangkat, sekali lagi kucoba tetap saja tidak diangkat. Bagaimana ini katanya dia akan menjemputku?, harusnya ia sudah datang menjemputku, tetapi nyatanya dia tidak datang. Terpaksa aku pergi ke Namsan Tower seorang diri. Setelah satu jam perjalanan, sampailah aku di Namsan Tower, lagi aku mencoba meneleponnya namun tidak ada jawaban sama sekali. Akhirnya aku melangkah menuju tempat yang telah dijanjikan, ketika sampai ditempat yang ku tuju, aku melihat siluet sepasang lelaki dan wanita yang tengah berpelukan dengan erat.

Rasanya langit seketika itu runtuh diatas kepalaku. Dada ku sesak ketika melihat kedua orang itu berciuman, airmata ku mengalir dengan derasnya. Makanan yang aku bawa seketika berjatuhan, bersamaan kedua orang itu menghentikan skinship mereka. Jadi ini alasan Seunghoon oppa mengajak ku kesini? untuk melihat mereka melakukan skinship tadi?. Ya siapa lagi kalau bukan kekasihku dan Junhee sunbae?, mereka mengkhianati ku. Segera aku berlari sekuat tenagaku, samar-samar aku mendengar suara Seunghoon oppa berteriak memanggilku. Aku tidak peduli lagi dengan orang-orang ya kutabrak dan nafasku yang mulai tersengal. Sedetik kemudian aku merasakan tangan hangat yang mengenggam pergelangan tanganku dan langsung mendekapaku kedalam pelukannya. Tuhan aku merindukan pelukannya yang hangat ini, tapi hatiku terlanjur sakit melihat kejadian tadi yang membuat hatiku sakit seakan tertusuk ribuan jarum halus.

Seunghoon POV
Seorin kini berada didekapan ku. Menangislah sayang, menangis sepuasmu. Hatiku sakit mendengar tangisan Seorin yang sangat menyedihkan, dia terus memukul dadaku dengan kencang. Tak apa kau boleh memukulku dengan sekeras apapun sayang, tidak masalah asalkan kau puas. Aku merasakan Seorin berusaha melepaskan pelukan ku, tidak, aku tidak akan melepaskan pelukanku. Namun semakin aku mengeratkan pelukan ku tangisan Seorin semakin kencang, mau tidak mau aku melepaskan pelukan kami. Aku melihat bahunya yang berguncang dan nafas yang tersengal. Astaga apakah aku sejahat itu?, kejam sekali aku menyakiti gadis yang kucintai ini. Tanganku segara mengangkat dagunya untuk melihat kepalanya yang sedari tadi menunduk, lagi dia kembali menangis dengan mukanya yang memerah.

Author POV
“Sayang aku bisa menjelaskan semuanya. Sungguh bukan aku yang menginginkan ciuman tadi-” ucapan Seunghoon terpotong tatkala amarah Seorin yang membuncah.

“Brengsek. Aku tidak peduli lagi oppa! Kenapa kau begitu jahat padaku eoh?!. Bahkan kejadian beberapa hari yang lalu kau tidak mengejarku, malahan kau hanya berteriak memanggil namaku. Kenapa oppa kenapa!?. Bentak Seorin menampis tangan Seunghoon dari dagunya.

“Saat itu a-aku tidak tahu kalau kau tidak menyukai kedekatanku dengan Junhee. Minhae Seorin-a, Jeongmal mianhae” jawab Seunghoon penuh penyesalan.

“Sudahlah oppa, aku tidak peduli. Mulai detik ini hubungan kita berakhir, aku lelah menjadi kekasih lelaki populer sepertimu. Aku lelah dengan fansmu yang selalu mengerubungiku atau menghujatku. Terima kasih sudah menyanyangi ku selama dua tahun ini, maaf jika aku sudah menjadi kekasih annoying untukmu, dan terima kasih telah menyakitiku.” Seorin kembali membuka suaranya dan menatap Seunghoon dengan tatapannya yang dingin dan menusuk.

“Aniya aku bisa jelaskan. Urusan seperti ini dapat kita selesaikan dengan kepala dingin sayang. Sungguh aku tidak mau kita berpisah hanya karena masalah ini. Kumohon maafkan aku” Seunghoon mulai berlutut dihadapan Seorin, menggengam kedua tangan Seorin erat seakan tidak akan pernah melepaskan gadis cantik dihadapannya ini.

Namun yang didapatnya hanya senyuman menyakitkan. Seorin dengan paksa melepaskan genggaman tangan Seunghoon. Lalu Seorin berlari sekencang mungkin, lantas Seunghoon ikut mengejar Seorin. Tiba tiba…

*TIIINNN….BRAKKK*
Detik itu juga Seunghoon, merasakan kedua lututnya melemas. Kejadian itu cepat sekali, sebuah truk bermuatan pasir menghantam keras tubuh Seorin, menyebabkan tubuh Seorin terpental jauh. Seunghoon berlari menghampiri tubuh Seorin yang terbaring lemah tak berdaya. Untuk pertama kalinya Seunghoon menangis, ya menangis karena gadis di cintainya tengah merenggang nyawa. Seunghoon meletakan kepala Seorin diatas pangkuannya, sesekali Seunghoon mencoba mengkuatkan Seorin dan mengelus sayang kepala Seorin yang berlumuran darah.

“Oppa, mianhae” ucap Seorin ditengah nafasnya yang mulai tersengal, diiringi matanya yang kembali mengeluarkan airmata.

Seunghoon hanya dapat menangis dan menggangukan kepalanya sebagain tanda jawaban dari pertanyaan rancu Seorin. Seunghoon merasakan seakan dunia ikut runtuh seiring air matanya semakin deras, melihat gadis dipangkuannya menutup mata dan menghembuskan nafas terakhirnya, ya meninggalkan Seunghoon untuk selamanya. Gadis yang menjadi penyemangat hidupnya, gadis yang amat sangat dicintainya, gadis yang selalu ia rindukan setiap saat, gadis yang selalu membuatkan kopi ataupun makanan favoritnya, gadis yang selalu ia rindukan untuk dipeluknya kini sudah tiada. Seunghoon merasakan hatinya hampa, airmatanya semakin deras ketika tenaga medis datang ketempat kejadian membawa pergi jasad mengenaskan Seorin.

Keesokan harinya adalah pemakaman Seorin. Teman satu kampus Seorin ikut berkabung, bahkan teman Seunghoon turut bersedih akan kepergian Seorin. Hujan turun dengan derasnya seakan ikut bersedih atas kepergian Seorin. Seungyoon misalnya, gadis yang diam-diam ia cintai setahun belakangan ini, pergi begitu cepat meninggalkannya untuk selamanya. Tidak ada lagi senyum atau sapaan hangat untuknya, tidak ada lagi gadis yang berteriak kesal akan perbuatannya. Tetapi Seungyoon harus merelakan kepergian Seorin, agar arwah gadis itu dapat beristirahat dengan tenang. Seungyoon sekali lagi memberikan senyuman manis yang disukai Seorin untuk terakhir kalinya.

“Selamat tinggal Seorin-ah beristirahatlah dengan tenang, aku mencintaimu.” Ucap Seungyoon dalam hati menahan rasa sedih dan kehilangan yang mendalam.

Seunghoon hanya mampu manatap nanar tulisan diatas batu nisan dihadapannya. Rasanya dia belum mampu melepaskan gadis yang paling berharga dihidupnya, matanya yang sipit membengkak akibat menangis sepanjang malam meratapi kelakuan bodohnya. Dia berharap Tuhan mau menghukumnya seberat-beratnya karena telah menyakiti hati dan menyebabkan Seorin meninggal. Walaupun itu bukan salahnya, tetap saja Seunghoon merasa kesalahannya sangat fatal. Tetapi dia mencoba tegar dan belajar melepas kepergian mendiang Seorin. Ya dia harus bisa merelakan kepergian gadis yang paling dicintainya.

“Saranghae Seorin-ah. Jeongmal Saranghae” ucap Seunghoon sambil mengusap batu nisan dihadapannya sebelum meninggalkan pemakaman.

R.I.P

Kang Seorin

Born: December 25th 1994

Died: July 24th 2014

Flashback Off

Seunghoon POV

Kini satu tahun sudah berlalu kau meninggalkanku. Jujur sampai saat ini rasanya kematianmu itu seperti baru terjadi kemarin, dan sampai saat ini aku masih tetap terbayang olehmu. Bahkan aroma kopi ini seakan kau masih berada disekitarku. Namun pada kenyataannya kau itu sudah tidak ada, berapa kalipun aku menelepon mu, kau tidak akan bisa menjawab panggilanku. Jika diingat kembali, bahkan dulu aku merelakan pulsa ku yang terbuang percuma hanya untuk meneleponmu, mendengar suaramu yang sangat aku sukai. Tapi bukankah sekarang sudah tidak bisa lagi mendengar suaramu?, karena itu akan menjadi kenangan manis bercampur pahit yang akan aku simpan didalam hatiku. Lalu melempar ponselku dan kotak cincin itu kesembaran arah.

“Oppa! Seunghoon oppa!”, eoh? Apa aku mengigau?. Sayang aku dapat mendengar suaramu, kini siluet mu terlihat samar didekat jendela sana, tempat favorit kita dulu jika sedang meminum kopi bersama. Aku berdiri dan berjalan kearahnya, lalu memeluknya erat, sama seperti dulu sebelum dia meninggalkanku. Aku menumpahkan rasa rinduku yang mendalam padanya, dengan menangis dilekukan lehernya. Bahkan aroma sakuranya yang aku suka masih tercium didalam rongga hidungku. Aku merasakan tangan Seorin membalas pelukanku. Oh akhirnya dia membalas pelukanku.

“Oppa jangan bersedih lagi. Carilah pasangan yang baru, aku sudah memaafkanmu, dan ya aku juga sudah memaafkan Junhee sunbae. Oppa harus bisa belajar melepaskanku. Memangnya oppa mau kekasihmu ini pergi dengan tidak tenang huh?”. Astaga apakah ini mimpi? Seorin? Berbicara denganku, dengan poutnya yang menggemaskan. Ya memang aku harus menuruti apapun yang ia katakan, salah satunya merelakan kepergiannya. Lalu aku hanya mengangguk sebagai tanda jawaban untuknya. Sekali lagi aku memeluknya dan menghirup aroma sakuranya, aroma ini dan tubuh mungil ini akan aku rindukan selamanya. Selamat tinggal Seorin-ah. Aku mencintaimu.

Author POV

Gangnam July 24th 2016

Dua tahun sudah berlalu Seorin meninggalkan Seunghoon, dan dua tahun itu pula Seunghoon belajar melepaskan Seorin. Dan sekarang adalah peringatan dua tahun kematian Seorin. Seunghoon ditemanin kekasihnya yang baru berjalan menuju ke pemakaman Seorin, memang sedikit bingung dia mencari gundukan tanah yang tertancap batu nisan bertuliskan nama Seorin. Tetapi dia bertemu Seungyoon yang juga akan mengunjungi pemakaman Seorin. Akhirnya mereka berdua pun pergi bersama, mereka berjalan bersama dalam dia. Seunghoon kembali merasakan sedih yang mendalam, tetapi dia sudah janji untuk tidak bersedih kembali apalagi didepan kekasihnya. Setelah sampai dipemakaman Seorin, mereka meletakan karangan bungan favorit Seorin yang masih segar lalu menghantarkan doa untuknya. Lalu Seunghoon menyuruh kekasihnya untuk kembali ke mobil terlebih dahulu.

“Hyung kau sangat beruntung memiliki kekasih seperti Seorin” ucap Seungyoon membuka pembicaraan.

“Ya memang aku sangat beruntung. Kau tau? Dia adalah gadis yang amat sangat berharga didalam hidupku selain mendiang ibuku. Posisi Seorin tidak akan pernah tergantikan dihatiku Seungyoon-ssi” jawab Seunghoon diiringi helaan nafas berat.

“Dan kau tahu hyung? Selama 3 tahun aku mencintainya dalam diam. Meskipun dia sudah menjadi kekasihmu pun aku tetap mencintainya, bahkan detik ini aku masih akan tetap mencitainya. Maaf hyung aku lancang telah mencintaimu gadismu.” Ucap Seungyoon dengan rasa bersalah.

“Tak apa. Seorin memang gadis spesial, banyak orang yang mencintainya. Bahkan teman sepertimu pun bagiku sangat wajar, karena kalian setiap hari selalu bersama. Selalu memberi perhatian lebih pada Seorin, daripada diriku yang terkadang tidak peduli terhadapnya. Justru aku ingin berterima kasih padamu karena kau telah ikut menjaga Seorin jika aku tidak ada. Dia beruntung memiliki sahabat yang mencintainya dengan tulus.” tutur Seunghoon.

Setelah itu tidak ada lagi percakapan yang terdengar. Hanya keduanya yang saling melemparkan senyum, lalu untuk terakhir kalinya Seunghoon meneteskan lagi air mata rindunya pada gadis yang sudah terkubur dibawah gundukan tanah dihadapannya. Lalu berbalik pulang menuju mobilnya. Sisa Seungyoon dipemakaman ini, dia kembali menatap nanar gundukan tanah didepannya. Setelah itu dia memberikan senyum manisnya, lalu berjalan kembali pulang ke rumahnya.

I keep holding onto the unanswered phone.

The melody flowing out of the phone is sweet

but why does it sound painful to my ears.

It sounds like my heart screaming after it lost you

The color ring that resembles me,

as the song repeats itself, my tears start to fall.

The color ring that resembles me,

as the time passes, I can’t remember your voice.

The color ring that resembles me,

Even a single word is fine,

Please say good bye.

End

Request Poster // Promise (Kiddork & himawarigurl21)

next ff~ project by me (kiddork with himawarigurl21)

Hospital Art Design

promise

(click on pict for high quality)

halo~^^ requestnya sudah jadi ya 😉 maaf kalau vintage nya kurang kerasa hehe soalnya baru pertama kali take poster pake theme ini :’) untuk sekarang no redo dulu ya soalnya aku lagi uts >_< btw mohon feedback nya ^^

credit jangan lupa 😉 -> lightlogy @ hospital art

Lihat pos aslinya

[SERIES] Overprotective Daddy {Luhan Ver.} – Acchan

SAY KOREAN FANFICTION

poster31

Tittle : Overprotective Daddy ║ Author : Acchan ║ Main Cast : Xi Luhan, Xi Ryin Yi, Oh Sehun║ Genre : Family, Hurt/Comfort, Fluff ║ Length : Series ║Rating : PG-15 ║

Disclaimer : FF ini murni dari hasil imajinasi aku dan  ini jugadi pulish di Wp pribadi aku…

A/N : Annyeongg aku balik lagi bawa series baru yang mungkin berbeda dari lainnya. karena disini para anggota Exo berperan sebagai seorang Daddy 😀

oke Happy Reading 🙂

Luhan masih berkutat dengan laptop dan tumpukan tumpukan kertas di meja kerjanya. Padahal ini sudah hampir tengah malam. Guratan lelah dan lesu tampak di wajah baby facenya. Siapa yang menyangka dengan wajah baby face itu, ternyata ia adalah seorang ayah. Yyyap! Luhan memang dulunya menikah di usia yang tergolong sangat muda. Dan itu adalah pilihannya.

Lihat pos aslinya 1.753 kata lagi

[SERIES] Overprotective Daddy {Luhan Ver.} – Acchan

SAY KOREAN FANFICTION

poster31

Tittle : Overprotective Daddy ║ Author : Acchan ║ Main Cast : Xi Luhan, Xi Ryin Yi, Oh Sehun║ Genre : Family, Hurt/Comfort, Fluff ║ Length : Series ║Rating : PG-15 ║

Disclaimer : FF ini murni dari hasil imajinasi aku dan  ini jugadi pulish di Wp pribadi aku…

A/N : Annyeongg aku balik lagi bawa series baru yang mungkin berbeda dari lainnya. karena disini para anggota Exo berperan sebagai seorang Daddy 😀

oke Happy Reading 🙂

Luhan masih berkutat dengan laptop dan tumpukan tumpukan kertas di meja kerjanya. Padahal ini sudah hampir tengah malam. Guratan lelah dan lesu tampak di wajah baby facenya. Siapa yang menyangka dengan wajah baby face itu, ternyata ia adalah seorang ayah. Yyyap! Luhan memang dulunya menikah di usia yang tergolong sangat muda. Dan itu adalah pilihannya.

Lihat pos aslinya 1.753 kata lagi

Unpredictable Marriage {Chapter 7} – Marshashinee

SAY KOREAN FANFICTION

Unpredictable-marriage

| Title Unpredictable Marriage |

| Main Cast Oh Sehoon – Park Minyoung|

| Addictional Cast Park Chanyeol, Park Jiyeon, Kim Myungsoo |

| Genre Marriage Life, a little bit comedy, University Life |

| Rating PG-17 |

Visit my blog : mfiraidie

WARNING! TYPO(s) BERTEBARAN

Poster by myself

Marshashinee Present

Unpredictable Marriage

[ Chapter 7 ]

Links to preview :

[Teaser and Talk] | [Chapter 1 ] | [ Chapter 2 ] | [ Chapter 3 ] | [ Chapter 4 ] | [ Chapter 5 ] (Protected) | [ Chapter 6 ] (Protected)

.

.

.

“Hah?”sahut Sehun spontan. “Aku hanya melakukan hubungan suami-istri pada umumnya.”jawab Sehun kemudian—dengan nada tanpa dosa.

“Benarkah?”Baekhyun mulai tertarik dengan pengujaran Sehun. “Bagaimana kau melakukannya?”tanya Baekhyun antusias.

Sehun segera menghadiahkan jitakan di puncak kepala Baekhyun. “Itu adalah rahasia seorang.. suami.”jawab Sehun kemudian dengan senyuman yang terbilang—aneh.

“Apakah Minyoung.. ganas?”tanya Chanyeol sedikit…

Lihat pos aslinya 3.900 kata lagi

Eternity

EXO Fanfiction

Eternity

eternity 3

  • Judul                  : Eternity
  • Author               : Andin0797
  • Main Cast          :- Im Nayeon (Imagine as you)

– Oh Sehun

– Xi Luhan

– Park Chanyeol

– Byun Baekhyun

– Kim Jong In

– Zhang Yi Xing

  • Support Cast      : –
  • Genre                : Romance, Fluff, Dark
  • Lenght            : Oneshot (2101 words)
  • Rate                   : AU, T
  • Disclaimer         : This fanfict pure from my mind okay? Terinspirasi oleh MV dan lagu VIXX ‘Eternity’. MV-nya bagus bgt apalagi didukung oleh vocal vocal VIXX oppadeul yang bagus. Jangan lupa RCL yah! Enjoy for reading!
  • Summary           : “Don’t even get away from me for a second…”

***

Look. Love is a nightmare.

Time’s over

Perlahan semua lampu yang ada diruangan itu menyala seluruhnya. Sebuah mesin jam raksasa mulai memutar roda mesinnya. Sehun terbangun dari tidur pulasnya. Ia pun menoleh ke sampingnya. Gadis disampingnya, Nayeon masih tertidur dengan pulasnya. Sehun lalu…

Lihat pos aslinya 2.060 kata lagi

[Freelance] Miracle In December

SAY KOREAN FANFICTION

miracle-in-december

  • Tittle:Miracle In December
  • Author:xopark
  • Lenght: Oneshot
  • Genre:Romance,Sad
  • Rating:T
  • Main Cast:Oh Sehun(EXO),Park Sooyeon(OC)
  • Disclaimer:FF ini asli buatan saya,asli dari hasil pikiran absurd saya/?.Jika ada kesamaan saya memohon maaf,jika ada yang plagiat mohon beri tahu!
  • Authors note:Ini pertama kali saya post FF disini,terimakasih sama admin yang mau post ff gaje saya ini.Untuk nama author,kalau kalian nemuin nama author ‘Tria’,berarti itu adalah saya/?.Jadi saya ada dua uname Tria dan xopark,selain itu bukan saya.Thanks!Enjoy My FanFic!

Lihat pos aslinya 2.868 kata lagi